Cintai Aku Tuan Duke

Cintai Aku Tuan Duke
Bab 22.Ciuman Menggairahkan (17++)


__ADS_3

...~Love Me My Lord Duke~...


Begitu tiba di kediaman Callisto, kami di sambut oleh Alfonso di depan pintu.


Carxen langsung masuk tanpa mengatakan apa-apa kepada ku. Aku segera masuk dan menyusul Carxen.


"Tuan Duke! Tunggu sebentar," aku berusaha mengejar Carxen. Langkah kakinya semakin cepat. Aku menarik jubahnya dan meraih lengannya, "Tuan Duke! Apa Anda marah kepadaku?"


Carxen menghentikan langkahnya dan langsung berbalik badan ke arahku.


"Tu-Tuan Duke..." Aku mengambil langkah mundur begitu Carxen melangkah mendekati ku.


"Tuan Duke... Anda... Anda jangan kelewatan. " Aku mencoba mendorong tubuh Carxen.


Dia membuat tubuhku bersandar di tembok, lalu mengambil tanganku dan menjepitnya di atas kepalaku.


"Jangan seperti ini di lorong!" Aku langsung memalingkan wajah.


Aku tidak berani menatap mata Carxen.


"Kenapa kau diam-diam keluar?"


"Saya tidak bermaksud membohongi Anda---"


Carxen memegang daguku dan mengangkat wajahku, membuat mata kami bertemu, "Lalu kenapa kau melakukan itu?" tanya Carxen seraya menatap ku serius.


Aku menelan ludah dengan gusar, "Kenapa Anda begitu peduli dengan apa yang aku lakukan di luar sana?"


Mendengar perkataan ku Carxen mengerutkan keningnya, tampak jelas kekesalan dimatanya. Aku terkejut begitu tangannya memukul tembok di sebelah kepala ku. Kaki ku menjadi lemas, tanganku mulai bergetar.

__ADS_1


Carxen melonggarkan genggamannya lalu melepaskan tanganku, "Sepertinya kau lupa kalau sekarang kau adalah seorang Callisto."


Dia terlihat mengusap rambutnya ke atas dengan gusar, "Apa yang harus aku lakukan denganmu sekarang?" Senyuman sensual tersungging di bibirnya yang tipis seraya melirik ku, seolah sedang menyiratkan sesuatu.


Aku meneguk ludah untuk kesekian kalinya, mataku terkunci memandangnya penuh tanya, "Ap-Apa maksud Anda?..."


Carxen menatap ku tanpa kata-kata seolah sedang berpikir. Sikapnya yang membisu membuat ku semakin gelisah dan tak bisa berpikir jernih.


"Saya peringatkan kepada Anda, sebaiknya Anda tidak melakukan sesuatu yang--Ah! Apa yang Anda lakukan!"


Carxen langsung melepaskan jubahku dengan paksa, lalu membuangnya di lantai.


"Kau harus tahu bahwa aku sudah cukup sabar menahan diri selama ini."


Carxen mengangkat ku dan menaruh ku di pundaknya, "Apa yang Anda lakukan! Turunkan aku! Sekarang!"


Dia membawa ku kedalam kamarnya.


Carxen menutup pintu lalu berjalan mendekati ranjangnya, dan membaringkan tubuhku di atas ranjang.


"Apa yang sedang Anda lakukan!?" Aku lekas menarik selimut dan menutupi tubuhku.


Carxen membuka jubahnya lalu menghampiri ku


"Apa yang sedang aku lakukan? Aku akan membuat perhitungan denganmu."


Carxen langsung menarik selimut yang menutupi tubuhku dan melepaskan sepatuku lalu naik ke atas tubuhku. Dia mencondongkan tubuhnya ke arahku membuat jantungku berdegup cepat.


"Tuan Duke! Tolong jangan seperti ini!" pungkas ku memberontak, begitu Carxen memegang tanganku dan membuat jari-jari kita terjalin.

__ADS_1


"Diam lah sebentar."


Lalu dia menciumi leherku dengan lembut. Carxen lalu menjilat tempat dia mencium ku.


"Tu-Tuan Duke...hnng..." suaraku bergetar, wajah dan telinga ku terasa panas, aku berusaha tidak mengeluarkan suara erangan, agar tidak terdengar keluar.


Carxen menghisap leherku, lalu menggigitnya dengan lembut. Aku meremas tangannya berulang kali. Dia tidak hanya berhenti sampai disitu. Dia turun sedikit di bagian bawah leherku, dan berhenti di bagian tulang selangka ku, kemudian menghisap dan menggigitnya sedikit lebih keras dari sebelumnya.


"Mmm...Hnng..." Aku menutup mata dan menggigit bibirku, berusaha menahan erangan kenikmatan yang kini berada di ujung tanduk.


Carxen berpindah dan mencium bibir bawahku lalu menghisap tempat bibirku terluka. Nafasku semakin berat, aku bisa merasakan hangat nafasnya yang tidak kalah hangatnya dari nafas ku.


Carxen mencium ku dengan penuh gairah, dia menyelipkan lidahnya ke dalam mulutku, membuat lidahnya menjelajahi setiap sudut mulutku dan bermain dengan lidahku.


Aku menutup mataku dengan erat. Rasanya seolah aku akan kehilangan akal, pikiranku semakin meracau.


'Kenapa dia melakukan hal seperti ini? Aku kira dia tidak tertarik kepada ku sedikit pun.'


Carxen terus menciumi ku seperti orang kelaparan, dia benar-benar tidak membiarkan ku mengambil nafas sejenak. Tubuhnya semakin menekan tubuhku. Aku bisa merasakan suara detak jantung yang berpacu dengan cepat. Entah suara detak jantungku atau dia.


Tangan Carxen masuk melewati bagian bawah bajuku, dan meraba bagian samping tubuhku.


Aku tidak sanggup lagi. Aku tidak mengharapkan ini terjadi. Aku harus menghentikannya sebelum dia bertindak semakin jauh.


Aku menggigit lidah Carxen, sembari menarik diri dari ciuman dan mendorong tubuhnya, "Hentikan!"


Carxen menatap mataku tanpa kata-kata, lalu mengalihkan pandangannya dengan cepat. Dia turun dari atas ranjang dan segera berdiri.


"Malam ini kau tidur saja disini."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu dia mengambil jubahnya yang tergeletak di karpet dan segera keluar dari kamar lalu menutup pintu.


__ADS_2