Cinta Yang Tanpa Sadar

Cinta Yang Tanpa Sadar
Kamu Berbeda


__ADS_3

"Apakah kamu dan paman sudah bekerja sama mempermainkan aku ya?"


"Mana mungkin kami mempermainkanmu, tidak buruk kalau kamu tidur di sini," jawab Howard.


"Aku tidak mau, aku ingin tidur di kamarku, ada lagi, aku ingin pindah ke rumahku!"


"Rumah yang kamu sewa sudah dijual oleh pemiliknya."


"Dijual? tidak mungkin begitu cepat!"


"Mereka butuh uang, oleh sebab itu mereka menjualnya," kata Howard.


"Kalau begitu bukankah aku tidak ada tempat tinggal," ujar Vinvin yang duduk di ujung kasur.


"Mulai hari ini, di sini adalah tempat tinggalmu," ujar Howard.


"Apa yang kamu katakan? tempat tinggalku?"


"Iya, kau bisa tinggal di sini untuk selamanya," jawab Howard dengan senyum.


"Howard, sebenarnya apa rencanamu? kau tahu aku sudah menolak tawaranmu ini, sekarang sama juga aku tetap menolak," kata Vinvin.


"Vinvin, apa yang aku katakan adalah serius," ujar Howard.


"Aku tidak mau! karena rumah yang ku sewa itu sudah dijual, maka aku akan tinggal di sini untuk sementara waktu. dan besok aku ke butik!"


"Tidak perlu! mulai besok kau akan bekerja di sini!"


" Bekerja di sini? memangnya di sini ada kerja apa untukku?"


"Kerja yang sesuai untukmu," jawab Howard yang bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Memang ada kerja apa di rumahmu ini? apakah mencuci pakaian, membersihkan rumah?"


"Tentu saja tidak! kamu tidak perlu melakukan itu!" jawab Howard yang mengacak rambut gadis itu.


"Jangan menyentuh rambutku," kata Vinvin yang menepis tangan sahabatnya.


"Kenapa kau tidak mengeringkan rambutmu?" tanya Howard yang mengambil handuk dari lemarinya.


"Rambut aku tebal, jadi tidak bisa cepat kering."


"Bagaimana kau bisa tidur dengan kondisi rambutmu yang begitu basah," ucap Howard yang mengunakan handuk mengeringkan rambut gadis itu.


"Aku akan melakukan sendiri!" ujar Vinvin.


"Jangan bergerak! duduk diam!" ucap Howard.


"Setelah kau putus cinta, sifatmu sangat berbeda."


"Sulit dijelaskan, tapi kamu memang berubah. aku lebih berharap kamu seperti yang dulu. jangan karena putus cinta sifatmu jadi berubah!"


"Apa kamu bisa beritahu aku, apa perubahanku?"


"Kamu yang sekarang malah lebih baik dari dulu."


"Apakah aku yang dulu tidak baik?"


"Bukan itu maksudku, dulu kamu sangat baik tapi sekarang lebih berbeda," jawab Vinvin.


"Aku menjadi lebih baik karena aku tidak ingin kehilanganmu, oleh sebab itu aku ingin lebih perhatian padamu," batin Howard


"Yang mana kamu lebih suka? aku yang dulu atau aku yang sekarang?" tanya Howard yang duduk di samping gadis itu.

__ADS_1


"Dulu atau pun sekarang tetap kamu juga, tidak ada bedanya," jawab Vinvin.


"Vinvin, tinggallah di sini! ini adalah permintaanku!"


"Aku bisa tinggal di sini, tapi hanya untuk sementara."


"Apa kamu tidak menyukai tempat ini?"


"Bukan itu masalahnya, aku tidak boleh bergantung padamu selamanya, walau kita adalah teman dekat tapi kita memiliki kehidupan masing-masing. seperti dirimu suatu saat harus menikah dan aku tidak mungkin tinggal di sini."


"Kenapa tidak mungkin?"


"Aku tahu Lessy sebenarnya tidak suka padaku, dia salah paham hubungan kita, dan aku tidak mau lagi merusakan hubunganmu dengan calon istrimu!"


"Vinvin, apakah kamu merasa kalau kamu telah merusakan hubungan kami?"


"Iya, wanita manapun tetap akan merasa tidak nyaman di saat pacar mereka memiliki teman wanita lain, dan aku tidak menyalahkan dia!"


"Vinvin, aku dan dia berpisah karena masalahku, aku mendapati diriku tidak mencintainya. oleh sebab itu aku tidak bisa menikahi dia!"


"Tapi kalian sudah lama bersama, kenapa kamu tidak mencintai dia? apakah pasangan yang bersama terlalu lama akan muncul perasaan bosan sehingga akhirnya harus berpisah?"


"Bukan seperti itu! Vinvin, jangan khawatir kalau kamu akan akan menjadi penghalangku dan wanita lain, kamu tidak bersalah, tinggallah di sini dengan tenang. dan jangan pergi lagi karena ucapan orang lain!"


"Kamu sudah mengetahuinya?"


"Iya, dan aku merasa kamu sangat bodoh sekali," jawab Howard dengan senyum.


"Kami menikah atau tidak bukan karena kamu, tapi karena aku yang tidak mencintai dia," kata Howard.


"Mendengar penjelasanmu aku menjadi lega, aku malah merasa beban pikiran di saat dia mengatakan kalau aku akan menjadi penghalang," kata Vinvin.

__ADS_1


"Yang benar adalah karena aku mencintaimu, oleh sebab itu aku tidak bisa menikahi wanita lain," batin Howard.


__ADS_2