
...~Love Me My Lord Duke~...
Carxen melepaskan handuk yang sejak tadi bertengger di pinggangnya. Lalu menjatuhkan handuk putih tersebut di atas karpet.
Aku tersentak begitu melihat pus*ka miliknya yang berukuran tak masuk akal bagiku. Aku menjadi takut karena ini merupakan pertama kalinya. Ditambah lagi aku tidak pernah membayangkan miliknya akan sebesar itu. Bagian bawahku sudah merasa ngilu duluan.
Pikiran-pikiran kotor mulai menghampiriku. Aku sungguh merasa seperti wanita m*sum saat ini.
"Aku akan mencoba melakukannya dengan lembut, jadi santai sedikit."
'Dia bilang apa barusan. Mencoba?!'
Carxen memposisikan dirinya lalu menarik kaki ku untuk mendekat ke tubuhnya.
Dia memegangi kedua pahaku lalu membukanya selebar mungkin. Aku langsung mengerjapkan mataku dengan erat. Situasi ini sangat canggung dan memalukan.
Carxen mendorong pus*ka nya masuk perlahan-lahan, aku merasakan rasa sakit yang begitu hebat begitu pus*ka miliknya masuk.
"Nghnn! Ah~ Carxen~ Haaahh!!"
Ku remas bantal dengan kuat. Nafasku tersengal-sengal, keringat bercucuran di sekujur tubuhku.
"Tahan sebentar, jangan terlalu tegang."
Dia lalu mencium keningku dan berusaha membuatku tenang.
"Aku dengar diawal memang sangat menyakitkan. Jadi aku akan bergerak perlahan."
'Aku... Aku tidak bisa. Ini terlalu menyakitkan.'
__ADS_1
"Hnngh! Ahhnn~ Ungnnhh..."
Carxen terus mendorong pus*ka nya masuk kedalam. Didalam sana terasa berkedut-kedut dan nyeri.
"Be-Berhenti. Berhenti mendorong-Heukk!!"
Erangan ku semakin keras ketika pus*ka nya semakin terjepit kedalam, "Hngggh!!..."
Carxen memegang tanganku yang sedang meremas bantal dengan kuat. Aku merasakan sesuatu yang muncrat dan meleleh di dalam sana.
Aku berusaha mengatur nafasku seraya memandang wajah Carxen yang tak tega melihat ku.
Rasanya sangat aneh, miliknya sedang berada di dalam sana. Berada jauh didalam diriku.
"Aku berada disini sekarang."
Aku menelan ludah dengan berat, "Itu sangat... dalam..."
Dia melakukan pelepasan lagi di dalam. Sepertinya dia sangat menikmatinya.
"A-Apa kau sudah memakai pengaman?"
"Aku tidak perlu memakai itu."
"Ba-Bagaimana kalau aku hamil?"
Carxen mencium keningku hingga terdengar suara kecupan mesra di tempat dia mencium ku penuh cinta, "Itu bagus."
Aku menatapnya dengan ragu-ragu, "Apa kau menginginkan keturunan dariku?"
__ADS_1
"Kita harus segera memiliki anak bukan?"
Lalu dia bergerak ke bawah dan menjilati leher ku, kemudian menghisapnya. Aku mengerang pelan sembari meremas bantal.
Dia seperti binatang liar. Dia benar-benar mengusik waktu tidurku dengan membuatku mengerang sepanjang malam di atas tempat tidur.
Entah sudah berapa kali kita melakukannya, yang pasti aku sungguh merasa lelah saat ini.
Kini jam menunjukkan pukul 4 pagi. Carxen tidur sembari memeluk tubuh ku dari belakang.
Aku tidak bisa tidur, pinggang dan pinggulku terasa nyeri serta pegal. Ditambah lagi waktu ku hidup tersisa kurang dari setengah jam. Meski kematian sudah berada didepan mataku, setidaknya kita sudah sepenuhnya menjadi suami istri.
Aku memegang tangan Carxen, menatap cincin pernikahan kami di jari manisnya.
Kenapa waktunya belum juga berhenti. Apa sampai saat ini dia belum juga mencintai ku. Setelah semua hal yang telah kita lakukan malam ini. Aku sungguh tidak mengerti.
"Aku hanya ingin kau mencintaiku..." kata ku pelan.
"Apa maksudmu?" suara Carxen seolah tengah berbisik di telinga ku.
Aku lekas menoleh ke belakang, "Kau sudah bangun?" Aku menyentuh wajahnya dengan lembut.
Carxen mencium kepala ku, lalu menatap mataku penuh cinta, "Aku selalu mencintaimu karena kau satu-satunya istriku. Saat di medan perang, aku selalu teringat kepadamu. Rasanya aku hampir gila karena tidak bisa melihat mu sehari saja. Aku sempat berpikir untuk membakar saja tempat itu dan langsung pulang menemui mu."
Air mata mengalir melewati pelipis mataku, "Aku juga... Aku juga mencintaimu..." Aku tersenyum lembut kepada Carxen, "Aku sangat mencintaimu."
Carxen memegang wajahku, lalu mencium bibirku. Aku menutup mata, merasakan air mata terus mengalir melewati pelipis mataku.
Aku merasa sangat bahagia. Akhirnya cintaku terbalas kan.
__ADS_1