
...~Love Me My Lord Duke~...
"Mau sampai kapan kau memperlakukanku seperti sebuah pajangan di sisimu?!"
Diluar dugaan ku, ekspresi terkejut di wajah Carxen tak dapat di sembunyikan.
Aku mendekati Carxen lalu menarik lengannya, "Bukankah kau pernah bilang kalau aku ini istrimu?"
Ku tatap dia dengan sendu, air mata langsung menggenangi pelupuk mataku. Carxen mengerutkan keningnya seraya memandangku dengan sayu.
"Tapi kenapa...? Kenapa aku tidak pernah merasa bahwa aku ini istrimu?"
Carxen langsung melepaskan tangannya dari genggaman ku dan memalingkan wajahnya, "Tenangkan dirimu."
Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum lirih dan menahan segalanya. Perasaan ini. Rasa sakit ini. Sama persis ketika terakhir kali ayah mengusirku, lalu berpaling memilih selingkuhannya dan juga anak perempuan dari wanita itu.
"Jika itu yang kau inginkan..."
"Aku akan pergi untuk menenangkan diri."
Aku langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan Carxen.
Aku tidak tahu kemana aku harus pergi, langkahku semakin cepat kearah tanpa tujuan. Aku tidak ingin dia meraih tangan ku, dan membuat ku terjebak ke dalam harapan semu yang terus terulang.
Aku merasa marah, kenapa dia tidak memberitahuku soal wabah itu. Meski kami tidak seperti pasangan suami istri pada umumnya, tetap saja aku ini istrinya. Seharusnya dia memberitahu ku soal wabah itu.
Apa sampai sekarang dia tidak pernah menganggap ku sebagai istrinya. Apa karena mengurusi wabah itu, dia jadi jarang berada di rumah. Banyak hal yang ingin ku tanyakan yang selalu ku bendung dalam relung terdalam.
'Tidak! Tidak boleh! Aku tidak boleh menangis! Tidak ada yang boleh melihatku seperti ini.'
Aku terus mengusap-usap pelupuk mataku, namun air mata terus mengalir merambat menyentuh pipiku, "Ukh...hng...hic...hic..."
__ADS_1
"Nona Viola?"
Suara Kyle terdengar jelas di tengah-tengah suara bising di sekeliling ku. Aku langsung mengangkat kepala dan menatap ke depan.
"Apa Nona baik-baik saja?"
Mengapa orang itu harus kau. Mengapa di setiap kebuntuan yang kutemui selalu ada kau yang berdiri disana.
"Nona Viola. Apa Nona baru saja menangis?" Tangan Kyle perlahan memegang wajahku dengan hati-hati.
"Hati saya terasa sakit melihat Nona seperti ini," sorot mata Kyle tampak sendu.
Kenapa? Kenapa dengan tatapan mu itu? Kenapa sejak kemarin kau terus memandangku dengan rasa sakit? Apa kau merasa kasihan kepada ku?
Ku tepis tangan Kyle yang masih bertengger di wajahku, "Jangan menyentuh orang sembarangan Tuan Kyle. Apa Anda tidak tahu etika dasar?"
"Maafkan kelancangan saya," kata Kyle pelan.
"Langsung saja ke intinya Tuan Kyle," kata ku dengan tegas.
"Apa yang ingin Anda katakan kepada saya?" imbuhku.
Kyle berlutut dihadapan ku lalu mengangkat kepalanya dan menatapku, "Saya menyukai Anda, Nona Viola."
Lalu Kyle meraih tanganku dan mengecupnya, "Sejak pertama kali saya melihat Nona Viola, saya langsung jatuh hati kepada Nona."
Aku tidak tahu bagaimana harus merespon tindakan Kyle. Padahal Kyle bisa semudah ini jatuh hati kepada ku. Tapi mengapa begitu sulit bagi Carxen untuk menerimaku sebagai istrinya.
"Yang Mulia. Omong kosong macam apa yang baru saja keluar dari mulut Anda?"
Aku lekas menoleh ke belakang begitu mendengar suara tersebut.
__ADS_1
Carxen berjalan menghampiriku dengan tatapan tajam ke arah Kyle. Kyle segera berdiri dan menatap Carxen. Ini pertama kalinya aku melihat tatapan Carxen yang semarah itu.
'Tunggu! Yang Mulia? Jangan bilang Kyle itu...'
Kenapa aku tidak menyadarinya sebelumnya. Rambut yang berwarna kuning keemasan, sorot mata yang keunguan seperti permata amethys, adalah ciri-ciri fisik keluarga kerajaan.
"Saya ulangi. Omong kosong macam apa yang baru saja Anda katakan kepada istri saya, Yang Mulia Putra Mahkota?"
Kyle menatap Carxen dengan dingin.
"Saya tidak memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan Duke Callisto."
"Apa?" tanya Carxen dengan nada yang tinggi.
"Saya dengar Duke sendiri yang menjadi notarisnya. Tentu saja pernikahan ini demi kepentingan politik, bukan begitu?"
Apa yang sedang mereka bicarakan. Aku sungguh tidak mengerti. Aku tiba-tiba merasa sangat pusing.
Kepalaku tiba-tiba terasa sakit, dadaku juga serasa sesak. Aku merasakan sesuatu mengalir dari dalam hidungku.
"Nona Viola?!"
Kyle menatapku dengan mata yang melebar, seakan dia terkejut.
Carxen menangkap tubuhku, wajahnya tampak sangat khawatir.
"Viellen!!"
Pandanganku dengan cepat semakin kabur. Suara disekitar semakin teredam dan perlahan tak terdengar lagi.
'Ahh~ Ada apa denganku?...'
__ADS_1