Cinta Yang Tanpa Sadar

Cinta Yang Tanpa Sadar
Mengincar Vinvin


__ADS_3

"Howard, sekarang kamu sudah sadar betapa cintanya kamu terhadap gadis itu," ucap Sean dengan senyum.


"Iya, aku baru sadar sekarang. dan aku berniat ingin membantunya," jawab Howard.


"Katakan saja apa yang dibutuhkan?"


"Vinvin pernah mengatakan padaku, bahwa dia ingin memperbaiki rumah desanya, aku melihat rumah itu sudah tidak layak dihuni. tentu saja dia berharap bisa memperbaikinya karena di sana adalah tempat dia dilahirkan," jawab Howard.


"Lakukan saja yang menurutmu bagus," kata Sean dengan senyum.


"Aku ingin memberi dia kejutan, desa adalah tempat yang paling dia cinta. dan aku ingin memperbaiki semuanya."


"Apakah kamu berencana memasukan listrik?"


"Iya, aku ingin menjadikan desa itu sebuah tempat yang dikenal, mungkin dengan cara ini aku akan membuat dia bahagia," jawab Howard.


"Papa mendukungmu," kata Sean dengan senyum.


Di sisi lain Lessy yang sedang berencana ingin menculik Vinvin karena kecemburuan dan dendam. ia mengutuskan beberapa pria mengikuti Vinvin disepanjang jalan.


Siang itu Vinvin sedang menuju ke suatu tempat.

__ADS_1


"Kakak Nicole pasti penasaran kenapa aku bisa ada di sini, malu sekali aku pernah memberitahunya bahwa aku akan tinggal lama di desa," ucap Vinvin yang berjalan sambil membawa belanjaannya.


"Buah-buahan ini anggap saja oleh-oleh untuknya," ucap Vinvin.


Di saat dirinya sedang menuju ke butik tempat dia bekerja dulu, ia tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Aneh, kenapa seperti ada yang mengikutiku dari belakang, apakah mereka penjahat? kalau memang iya...siapa yang mengutus mereka?" batin Vinvin.


"Aku harus mencari cara agar bisa menghindar, sepertinya niatku ingin menjumpai Nicole harus dibatalkan," batin Vinvin.


Karena menyadari ada yang mengikutinya, Vinvin pun menuju ke arah lain. ia mencari kesempatan untuk menjauh dari mereka.


Gadis itu sengaja berjalan ke kerumunan yang di simpang jalan besar itu. sementara utusan Lessy yang ingin menculik Vinvin jumlahnya sekitar sepuluh orang. mereka berjalan kaki dan berusaha semakin dekat dengan sasarannya.


Howard yang berada di perusahaan ia tersenyum saat melihat nama panggilan pujaannya.


"Hallo, Vinvin. apakah kamu merindukan ku, oleh sebab itu kamu menghubungiku?" sahut Howard.


"Ada yang mengikutiku, aku ingin ke butik Nicole. tapi aku mendapati beberapa pria asing ada di belakangku," jawab Vinvin yang di seberang sana.


"Kau ada di mana?" tanya Howard dengan cemas.

__ADS_1


"Aku di jalan simpang besar."


"Dengar kataku! pergi ke tempat kerumunan, jangan sampai mereka mendekatimu. kalau ada taksi kamu panggil dan pergi ke kantor polisi langsung," kata Howard yang langsung meninggalkan ruangan kantornya.


"Iya, aku tahu!" jawab Vinvin.


Sementara Vinvin yang masih berusaha menjauh dari kejaran mereka, ia berusaha berlari ke tempat keramaian untuk menyelamatkan dirinya.


"Cepat bawa dia pergi!" perintah salah satu dari mereka.


Utusan Lessy mengejar gadis itu yang sedang melarikan diri.


"Tolong...ada penculikan...," teriak Vinvin dengan sengaja.


"Tolong...mereka ingin menculikku...," teriak Vinvin yang menarik perhatian semua orang yang di sana.


Semua mata berfokus kepada sepuluh pria yang sedang berlari menghampiri Vinvin.


"Ada penculikan, mereka ingin menangkapku...," teriak Vinvin sambil menyelip ke sana ke sini di tempat kerumunan itu.


Orang-orang yang di sana menghalang mereka dengan cara mengepung ramai-ramai. utusan Lessy menjadi kesulitan karena dihadang oleh orang-orang itu.

__ADS_1


"Jangan ikut campur! kalau tidak, kalian akan mati," bentak utusan Lessy yang mendorong mereka satu-persatu.


__ADS_2