
Tasya cuma bisa tersenyum melihat chat dari Hari. Ntah kenapa hatinya selalu senang dengan apa yang di ucapkan oleh laki-laki itu, meskipun hal itu cuma melalui medsos. Disaat Tasya asik berbalas pesan dengan Hari, bunda Tasya menghampirinya.
" Tasya besok kamu akan masuk kuliah, kenapa kamu belamu mengemasi barang mu?" tanya bunda.
" ia bunda sebentar lagi akan aku kemasi barang-barangku" ucap Tasya sedih.
Bagaimana bisa bunda tasya berbicara seperti itu, seakan-akan mengusir anaknya sendiri dari rumahnya. Tasya cuma bisa memendah rasa sedihnya di dalam hati.
" baiklah, nanti kalau sudah siap ayahmu akan mengantarmu ke halte " ucap bunda tanpa memperdulikan raut sedih sang anak.
" kenapa aku tidak di antarkan sampai ke kos saja bunda?" tanya Tasya
" Ayahmu tidak ingin bertemu denganmu sebenarnya, untuk mengantarkanmu ke halte harus di bujuk terlebih dahulu" ucap bunda.
Deg...
__ADS_1
Sebegitu bencikah ayah denganku? Sampai- sampai untuk mengantarku ia sudah tidak mau, lalu kenapa tidak dengan abang saja aku pergi?
" lebih baik kamu kemasi barangmu cepat takut nanti ayahmu berubah pikiran untuk mengantar mu" ucap bunda.
" kalau ayah tidak mau mengantarku kenapa tidak sengan abang ade dan ihsan?" tanya Tasya.
" jangan jadi orang yang menyusahkan orang lain bisa gak sih?" ucap bunda lalu pergi meninggalkan Tasya yang mematung menengar jawaban dari bundanya.
Apa aku orang yang menyusahkan kah? Kenapa bunda selalu berkata seakan-akan aku bukan anak kandungnya. Apa dia tidak sadar bahwa ucapannya itu menyakitkanku?
Kampus Tasya tidak jauh dengan rumahnya, bisa di tempuh 1 setengah jam untuk ke kampusnya, sayang nya itu tidak bisa dikarnakan jam kuliahnya di mulai pada pagi hari. Apalah daya mahasiswa dengan prodi pendidikan. Harus datang pagi dan tepat waktu.
Tasya yang selesai dengan menyiapkan barang bawaannya selama di kos, langsung bergegas mandi agar badannya lebih segar dan pikirannya tenang kembali.
Setelah mandi tasya tak lupa melaksanakan ibadahnya sebelum pergi dan memkhon pertolongan kepada Sang Kuasa agar dirinya bisa lebih kuat dalam menghadapi cobaan yang datang kepadanya.
__ADS_1
Selesai mandi Tasya langsung menggunakan pakain rapinya yang mana biasanya dipakainya untuk ke kampus. Saat ini Tasya sudah siap untuk berangkat, begitu juga dengan barang bawaannya sudah berada di atas motor dan begitu juga ayahnya sudah menunggu Tasya di motor.
" aku pergi dulu bunda" ucap Tasya berpamitan dengan bundanya.
"hummm" ucap bunda.
Ucapan yang selalu Tasya dengar apabila ia hendak berpamitan mau pergi, hal ini membuat hati Tasya menjadi kecewa. Tak mau berlarut-larut dengan rasa sedih, Tasya langsung menaiki motor dan kini Tasya sudah jauh dari rumahnya.
Sesampainya di halte, ayah Tasya menurunkan barang bawaan Tasya.
" ayah tinggal pulang dulu, soalnya masih banyak kerjaan" ucap ayah Tasya lalu pergi meninggalkan Tasya.Hati Tasya benar-benar hancur dengan perlakuan kedua orang tuanya.
Saat ini Tasya menunggu kedatangan bus untuk menuju ke tempat kosnya, sambil menunggu ia melihat hpnya yang sedari tadi belum ia cek.
" ya ampun aku lupa memberi tahu kalau aku akan balik " ucap Tasya pada dirinya sendiri yang jelas terdengar suaranya oleh orang-orang yang juga menunggu bus.
__ADS_1
Tasya lupa memberitahu Hari kalau ia akan balik ke kampus dimana Hari juga satu kota dengan kampus Tasya.