Cintaku Gadis Tengil

Cintaku Gadis Tengil
Bab 10


__ADS_3

"apa ini sudah saatnya gue jujur yah sama mereka, apalagi mereka kan sahabat gue pasti bisa dipercaya"ucapnya dalam hati


"woyy,,ditanyain malah ngelamun aja" teriak Vivi sehingga murid-murid yang ikut makan dikantin memperhatikan mereka.


"se-sebenarnya g gue sama pak Ken emmm,,"ucapnya gugup..


"permisi ini makanannya" ucap mbak Dian pelayan dikantin.


"oh,,iya terima kasih mbak" ucap mereka bertiga


"nanti pulang sekolah gue jelasin, mending makan dulu laper gue"


setelah makan mereka kembali ke kelas.


"gue ke toilet sebentar kalian duluan aja" ucap irly


setelah keluar dari toilet, tiba-tiba saja tangan irly ditarik oleh seseorang dari belakang.


"pak Ken,,kenapa tarik-tarik tangan saya? lepasin sakit ini!" ucapnya sembari ingin melepas cekalan tangan Ken.


Ken tidak semudah itu melepasnya,ia merasa jika irly menghindari nya semenjak kejadian tadi pagi.


"nanti pulang bersama saya!" ucapnya tegas.


"memangnya bapak siapa,minta pulang bersama,saya tidak mau!" tolak nya yang tak kalah tegas dari Ken.

__ADS_1


"kamu adalah calon istri saya,tidak ada penolakan atau saya akan mencium mu kembali,, sepertinya saya sudah candu dengannya" ucap Ken sembari menunjuk bibir irly.


"pak Ken mesum,," teriaknya kesal.


"kenapa wajah mu memerah,apa kamu mau mengulanginya atau bahkan ingin lebih,? saya bersedia untuk melakukannya untukmu" ucap Ken semakin menggoda irly.


"Stopp,berkata seperti itu,bapak itu guru tidak seharusnya bapak,,,," belum selesai ia berbicara.


"ba-bapak mau apa jangan mendekat atau saya akan berteriak" ucap irly gugup.


Ken mendekatkan wajahnya pada irly yang hampir tidak berjarak ia menatap irly dengan tatapan penuh arti.


"oke,, baiklah kita pulang bersama puas!"


Ken memundurkan langkahnya kebelakang dan tersenyum sumringah penuh kemenangan.


"Lo dari mana aja,ke toilet lama bener,,liat tuh udah hampir 30 menit Lo ketinggalan pelajaran untung pelajaran pak Dadang jadinya aman-aman aja" omel Vivi


"sorry lama,tadi perut gue sakit,, mungkin kebanyakan makan sambel tadi" ucapnya bohong.


"yang dibelakang jangan berisik cepat kerjakan tugasnya!" ucap pak Dadang tegas.


sudah waktunya pulang sekolah mereka berjalan menuju parkiran.


"guys,sorry yah gue ga bisa ikut bareng soalnya nyokap gue telepon katanya Oma masuk rumah sakit jadi gue duluan yaa" ucap Agnes.

__ADS_1


"oke gapapa, berarti besok Lo harus cerita sama kita" ucap Vivi melirik ke arah irly.


"iya,gue bakal ceritain semuanya,nes semoga Oma Lo cepat sembuh yah"


"iya thanks guys,,gue duluan byebye"


"Lo ga bawa mobil? bareng aja yok"


"lain kali aja deh,,gue dijemput sama sepupu gue"


"sepupu? dari mana perasaan Lo ga punya saudara disini?" tanya Vivi penasaran.


"iya sepupu gue namanya Niko baru pulang dari LN kemaren,tadi dia yang anter gue makanya ga bawa mobil" jelas irly


"oalahh,,gitu toh yowes gue tunggu sampe sepupu Lo Dateng aja,,siapa tau cakep bisa gue embat hehe"


"yee,,dia mah imut wajahnya ga kek Lo amit-amit haha"


"sadiss banget sih Lo bestie sendiri juga bukannya didukung malah diledekin" ucap Vivi dengan wajah cemberut.


"utuututu,,mukanya biasa aja kali ga usah cemberut gitu dah jelek tambah jelek nanti haha"


"jelek-jelek gini juga banyak yang suka"


"iya dah bestie gue yang satu ini paling cantik dan tidak tertandingi"

__ADS_1


"btw ,itu pak Kenzo ngapain yah dari tadi perhatiin ke arah kita Mulu? ucap Vivi


•••••••••••••••••••••••••••••Continue•••••••••••••••••••••••••


__ADS_2