
Hmptttt,,,,,
Irly yang baru saja keluar dari kelas tiba-tiba muncul dua orang berpakaian serba hitam,mereka membekap mulut irly agar tidak berteriak,tidak lama dari itu karena pengaruh obat irly jatuh pingsan.
Brukk,,
"bawa Jon,, hati-hati jangan sampai lecet,,jika tidak tuan akan menghabisi mu" ucap seseorang.
dikafe depan sekolah,Agnes dan Vivi sudah menunggu irly selama 1 jam tetapi belum ada tanda-tanda bahwa irly akan datang,mereka mencoba menghubungi nomor irly tetapi tidak aktif.
"Vi gimana nih,ponselnya masih ga aktif juga,,apa kita susulin aja yah ke kelas?" ujar Agnes.
"ayo,,gue juga takut irly kenapa-napa"
disebuah gedung yang sudah dihiasi pernak-pernik,bunga dll.
"bagaimana dad,bagus kan desainnya?" tanya Reina yang membantu menata bingkai foto didepan gedung masuk
"perfect mom,istrinya siapa sihh kreatif banget" ucap Al sembari mencubit hidung Reina.
"ish,,dad sakit" rengeknya.
"ya sudah kita lanjutkan besok lagi,, sekarang kita pulang dulu istirahat sudah hampir gelap" ujar Al.
__ADS_1
Vivi dan Agnes sudah mengelilingi setiap sudut sekolah tetapi irly masih tidak ketemu,bahkan mereka juga sudah menanyakan kepada satpam yang berjaga disana.
"vi,gimana nih gue khawatir,nggak biasanya irly pergi gitu aja tanpa kabarin kita" ucap Agnes dengan wajah panik
"kita harus tanya group kelas,siapa tau tim yang ikut piket melihat irly" ujar Vivi
Group Class IPS 2
~Guys, sorry ganggu waktunya sebentar,gue cuma mau tanya tim piket kelas tadi ngeliat irly gak?~ Vivi lestari
~Gue sih tadi liat quirly ke toilet dulu sebelum pulang,katanya sih mau cuci tangan bentar,abis tuh gue pulang duluan~ Fina
Tingg,,Tingg
Brakk,,,
Ken mengebrak meja,saat melihat chat Group sedang membicarakan tentang irly yang hilang
"Sial,, ponselnya tidak aktif" gumamnya dengan wajah marah,panik,dan khawatir bercampur menjadi satu.
Ken memencet tombol kecil yang bisa langsung tersambung ke ruangan sebelah.
"Kevin, keruangan saya sekarang!" ucapnya dengan nada tinggi
__ADS_1
"Permisi bos,ada yang bisa saya bantu?" tanya nya dengan wajah penasaran melihat bos sekaligus sahabat dalam keadaan kacau.
"lacak letak lokasi dimana nomor ini sekarang,saya kasih waktu 10 menit" katanya dengan tegas.
tanpa menunggu Kevin langsung meminjam laptop Ken untuk mencari keberadaan nomor ponsel irl.
ceklek,,
Kenzo mendengar suara pintu terbuka ia segera menoleh, sedangkan Kevin tidak menghiraukannya ia masih fokus pada laptop nya.
"Gio,, ngapain loe kesini?" tanya Kenzo dengan nada yang tidak ramah,mereka berdua memang seperti kucing dan tikus tetapi mereka selalu memiliki pemikiran yang sama.
"suka-suka gue donk,,kan gue juga salah satu pemilik saham di perusahaan ini, walaupun gak sebanding sama loe" ucapnya sambil duduk disebelah Kevin
"loe berdua bisa diem ga sih!" teriak Kevin
"loe ngapain sih serius amat? kerja tuh dibawa enjoy aja jangan terlalu serius toh hidup juga gini-gini aja kadang diatas kadang didepan" ucap gio sambil memegang pundak Kevin.
kevin yang memiliki kemampuan seperti hacker dengan gerak cepat ia berhasil mendapatkan lokasi tersebut dalam waktu 8 menit saja.
"Bos ketemu,kita harus berangkat sekarang karena lokasinya lumayan jauh dari sini" ucap Kevin
"Kita ke sana sekarang,pake mobil gue" ucapnya sambil meraih kunci mobilnya.
__ADS_1
"Woyy,,anjirr gue masih pengen hidup" teriak Gio