Cinta Yang Tanpa Sadar

Cinta Yang Tanpa Sadar
Kekesalan Vinvin


__ADS_3

"Sudah! jangan dipikirkan lagi! sudah malam waktunya tidur, selamat malam!" ucap Howard yang bangkit dan melangkah ke kamar mandi.


"Kasur ini sangat empuk, mungkin lebih baik aku tidur di sofa saja," gumam Vinvin.


Vinvin lalu membaringkan dirinya di sofa, tanpa mengunakan bantal dan selimut, tidak lama kemudian ia pun ketiduran. piyama yang dikenakan hanya di atas lutut. saat ketiduran paha mulusnya terlihat dengan begitu jelas. Howard yang melihat gadis itu tidur dengan tanpa waspada ia hanya tersenyum.


"Gadis aneh, bisa-bisanya kau tidur begitu saja. untung saja di kamarku," ucap Howard yang mengendong gadis itu dan menidurkan dia ke atas kasur.


Howard menarik selimut dan menutupi tubuh sahabatnya itu. kemudian ia sendiri berbaring di samping Vinvin dan akhirnya mereka pun tidur bersama.


Keesokan harinya.


Vinvin yang ketiduran dengan pulas ia pun memeluk sahabatnya dengan tersenyum.


"Kenapa guling ini nyaman sekali ya," gumam Vinvin.


"Vinvin, apakah kamu tidak sadar apa yang kamu peluk?" tanya Howard yang sudah terbangun dari tadi.


"Jangan bising, aku masih ingin tidur," ucap Vinvin yang tidak sadar.


"Gadis ini benar-benar...bisanya dia membuatku tidak bisa tidur, kalau saja aku tidak berpikir lagi maka kau akan ku perk*sa," kata Howard dengan kesal.


Tidak lama kemudian pintu kamar dibuka oleh Sean dari luar.


Klek...


"Selamat pagi," ucap Sean yang melihat putranya dan gadis itu sedang di atas kasur.

__ADS_1


"Selamat pagi, Pa," balas Howard.


"Ha ha ha...bagaimana semalam? apakah kalian melakukannya?" tanya Sean dengan bercanda.


"Pa, jangan bercanda, kalau dia bangun pasti akan membunuhku," ujar Howard.


"Apakah dia hanya memelukmu sepanjang malam?"


"Aku tidak bisa tidur dengan nyenyak karena dia yang menguasai semua tempat tidurku," jawab Howard.


Sesaat kemudian Vinvin membuka matanya dan melihat Sean yang berdiri di ujung kasur dengan tersenyum.


"Selamat pagi, Paman," ucap Vinvin yang masih tidak sadar dirinya sedang memeluk sahabatnya itu.


"Selamat pagi, Vinvin. bagaimana tidurmu, apakah nyenyak?" balas Sean dengan senyum.


"Ka-kau ke-kenapa ada di sini?" tanya Vinvin yang hampir tidak percaya.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu, kau memelukku sepanjang malam," jawab Howard dengan senyum.


"Aarrghh...," teriak Vinvin langsung mengeserkan badannya dan terjatuh dari kasur.


Brugh...


"Aaughhkk...," jeritan Vinvin yang kesakitan pada bagian tubuhnya.


"Bukankah semalam aku tidur di atas sofa, kenapa bisa ada di kasur?" tanya Vinvin.

__ADS_1


"Saat aku tidur, kau datang merayuku dan memelukku semalaman, sehingga aku tidak bisa tidur," jawab Howard dengan sengaja mengusik gadis itu.


"Tidak mungkin! kau pasti berbohong, kan?"


"Apa kamu tidak percaya? apa perlu aku cerita lebih detail agar kamu bisa percaya?"


"Tidak usah," jawab Vinvin.


"Paman, ini salah paham, Howard pasti berbohong," jelas Vinvin.


"Vinvin, kamu tidak perlu jelaskan, paman setuju saja walau kalian memang melakukannya, ha ha ha...," ujar Sean dengan tertawa dan melangkah keluar dari kamar.


"Hah...Paman...kami tidak melakukan apa-apa, jangan salah paham," teriak Vinvin yang bangkit dan berdiri ingin mengejar pria tua itu.


"Hei!" suara panggilan Howard yang menghentikan langkah sahabatnya.


"Ada apa? kenapa kamu diam saja di sana?"


"Apakah kamu ingin berpakaian seperti ini keluar dari kamar?"


"Apa salahnya?"


"Di bawah begitu banyak pembantu laki-laki yang bekerja sebagai pembersih halaman dan juga pencuci mobil, kalau mereka melihatmu, apakah kamu tidak malu?"


"Semua ini karenamu, paman jadi salah paham, lagi pula kenapa aku bisa tidur di kasurmu. aku ingin kembali ke kamarku," kata Vinvin dengan kesal dan menuju ke kamarnya.


"Lucu sekali, saat dia marah sangat lucu," gumam Howard.

__ADS_1


__ADS_2