Cintanya Gadis Nakal

Cintanya Gadis Nakal
10


__ADS_3

Hari tidak menyangka Tasya akan berkata seperti itu, padahal rata-rata mahasiswi yang ia kenal pasti kurang suka tempat yang seperti ini di tambah bisingnya suasana di Lapangan Kantin.


Tasya menyadari Hari menatapnya lagi, tatapan yang di perlihatkan hari jelas-jelas sangat berbeda dengan tatapan yang biasanya Hari perlihatkan padanya.


"kenapa?" tanya Tasya.


"gak papa kok, aku cuma kagum dengan mu" ucap Hari yang sadar kalau Tasya menyadari bahwa ia menatapnya.


"kagum?" ucap Tasya bingung.


"ia aku kagum dengan dirimu, dengan kamu seorang mahasiswi kamu tidak gengsi untuk makan di pinggir jalan seperti ini dan biasanya mahasiswi yang aku kenal mereka lebih suka duduk di cafe dari pada di sini" ucap Hari.


"aku memang seorang mahasiswi tapi aku berasal dari keluarga yang sederhana kok, mungkin mahasiswi yang kamu kenal mereka dari golongan yang berada" ucap Tasya.


"ia,,,, yaudah sekarang kita cari tempat duduk dulu yuk" aja Hari yang teringat Tasya lapar.


" ayuk" ucap Tasya.


Sepanjang jalan mereka mencari tempat duduk, hampir semuanya penuh karna ramenya pengunjung. Lapangan Kantin tidak hanya menyediakan tempat makan saja tapi juga menyediakan tempat main anak-anak.


Setelah menemukan tempat duduk baru Tasya dan Hari memesan makanan.


" kamu mau apa? Biar langsung aku pesankan" ucap hari memberikan menu makanan yang ada di meja mereka.


" aku mau mie ayam bakso deh" ucap Tasya.

__ADS_1


" ok, kamu tunggu di sini ya" ucap Hari lalu pergi ke gerobaknya tukang mie ayam untuk memesan makanan.


Tak lama kemudian Hari balik lagi ke meja yang mana ia melihat Tasya sedang memperhatikan anak-anak yang sedang asik melukis.


"kamu mau coba?" tanya Hari.


"emangnya boleh?" ucap Tasya.


" boleh, kalau kamu mau siap kita makan baru kita main di sini. Mau?" ucap Hari.


"mau bangetttt" ucap Tasya senang.


Hari yang melihat Tasya senang pun merasa gemas melihatnya. Pengen dirinya mencubit pipi tembem Tasya.


" maaf bang, ini makanannya" ucap abang-abang yang jualan.


"ia bang, makasih ya" ucap Hari.


Hari langsung memberikan makanan pesanan Tasya.


"ini makananmu Tasya" ucap Hari.


Tasya yang masih saja memperhatikan anak-anak yang asik bermain tidak menanggapi ucapan Hari. Hari yang merasa Tasya juga belum menyentuh makanannya langsung menegur Tasya untuk memakan makanannya.


"Tasya makan dulu makannya" ucap Hari yang akhirnya di dengar oleh Tasya.

__ADS_1


" eh,,, udah siap ya makannya" ucap Tasya kaget karna makanan yang baru ia pesan sudah sampai.


" sudah,,, sekarang kamu makan ya, katanya kamu lapar dan soal permainan itu nanti kita coba" ucap Hari.


"ok" ucap Tasya langsung menyantap makanannya dengan lahap.


Lima belas menit kemudian mereka selesai makan.


" hufff,,,, aku kenyang" ucap Tasya yang merasa kekenyangan.


" syukurlah kalau kamu merasa kenyang, tapi kamu makannya jangan buru-buru lagi ya nanti kamu tersedak lagi" ucap Hari.


Tadi sewaktu makan Tasya memakan makanannya terlalu lahap sehingga membuatnya tersedak, Hari yang menyadari Tasya tersedak langsung memberikan air minum kepada Tasya.


"hehehehe,,,,soal makanannya enak" ucap Tasya malu dengan kelakuannya yang masih belum dewasa.


" ia tapi jangan kek gitu lagi, lagian tidak ada yang mau mengambil makananmu" ucap Hari menasehati Tasya.


"hummm,,,, maaf" ucap Tasya merasa bersalah membuat Hari hawatir terhadapnya.


Hari yang menyadari perubahan mood Tasya langsung mencari akal agar mood Tasya kembali senang. Ia tak tega melihat Tasya dengan raut wajah yang sedih itu.


" ya udah, ayuk kita main" ajak Hari.


" ha? jadi mainnya?" ucap Tasya semangat mendengar kata main.

__ADS_1


__ADS_2