
"Lessy, ternyata semua ini karena ulahmu," batin Howard.
Mansion Ferlando.
Lessy bersama Shane sedang menikmati minuman anggur merah asal perancis. kedua keluarga kaya itu akan menjadi besan tidak lama lagi. Shane tertawa bahagia karena putrinya sebentar lagi akan menikah dengan pewaris satu-satunya keluarga Ferlando.
"Sean, aku sangat tidak sabar menunggu di hari itu, suatu kebanggaan karena pernikahan anak kita yang akan segera tiba," ucap Shane dengan tertawa gembira.
"Paman, setelah menikah apakah kami bisa tinggal di luar?" tanya Lessy.
"Kenapa harus tinggal di luar, sementara kediaman ini adalah milik keluarga Ferlando?" tanya Sean yang tidak gembira.
"Begini Paman, aku hanya ingin hidup berdua dengan Howard, oleh sebab itu--" jawab Lessy yang terpotong.
"Apakah kamu merasa aku akan menganggu kehidupan kalian berdua?" tanya Sean.
"Bukan seperti itu! Paman, jangan salah paham! aku hanya ingin mencoba hidup berdua tanpa ada kehadiran orang lain," jawab Lessy yang menyinggung Sean secara sengaja.
"Tanpa kehadiran orang lain? apakah kamu takut kalau aku menganggu kalian? jangan lupa, Howard adalah putraku. dan kau hanya istrinya setelah menikah nanti. jangan terlalu mengatur hidup suamimu kalau tidak ingin membuat dia marah," kata Sean.
"Sean, mereka adalah anak muda, biarkan saja mereka menikmati hidup mereka berdua. lagi pula kita sudah tua. untuk apa dipikirkan lagi!" ujar Shane.
"Aku bukan mengatur kehidupan mereka, tapi semua ini tergantung Howard," jawab Sean.
"Sebagai wanita yang akan menikah seharusnya menurut pada suaminya, dan bukan mengatur kehidupannya setelah menikah. kau harus berunding dengan Howard sebelum membuat keputusan!" ujar Sean.
"Sean, jangan marah! Lessy hanya ingin memiliki kehidupan yang tenang, oleh sebab itu dia meminta tinggal di luar," kata Shane.
"Aku hanya memiliki seorang putra, aku tidak pernah menuntut bahwa putraku harus menikah dengan orang yang jselevel, asalkan pasangannya baik dan setia. itu sudah lebih dari cukup," ucap Sean.
"Sean, di dunia ini tidak ada wanita yang lebih serasi dengan Howard. Lessy adalah menantumu yang paling cocok untuk keluarga kalian," puji Shane.
"Baik atau tidak tergantung bagaimana dia melayani suaminya, dan apakah dia berbakti pada mertuanya. mengenai ini tentu saja harus menunggu mereka menikah baru bisa tahu," ucap Sean.
"Paman, jangan ragu denganku! aku akan menjadi istri yang baik dan menantu yang berbakti," ucap Lessy yang bangkit dari tempat duduknya.
"Istri yang baik bukan yang suka mencampuri urusan suaminya, istri yang baik tidak seharusnya mengatur pergaulan suaminya dengan temannya sendiri. istri yang baik tidak seharusnya berpura-pura di depan suaminya," ujar Howard yang melangkah masuk ke ruang tamu.
__ADS_1
"Howard, apa maksudmu? aku tidak ikut campur dalam urusanmu, dan aku juga tidak berpura-pura!" kata Lessy.
"Kau sangat mengecewakanku," kata Howard dengan tatapa kesal
"Ada apa sebenarnya? Howard, jangan menuduh sebelum memiliki bukti!" tegur Shane.
"Howard, apa yang telah terjadi?" tanya Sean.
"Dia menemui Vinvin dan menyuruhnya pergi," jawab Howard.
"Lessy, untuk apa kamu melakukan itu?" tanya Sean.
"Paman, aku hanya merasa tidak nyaman dengan Vinvin yang suka mendekati calon suamiku. aku merasa tidak salah jika aku menjauhkan wanita lain dari suamiku," jawab Lessy.
"Tapi dia bukan wanita lain, melainkan wanita yang paling penting bagiku," bentak Howard.
"Sean, Howard, kalian jangan lagi mempermasalahkan hal ini! Vinvin hanyalah orang luar, kenapa harus diributkan. sedangkan Lessy adalah menantu keluarga Ferlando. biarkan saja dia pergi!" ujar Shane.
"Orang luar? sebenarnya siapa orang luar di sini? belum menjadi istriku saja sudah suka mengatur hidupku dan mengusir temanku. bagaimana setelah kita menikah nanti? apakah kamu akan mengatur semua aktivitasku?" ketus Howard.
"Howard, apakah dia yang mengadu padamu? dia benar-benar tidak dewasa," kata Lessy.
