Cintaku Gadis Tengil

Cintaku Gadis Tengil
Mengikhlaskan


__ADS_3

Ken merasa jika irly mulai melepaskan pelukannya,ia langsung mengeratkan pelukannya kembali.


"biarkan seperti ini,jika bisa membuat mu lebih tenang" ucap Ken.


"pak apakah saya boleh bertanya?"


"kamu mau bertanya tentang apa?"


"apakah bapak mencintai saya?" tanya irly sambil menatap mata Ken.


"ya,saya mencintaimu quirly Anastasya" tegas Ken


"jujur saja sejak pertama kali saya bertemu kembali dengan mu itu membuat saya selalu ingin bersama mu,menjaga dan melindungi mu tanpa kamu tau,saya juga sudah berjanji kepada diri saya sendiri untuk menjadikan mu milikku, walaupun itu terdengar egois tetapi saya benar-benar sudah jatuh cinta padamu dan sangat menyayangimu bahkan lebih dari diri saya sendiri" jelas Ken lagi sambil memegang kedua tangan irly.


Dibalik pintu ada seseorang yang tersenyum, melihat kejadian itu awalnya ia ingin masuk untuk melihat kondisi irly tetapi diurungkan karena melihat mereka sedang berbicara serius.


"Terima kasih atas cinta yang bapak berikan,saya tidak menyangka jika bapak bisa berkata-kata seperti ini,maaf jika saya selalu merepotkan bapak dan membuat bapak marah setiap saat" ucap irly sendu..


"tidak,kamu sama sekali tidak merepotkan saya, justru saya sangat bahagia jika bisa terus dekat denganmu walaupun kamu agak nyebelin sih" ucap Ken dengan tersenyum.


"Pak Ken,ayo menikah!" ucap irly dengan tegas.

__ADS_1


"haa?"


Ken terkejut mendengar irly mengajaknya menikah secara tiba-tiba,bahkan setaunya irly sama sekali tidak pernah menyukai dirinya.


"Kamu serius?"


"ya,aku ingin mewujudkan keinginan orang tua ku untuk terakhir kalinya dan aku rasa,aku juga sudah mulai sedikit menyukai bapak" ucap irly dengan tenang walaupun jantungnya berdetak kencang saat ini.


Ken menggelengkan kepalanya


"Bapak tidak mau menikah sama saya?" tanya irly dengan kedua tangannya yang sudah didepan dada.


"Tidak!" jawab Ken singkat.


"Hmptttt"


irly mendorong tubuh Ken dengan sekuat tenaganya,nafasnya sudah hampir habis tetapi Ken seolah tidak memperdulikan hal itu ia tetap mencium irly dengan ganas bahkan ia sempat mengigit pelan bibir irly agar ia bisa mengekspos semuanya.


"Haaaaaaahhhh"


Ken melepaskan ciumannya dan berkata..

__ADS_1


"Quirly Anastasya maukah kamu menjadi pendamping hidup saya?" tanya Ken dengan tatapan penuh arti.


"pak Ken,,bukannya tadi?" ucap irly dengan wajah bingung.


"saya laki-laki,jadi saya yang seharusnya bertanya seperti itu dan saya akan mengulangi nya kembali, Quirly Anastasya Mavericks maukah kamu menjadi istri saya, beserta ibu dari anak-anak kita nanti" tegas Ken sembari melepaskan jam tangan yang ia pakai.


ia menyodorkan jam tangan nya kepada irly sebagai tanda ia melamar nya.


"ya,aku mau,,"jawabnya sambil tersenyum manis dan mengulurkan tangannya untuk menerima jam tangan milik Ken.


ken, memakai kan jam tangan miliknya ke pada irly,dengan perlahan ia memasangnya setelah itu ia mengecup tangan irly.


"terima kasih,saya janji akan membahagiakan mu dan saya pastikan hari ini adalah hari terakhir kamu mengeluarkan air mata mu" ucap Ken sembari mengusap wajah irly.


...----------------...


"Bagaimana apakah kalian sudah mendapatkan informasi tentang putri saya?" ucap seseorang lewat telfon.


"maaf tuan,kami masih berusaha untuk mencari nona" jawab seseorang dengan wajah blasteran kanada-indonesia.


"Tidak becus! sudah 3 bulan kalian berada disana tetapi hasilnya nihil,saya tidak mau tau besok pagi kalian harus menemukan nya atau kalian akan mendapatkan hukuman berat" ucapnya tegas dan menutup telfonnya.

__ADS_1


••••••••••••••••••••••••••••••Continue•••••••••••••••••••••••••


__ADS_2