
Kenzo, Kevin, dan Gio telah tiba di depan mansion milik Tuan Barley. Mereka memarkirkan mobil agak jauh dari gerbang agar tidak terdeteksi saat memantau kondisi untuk mencari keberadaan Irly.
"Vin, aku harus masuk ke sana untuk mencari Irly. Aku tidak bisa diam di sini terus-terusan," ucap Ken sambil memukul stir.
"Sabar, sebentar lagi Ken. Lihatlah anak buahnya sangat banyak. Kita tidak mungkin bisa melawan mereka," tegas Kevin.
"Ayo turun, biar aku yang bicara sama mereka," ajak Gio.
"Kamu bercanda, tidak semudah itu Gio. Kalau kita terobos sekarang, nyawa calon ipar kita akan terancam," ungkap Ken.
"Lihat di depan, itu adalah Reyn, asisten pribadi Tuan Barley Buana, pemilik Buana Corp. Kita bisa berbicara dengannya," ujar Gio sambil menunjuk ke arah Reyn yang baru saja keluar dari pintu utama.
"Apa jangan-jangan Irly diculik karena mereka tahu jika Irly adalah calon istri bos. Mereka sempat kalah tender Minggu lalu. Pasti mereka memiliki dendam terhadap perusahaan kita, makanya mereka memakai Irly untuk dijadikan sandera," jelas Kevin.
"Ba*ingan, jika terjadi sesuatu pada Irly, maka kalian semua tidak akan pernah dimaafkan," teriak Kenzo.
"Hubungi semua anak buah yang ada di markas sekarang," pinta Ken dengan wajah menyeramkan.
...----------------...
__ADS_1
"Baiklah, tapi aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan itu sebelum hasilnya keluar," ucap Irly sambil menatap tajam ke arah Tuan Barley.
"Hmm, terserah padamu. Sekarang makanlah terlebih dahulu. Saya tidak ingin maagmu kambuh," ucap Tuan Barley lembut sambil menyodorkan makanan kepada putrinya.
"Dari mana dia bisa tahu kalau aku memiliki maag?" tanyanya dalam hati.
"Karena saya sudah mencari tahu semua tentangmu saat saya berhasil menemukanmu," ucap Tuan Barley lagi.
Irly tidak menjawabnya. Ia langsung melahap makanan yang sudah tersedia.
"Bisakah tolong tinggalkan saya sendiri sekarang?"
"Baiklah, jika butuh apa-apa kamu bisa memencet tombol di bawah kasur untuk memanggil pelayan. Selamat istirahat, putriku."
"Mas Kenzo, aku rindu. Bagaimana jika terbukti bahwa aku adalah putrinya? Tidak mungkin jika aku bisa melanjutkan pernikahan kita," gumamnya lirih.
Kenzo mengarahkan seluruh anak buahnya untuk berpencar. Mereka diam-diam memasuki mansion Tuan Barley.
"Gio, kamu ikut aku. Kevin, kamu sama Zack, dan yang lainnya ikut arahan saya," ucapnya datar.
__ADS_1
Mereka melempar bom asap terlebih dahulu. Setelah semuanya aman, satu persatu dari mereka mulai memasuki kediaman Tuan Barley.
Tuan Barley dan Reyn sudah tahu dari awal jika Kenzo pasti akan mencari Irly. Sebelum itu, mereka telah siap untuk menyerahkan keputusan kepada Irly.
"Semoga saja putriku mengambil keputusan yang tepat, Reyn," ucap Barley sambil menatap CCTV di mansionnya.
"Semoga saja, Tuan. Kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya," ucap Reyn.
"Vin, kamu cari di ruang sebelah. Biar aku yang di sini," perintah Kenzo.
Irly belum tidur. Ia hanya memejamkan matanya saja. Hati dan otaknya sedang bertengkar hebat. Tiba-tiba saja...
Brak...
Suara pintu terbuka dengan keras. Irly langsung membuka matanya dan turun dari kasur. Ia menghampiri pintu terbuka dan...
"M-mas Kenzo," gumam Irly. Ia memang berharap jika Kenzo datang untuk menjemputnya. Tetapi setelah melihat rekaman tersebut, ia menjadi bingung dan ragu.
Hayo, lo kira-kira rekaman apa ya yang dilihat oleh Irly?
__ADS_1
Hmm...
Ikuti terus ceritanya. Walaupun masih pemula, penulis akan mencoba untuk membuat cerita ini sebaik dan semenarik mungkin. Terima kasih untuk para pembaca.