Cintaku Gadis Tengil

Cintaku Gadis Tengil
Nikah dadakan?


__ADS_3

"elo,,?" pekik agnes.


"cewek bar-bar" ucap Gio


"eh,,loe tuh pria ceroboh" ucapnya tidak terima.


tanpa menjawab gio mendekati Agnes secara perlahan


"mau ngapain loe,,jangan macam-macam yah,,atau gue teriak" ucap Agnes yang sudah was-was.


Gio tidak menghiraukan perkataan Agnes ia semakin mendekat dan,,,


tok,,tok,, tok


terdengar suara ketukan pintu mobil dari luar gio menoleh kebelakang.


Agnes yang ingin mendorong tubuh gio,tanpa sengaja gio menoleh.


Cup,,


bibir mereka bertemu ,,, membuat keduanya membulat kan matanya.


"hey,, keluar kalian berdua " teriak seseorang dari luar.


Agnes terkejut dan mendorong gio dengan kuat sehingga membuat kepala Gio terpentok.

__ADS_1


"auwh,,gadis gila,,shh" ringisnya.


"so sorry,,kenapa tiba-tiba banyak orang diluar sana?" tanya Agnes.


"mana gue tau,, cepetan keluar sebelum pintu mobil gue rusak"


ada beberapa warga juga pak ustadz yang melihat dua mobil berhenti,,mereka segera menghampirinya dan melihat jika terdapat pria dan wanita didalamnya.


"lihatlah pak ustad,, pasti mereka habis melakukan hal tidak benar didalam sana" ucap salah satu dari mereka.


"maaf bapak-bapak,,ini semua hanya salah paham" ucap gio,, sedangkan Agnes merasa takut saat ini ia merasa bersalah karena dirinya yang sembarangan masuk kedalam mobil gio.


"salah paham apaan,, buktinya sudah ada didepan mata" ucap salah satu warga sembari menunjuk bibir gio yang terkena lipstik Agnes.


"udah pak ustadz nikahkan saja mereka,,daripada semakin parah nantinya"


kata beberapa dari mereka,, semakin banyak yang menyoraki gio dan Agnes,,hingga Agnes yang tadinya diam membuka suara


"Sekali lagi kami minta maaf,, untuk semuanya kami memang sepasang kekasih dan akan menikah Minggu depan jadi wajar donk jika berciuman apalagi sudah tahun 2023 tidak ada larangan,, yang penting tidak melewati batas." jelasnya dengan tegas.


"alah omong kosong"


"pasti pembelaan diri tuh"


"mana ada maling ngaku"

__ADS_1


"saya punya bukti" ucap gio sembari mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan kartu undangan yang telah dicetak.


'untung aja gue,,punya sisa undangan pak bos" ucap gio dalam hati.


"baiklah,,lain kali jangan berhenti ditengah jalan,,agar kejadian ini tidak terulang kembali " ucap pak ustad dan mereka pun meninggalkan Agnes dan gio.


"Huh,, selamat " gumam Agnes.


"lihat, sekarang siapa yang ceroboh elo atau gue" gerutu gio.


"ya ya sorry,,lagian salah loe juga sih ngajak debat segala jadinya kan kena grebek" ucap Agnes membela diri,,toh mana ada perempuan mau ngalah,, walaupun ia salah tetapi pria lah yang akan tetap disalahkan.


"sudahlah ladenin loe gak akan ada habisnya,," ucapnya sambil memutar badannya yang hendak meninggalkan Agnes


"tunggu,,kalo loe pergi terus gue gimana,, montirnya belum sampai" ucap Agnes.


"Itu DL(derita loe)" ucap gio lagi.


Agnes yang melihat jika Gio sudah masuk kedalam mobilnya ia pun ikut dan duduk disebelahnya .


"ngapain loe ikut masuk,,sana keluar gue gak mau yah kejadian tadi terulang kembali" usir gio.


"Loe tuh cowok bukan sih,,harusnya punya rasa empati sedikit gitu loh sama perempuan,,gak liat udah malam terus sepi gini masa loe tega ninggalin gue sendirian disini" ucapnya dengan cerewet.


"walaupun ada orang jahat sekalipun mereka gak akan mau deketin cewek bar-bar kek loe" ucap gio.

__ADS_1


"nyenyenye,,,"


__ADS_2