Cintaku Gadis Tengil

Cintaku Gadis Tengil
Bab 9


__ADS_3

Tok,,tok,,tokk


"Masuk" ucap Ken dari dalam ruangan.


"kenapa gue deg-degan gini yah,,aishh jantung gue kenapa berdetak kencang banget" Gumamnya sambil memegang knop dan masuk keruangan Kenzo.


"pe-permisi pak" ucapnya gugup


"duduk" ucap Ken datar yang masih fokus melihat laptopnya.


hening beberapa menit irly yang merasa semakin gugup dan Ken menutup laptopnya ia menghampiri irly yang masih duduk didepannya sedang melamun.


CUP....


irly terkejut seketika matanya membulat,jantungnya semakin berdetak kencang,irly yang berusaha mendorong tubuh Ken agar menjauh darinya tetapi kekuatannya kalah kuat tenaga Ken lebih besar sehingga Ken semakin memperdalam ciumannya,Ken menahan tengkuk lehernya agar seimbang denganya.


emphttttt,,hmpttt,,


Ken sadar jika irly sudah susah bernafas,ia segera melepas ciumannya.


"Haaaa,,,pak Ken gila yahhh!!" teriaknya marah nafasnya yang sudah hampir habis akibat ulah pak gurunya itu, kemudian ia mendorong kencang tubuh Ken,hingga Ken kehilangan keseimbangannya.


Bukkkk,,,


irly sangat marah kepada Ken,sebab itu adalah ciuman pertama nya, padahal awalnya irly akan menjaga ciuman pertamanya hanya untuk suami nya nanti tetapi apalah daya nasi sudah jadi bubur , ciuman pertamanya sudah dirampas oleh guru nya sendiri.

__ADS_1


"auwhhh,, ringisnya sambil memegang pinggangnya yang terkena benturan meja"


irly sedikit merasa bersalah karena telah mendorong Ken dengan kencang,ia menghampiri Ken dan membantunya berdiri.


"sini pak biar saya bantu" ucapnya sendu.


Ken, terkejut melihat irly yang ingin membantunya, padahal ia berpikir jika irly akan segera pergi dari ruangannya dan tidak ingin bertemu dengannya lagi.


"pak,,pak heiii,," teriak irly


"haa,,i-iya kenapa?" tanyanya gugup


"bapak yang kenapa? mau dibantu berdiri malah ngelamun" ucapnya kesal.


Ken tersadar dari lamunannya ia segera dipapah oleh irly untuk duduk di sofa.


"maaf,maafkan saya yang sudah bersikap kurang ajar kepada kamu,tapi percayalah saya tidak suka jika melihat mu berdekatan dengan pria lain apalagi sampai berpelukan seperti itu" ucap Ken dengan lembut.


irly merasa terharu mendengar penjelasan Ken ia menjadi semakin merasa bersalah, ingin meminta maaf tetapi dirinya memiliki gengsi yang tinggi melebihi menara Eiffel.


irly tidak berkata apapun ia melepas cekalan tangan Ken dan segera berlari menuju kelasnya.


"keknya besok gua harus ke dokter deh,buat periksa jantung gua yang udah ga beres" gumamnya lirih.


bel istirahat telah tiba,semua siswa-siswi berhamburan keluar kelas tak terkecuali irly and the geng.

__ADS_1


"mau pesen apa guys,biar gue pesan kali ini gue yang traktir " ucap Vivi.


"tumben nih anak kesambet apaan dah" ucap Agnes


"kalo Lo ga mau biar punya irly aja yang gue bayarin,,wlee" ucap Vivi sembari menjulurkan lidahnya keluar.


"dihh enak aja,,ga baik tau narik perkataan yang sudah diucapkan pamali,,yah ga ly?" ucapnya sembari melihat kearah irly yang sejak tadi melamun.


"ha,,apa?" tanya irly bingung


"anjirrr nih bocah dari tadi kita ngomong ga didengerin" ucap Agnes kesal.


"sorry gue lagi ga enak badan jadi bawaannya ga fokus" ucap irly lesu.


"ya udah gue pesen seperti biasanya aja" ucap Vivi


setelah memesan makanan Vivi kembali ke tempat nya ia penasaran dengan hubungan irly dan pak Ken,ia merasa sepertinya ada yang tidak beres diantara mereka berdua.


"ly,gue mau tanya tapi Lo harus jawab jujur" ucap Vivi dengan wajah serius.


"elah,, mukanya biasa aja kali ga usah serius-serius banget" ucap Agnes.


"Lo diem dulu!"


"iya mau nanya apa gue jawab sebisa gue"

__ADS_1


"sebenarnya ada hubungan apa antara Lo sama pak Kenzo?"


••••••••••••••••••••••••••••Continue•••••••••••••••••••••••••••


__ADS_2