
Niko mendengus kesal karena irly lebih memilih Ken dari pada dirinya, tetapi ia juga tidak bisa apa-apa karena mereka juga hanya sepupu bahkan ia sangat menyayangi irly layaknya seorang adik kandung.
irly dan Ken sudah berada didalam mobil, irly yang melihat Ken diam saja tanpa menjalankan mobilnya ia pun mulai berinisiatif sendiri mencari kotak obat dan perlahan mengobati sudut bibir Ken yang sedikit memar.
"makanya lain kali tuh jangan asal bawa anak orang pergi gitu aja,gini kan jadinya" ucapnya sambil menekan luka Ken.
"auwhhs,, pelan-pelan donk jangan ditekan seperti itu" ucapnya sambil menahan tangan irly.
"sorry,sengaja lagian salah sendiri pake acara gendong tanpa izin,bapak tau tidak jika menggendong wanita yang bukan istri nya itu namanya bukan muhrim kata temen saya dan itu juga ada undang-undangnya di,,,"
Cup...
belum selesai ia berbicara Ken membungkam mulutnya dengan mengecup sekilas bibirnya.
"ishh,,,pak Ken mesum" teriak irly sembari melempar kapas yang ia pegang ke wajah Ken.
"kau itu sangat cerewet seperti jangkrik yang saya pelihara di rumah" ucap Ken santai dan menjalankan mobilnya.
"enak aja gue yang cantik membahana,disamain seperti jangkrik, dari pada dia seperti nebula kaku dan dingin"gumamnya lirih yang masih bisa didengar oleh Ken.
__ADS_1
"saya masih mendengarnya quirly Anastasya dan ingat baik-baik jika kamu sedang berbicara dengan orang yang lebih tua, ucapannya bisa diubah menjadi kata-kata yang lebih sopan" ucap Ken yang masih fokus menyetir.
quirly tidak menanggapi lagi ia mengahlikan wajahnya ke luar jendela.
Ting,,
suara ponsel milik ken berbunyi pertanda pesan masuk secara beruntun.
"Pak itu ponselnya dilihat dulu,berisik sakit ini kuping saya dengernya" ucap irly.
"kamu tidak lihat saya sedang menyetir,bahaya jika menyetir sambil bermain ponsel" ucap Ken.
"tolong angkat kan dan loud speaker" pinta Ken pada irly.
"dikira gue pelayan apa" cibirnya sambil memencet tombol hijau dilayar ponsel Ken.
"halo sayang,,kamu kemana saja beberapa hari ini,aku kirim pesan tidak dibalas dan aku telepon juga tidak pernah diangkat" ucap seseorang diseberang sana.
Deg,,,
__ADS_1
irly yang mendengar orang itu memanggil ken dengan sebutan sayang,rasanya sesak dan menahan air matanya,bisa dibilang jika irly sudah memiliki rasa untuk Ken entah itu rasa sayang atau cinta ia sendiri belum menyadarinya.
"Kania,maaf saya sibuk dan jangan pernah memanggil saya dengan sebutan itu lagi atau saya tidak akan pernah memaafkan mu!" jawab Ken tegas dan langsung mematikan panggilannya secara sepihak.
yah Kania adalah sahabat Ken sedari kecil,usia Ken dan Kania terpaut 3 tahun,Kania terbiasa dengan panggilannya kepada Ken ia sudah menyukai Ken sejak mereka SMP, tetapi berbeda dengan Ken yang hanya menganggap Kania sebagai sahabat.
"lho pak kenapa dimatiin? orangnya belum selesai berbicara?" tanya irly yang sedikit merasa senang karena Ken menjawab wanita itu dengan nada dingin.
"tidak penting" jawab Ken.
irly yang mendengar Ken berkata seperti itu tanpa ia sadari ia tersenyum manis menatap wajah Ken.
"kenapa kamu menatap saya tersenyum seperti itu? yah saya menyadarinya jika saya memang lah tampan" ucap Ken yang masih mempertahankan wajah datarnya padahal ia ingin tertawa saat melihat wajah irly berubah menjadi merah.
irly tersadar dan segera memalingkan wajahnya kesamping ia merutuki dirinya mengapa bisa ia menatap Ken seperti itu.
"a apaan saya ga liatin bapak yah! saya hanya tidak menyangka saja jika ada wanita yang menyukai pria kaku dan dingin seperti anda!" ucap irly gagap tanpa melihat ke arah Ken.
•••••••••••••••••••••••••••••Continue•••••••••••••••••••••••••••
__ADS_1