Cintaku Gadis Tengil

Cintaku Gadis Tengil
Hasil Tes DNA?


__ADS_3

"Sayang," ucap Kenzo dengan wajah bahagia sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Irly. Ia justru tidak meraih tangan Ken, malah ia memundurkan langkahnya ke belakang. "Hey, Quirly, aku datang untuk menjemputmu. Ayo, kita keluar dari sini sebelum mereka sadar," ucap Kenzo lembut sembari ingin meraih tangan Irly. Lagi-lagi Irly menghindari Ken. "Maaf, Mas, aku tidak ingin kembali dulu. Biarkan aku di sini sampai besok," ucap Irly dengan nada sendu sambil menahan tangisnya.


"Apa maksudmu? Kita akan menikah besok lusa dan kenapa kamu berada di sini di mansion musuh keluarga ku?" teriak Ken penuh penekanan ia yang tidak terima jika Irly menolak untuk kembali ke mansion miliknya. Irly merasakan sakit hati dan kecewa karena Kenzo membentak dirinya, tidak terasa air matanya lolos begitu saja.


Kenzo yang sudah hilang kendali dengan emosi yang tidak stabil ia meraih tangan Irly dengan kasar dan menariknya keluar dari ruangan itu. "Mas, lepas, sa-sakit... hikss," Irly merintih kesakitan. Kenzo tidak menghiraukan rintihan Irly ia semakin menariknya hingga ke ruang tamu di mansion Tuan Barley.


"Lepaskan putriku!" teriak Tuan Barley dari belakang. "Putri? Hahaha, Anda tidak salah minum obat? Apakah begini cara Anda berbisnis? Kalah tender dan menyandra calon istriku haa?" ucap Kenzo dengan nada tinggi dan wajahnya yang sudah merah akibat emosinya. Irly terdiam mendengar perkataan Kenzo.

__ADS_1


"Apa kalah tender? Menyandra? Tapi bagaimana dengan rekaman itu?" Ia bertanya-tanya sendiri. "Ya, Quirly Anastasya alias Leyla Putri Buana adalah putriku yang menghilang selama 18 tahun," tegas Barley. "Tidak mungkin! Saya tahu otak licik Anda yang tidak bisa menerima kekalahan!" teriak Kenzo yang hampir saja memukul Barley jika Irly tidak menahannya.


"Quirly, jangan menahanku, aku akan memberi pelajaran kepada Tua Bangka ini karena sudah berani mengusik milikku!" ucap Ken dengan nada tinggi.


Lagi-lagi Kenzo membentak dirinya sehingga membuat dia menunduk ketakutan. "Jangan pernah membentak putriku atau kau akan menerima akibatnya," teriak Barley. "Please, hentikan semua ini!" teriak Irly.


"Tidak! Kamu tidak boleh lagi menemuinya setelah ini," tegas Kenzo.

__ADS_1


"Baiklah, maaf, Mas, aku akan tetap berada di sini sampai aku melihat sendiri hasil tes DNA tersebut," ucap Irly yang tidak kalah tegas dari Kenzo. Kenzo tidak rela jika membiarkan Irly tinggal satu atap dengan musuh keluarganya, ia pun setuju dengan keputusan Irly.


"Kevin, lo bawa mobil," perintah Ken. "Sampai bertemu besok, putriku," ucap Tuan Barley saat melihat kepergian putrinya.


Kenzo dan Irly duduk bersebelahan, keduanya diam tidak ada suara sama sekali. Mereka berperang dengan pikiran mereka masing-masing. Kenzo membawa Irly ke apartemen miliknya agar daddy dan mommy-nya tidak khawatir, apalagi sudah jam 1 malam. Tidak terasa, setelah perjalanan beberapa jam, mereka sudah sampai. Kenzo yang melihat Irly ketiduran segera menggendongnya, walaupun ada rasa kesal dalam dirinya. Ia juga tidak tega membangunkan Irly. Terlihat jika ia sangat kelelahan hari ini.


"Selamat tidur, Sayang. Maaf jika aku sudah membentakmu tadi dan berbuat kasar padamu, tapi jujur, aku sangat takut kehilanganmu," ucapnya sendu sambil mengecup kening Irly, dan menyusul Irly ke dalam mimpinya.

__ADS_1


__ADS_2