"Kenapa aku tidak boleh cemburu? wanita yang mana bisa bersabar melihat calon suaminya bersama dengan wanita lain," ujar Lessy
"Kau harus sadar diri, karena statusmu belum termasuk istriku, aku dan Vinvin sudah berkenalan di saat aku belum mengenalmu. aku tidak suka diatur apa lagi sampai kau mengusir dia pergi dari kota ini," ketus Howard.
"Howard, kamu harus sadar dengan apa yang kamu katakan!" bentak Shane.
"Yang harus sadar itu adalah kalian, Vinvin sudah seperti putriku. sementara putrimu belum menjadi anggota keluargaku. jadi, dia tidak layak melarang Vinvin berteman dengan Howard!" kata Sean dengan tegas.
"Suatu saat Vinvin juga akan tinggal bersama kami, aku akan membuat dia hidup bebas di sini, dia dan Howard adalah sahabat yang tidak bisa dipisahkan. tentu saja, dia sangat penting bagi Howard," kata Sean dengan sengaja.
"Apakah benar yang dikatakan paman? dia sangat penting bagimu?" tanya Lessy pada Howard.
"Benar apa yang dikatakan papaku, Vinvin sangat penting bagiku, setelah dia tidak ada di sini aku baru sadar tanpa dia aku kesepian. aku merasa kehilangan dan hampa," jawab Howard.
"Kau...kau mencintainya?" tanya Lessy yang menetes air mata.
__ADS_1
"Aku tidak tahu apakah ini cinta atau bukan, tapi satu hal yang ku pastikan adalah, dia sangat penting bagiku," jawab Howard.
"Aku beri kamu dua pilihan, kita menikah dan kau tidak bisa bertemu lagi dengannya. kedua, kau bertemu dengan dia maka kita putus," ujar Lessy.
"Aku pilih ketiga, aku ingin membatalkan pernikahan kita," ucap Howard yang mengejutkan Lessy dan Shane.
"Apa, membatalkan pernikahan kita? kenapa kau tega berkata seperti itu?" tanya Lessy yang sakit hati.
"Karena kau sangat membuat aku kecewa, sudah ku ingatkan dari awal, jangan pernah ikut terlibat dalam hubungan ku dan Vinvin. tapi kau tetap saja melakukan kesalahan besar. aku tidak akan memaafkanmu!" ucap Howard.
"Kita sudah mau menikah dan kau membatalkan begitu saja," bentak Lessy.
"Howard Ferlando, apa kau ingin memalukan kami...ha? demi seorang wanita kampungan kau menyakiti putriku berulang kali. apakah kau masih seorang pria sejati," bentak Shane dengan nada tinggi
"Howard, aku tahu kau pasti mencintaiku, kan?" tangisan Lessy yang memegang tangan pria itu.
"Lessy, aku baru menyadari satu hal, mungkin selama ini aku mencintaimu tidak begitu dalam, dan aku juga sadar bahwa aku...tidak bisa kehilangan dia. aku bisa kehilanganmu tapi aku tidak bisa kehilangan dia," kata Howard yang menepis tangan Lessy.
"Itu hanya perasaan saling menghargai semata, bukan cinta. selama ini kalian memang saling mendukung tapi bukan karena perasaan cinta," ujar Lessy.
"Kau salah! selama ini aku tidak tahu kalau tanpa dia hidupku sangat hampa. dan saat aku tahu dia tidak akan kembali lagi, aku sangat sedih dan kecewa. selama dalam perjalanan menuju ke sini. aku telah berpikir dengan baik. bahwa tanpa dia aku tidak bisa bahagia. dan aku sudah sangat pasti dengan perasaanku," kata Howard.
"Wanita yang aku butuhkan adalah dia, bukan kamu. dia juga wanita yang ingin ku nikahi menjadi istriku untuk seumur hidupku," ucap Howard.
"Apa kau masih sadar dengan apa yang kau katakan? kenapa kau bisa begitu tega melakukan ini pada putriku...ha," bentak Shane yang ingin melayangkan tangan ke arah Howard.
"Menyerangku di wilayahku, adalah suatu kesalahan. apakah perlu aku tuntut," kecam Howard yang menahan tangan pria itu.
"Akhirnya kau sadar perasaanmu setelah dia tidak ada di sini," ucap Sean.
"Pa...."
"Howard, selama ini kau telah jatuh cinta padanya, hanya dirimu saja yang tidak menyadarinya,"ujar Sean.
"Pa, aku sangat bodoh, selama ini aku selalu merasa nyaman dan tanpa beban saat bersamanya. tapi aku masih tidak bisa membedakan perasaanku," ungkap Howard.
"Kau tidak boleh melakukan ini padaku!" ucap Lessy.
__ADS_1
"Aku menganti rugi semuanya, pernikahan ini tidak bisa diadakan, karena...aku hanya ingin bersamanya," kata Frankey.