
"Kenapa perkataanmu sangat aneh? sahabat yang paling penting? apakah sebagai sahabat aku begitu penting bagimu?"
"Tentu saja! kalau tidak, mana mungkin aku membawamu pulang ke sini," jawab Howard yang memeluk gadis itu.
"Ada apa denganmu? kenapa kamu tiba-tiba berubah menjadi aneh?" tanya Vinvin yang di dalam pelukan Howard.
"Apakah kamu sangat sedih karena kehilangan dia? kamu bisa mencarinya kalau kamu masih mencintainya."
"Jangan mengungkit dia! aku tidak peduli dengan pernikahan ini."
"Bukankah ini akan mengejutkan banyak orang? kalian dari keluarga yang terpengaruh dan tiba-tiba saja membatalkan pernikahan pasti menimbulkan banyak tanda tanya," ujar Vinvin.
"Lagi pula kalian sudah lama bersama, mana mungkin kamu tidak sedih. kamu butuh waktu untuk mengobati lukamu. aku hanya meminta kamu mempertimbangkan dengan baik sebelum kamu mengklarikasi tentang pernikahan yang kamu batalkan. pikirkan lagi apakah kamu bisa melepaskan dia atau tidak," ujar Vinvin.
"Aku sudah berpikir dengan baik, dan aku tidak akan menyesalinya," jawab Howard yang memeluk sahabatnya dengan erat.
"Yang membuatku menyesal adalah aku tidak menyadari perasaanku selama ini, sehingga aku hampir saja menikah dengan wanita lain dan membuat hidupmu menderita," batin Howard.
"Sudah malam! apakah kamu bisa melepaskan tanganmu, aku ingin kembali ke kamarku!"
"Howard, besok kamu harus pergi ke...," ucap Sean yang terhenti karena melihat mereka berdua yang sedang berpelukan.
Vinvin yang mendengar suara Sean ia langsung mendorong sahabatnya itu.
"Paman," seru Vinvin.
"Maaf, paman tidak tahu kalian sedang sibuk, lanjutkan saja!" ucap Sean yang langsung menutup pintu kamar itu.
Klek.
"Lanjutkan? apa maksud paman?" tanya Vinvin yang memandang ke arah Howard yang hanya tersenyum.
"Mungkin papa mengira kita sedang melakukan...," jawab Howard dengan terhenti.
__ADS_1
"Melakukan apa?"
"Melakukan hubungan yang lebih jauh," jawabnya dengan senyum.
"Melakukan hubungan lebih jauh? apa maksudnya?" ujar Vinvin yang sedang berpikir sejenak.
"Hah...tidak...bukan seperti itu, Paman," teriak Vinvin yang langsung berlari ke arah pintu.
Saat Vinvin ingin membuka pintu akan tetapi telah dikunci dari luar.
"Kenapa tidak bisa dibuka? Paman, buka pintunya...bukan seperti yang kamu pikirkan. kami tidak melakukan apapun. tolong keluarkan aku dari sini," teriak Vinvin sambil mengedor pintu.
Howard hanya bersikap santai dan duduk bersantai di sofa.
"Kenapa kamu diam saja? cepat berikan penjelasan kepada paman! paman sudah salah paham!"
"Apa yang kau ingin aku katakan?" tanya Howard.
"Katakan pada paman, kita tidak melakukan apapun, suruh paman buka pintu," jawab Vinvin.
"Tapi paman dia salah paham," ujar Vinvin.
"Biarkan saja!"
"Apanya yang biarkan saja!" ketus Vinvin dengan kesal
"Paman, cepat buka pintunya, kami tidak melakukan apapun, jangan salah paham!" teriak Vinvin sambil mengedor pintu.
"Paman...buka pintunya...kalau tidak aku akan mendobrak pintunya...," teriak Vinvin.
"Sudah! jangan malu-malu! paman tutup mata dan pura-pura tidak melihat. lakukan saja sampai pagi," balas Sean dari luar kamar.
"La-lakukan apa sampai pagi?" tanya Vinvin.
__ADS_1
"Ha ha ha...," suara tawa Howard.
"Howard, jangan kasar dengan anak gadis, lakukan dengan lembut," teriak Sean dengan sengaja.
"Paman...," teriak Vinvin yang sangking kesalnya.
"Ha ha ha ha ha...," suara tawa dari Howard.
"Kenapa kamu tertawa terus...apa kamu tidak bisa menjelaskan kepada paman?" bentak Vinvin dengan kesal.
"Apa yang harus dijelaskan? kita memang tidak melakukan apapun."
"Kamu sepertinya sangat gembira ya? apakah sangat lucu aku dikurung di sini?"
"Kau bisa mengunakan kasurku malam ini!"
"Aku tidak mau!"
"Kita sudah lama kenal dan tidak perlu merasa malu," kata Howard yang mengusik sahabatnya itu.
"Sudah lama kenal bukan berarti harus tidur bersama, kamu adalah pria dan aku adalah anak gadis. mana mungkin tidur bersama."
"Baiklah, kalau begitu kamu gunakan kasurku malam ini, aku akan tidur di sofa," jawab Howard.
"Aku tidak percaya dengan katamu," kata Vinvin.
"Aku tidak pernah membohongimu, kau boleh gunakan kasur ini. tidak apa-apa!"
"Mana kuncinya? serahkan kuncinya sekarang juga!"
"Aku tidak pegang kunci cadangan."
"Tidak masuk akal!"
__ADS_1
"Sebenarnya tidur di sini sangat nyaman, kau boleh tidur sampai kapanpun kau inginkan," kata Howard.