Cintanya Gadis Nakal

Cintanya Gadis Nakal
24


__ADS_3

"yuk balik" ucap Fitri yang merasa sudah kenyang.


"ia ayuk" ucap Tasya.


Diwaktu pembayaran.


"kak, itu yang di meja sana berapa kak? " tanya Tasya.


"oh,,, udah di bayar sama mahasiswa yang duduk di pojok tadi dek" ucap pelayan itu.


"ooh,,, yaudah makasih ya kak" ucap Tasya.


Selama di jalan Tasya selalu berusaha mengingat siapa laki-laki yang tersenyum kepadanya, lalu kenapa laki-laki itu mau mambayarkan belanja ia dan teman-temannya.


Disisi lain Gilang sedang asik bersiul, karna merasa senang karna di senyumi oleh perempuan yang baru saja ia kenal.


"lu sehat? " tanya Tara.


"ha? " ucap Gilang.


"lu kenapa ha? tadi lu bayarin jajan anak-anak cewek tadi" ucap Tara.


"kenapa emangnya? kan pake uang gue? " ucap Gilang.


"ia emang pake uang lu, tapi gak biasanya gitu lo bayarin cewek,,,, gak biasanya juga lu ngedekatin cewek duluan yang ada kan sebaliknya" ucapTara.


"suka-suka gue,,, mending lu pulang naik gojek aja, gue ada urusan" ucap Gilang lalu pergi meninggalkan temanya itu.

__ADS_1


"dasar temat laknat, masa gue di tinggal" ucap Tara.


Tasya saat ini sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur. Sungguh hari yang melelahkan baginya, tugas banyak dengan praktek di tambah lagi beban memikirkan laki-laki tadi yang gak tau maksudnya apa.


^^^Tasya^^^


^^^Aku udah di kos,,,^^^


Hari


istirahat lah dulu, nanti sore kita jalan-jalan lagi gimana?


^^^Tasya^^^


^^^Ia, sekalian mau bahas soal kamu yang ungkapin perasaan sama aku kemaren,,,^^^


Hari


^^^Tasya^^^


^^^Ia,,,,^^^


Itu percakapan singkat antara Tasya dan Hari. Hari yang membaca pesan dari Tasya tiba-tiba saja deg degan. Ia takut perasaannya di tolak oleh Tasya, sungguh pesan yang membuat Hari tidak fokus dalam bekerja.


"Bang,,, kenapa bengong? " tanya Rizky.


"nanti abang akan ketemu lagi sama cewek yang abang ceritain kemaren" ucap Hari.

__ADS_1


"ya trus masalahnya dimana? bukannya seharusnya abang senang ya? " tanya Rizky bingung.


"ia senang sekaligus deg degan, soalnya dia bilang tadi mau ketemu sekalian bahas tentang abang ngungkapin perasaan ke dia kemaren" ucap Hari.


"Ya,,,, lebih baik abang siap in aja mental abang, lagian mau gak di terima ataupun di terima kan masih bisa berteman baik" ucap Rizky.


"ia kalau bisa, kalau di antara kita ada yang canggung gimana Ky,,, mending abang menjauh deh dari dia" ucap Hari.


" ya udah,,,, soal itu nanti kita pikirin ya bang, sekarang soal kerjaan dulu, kalau kerjaan kita gak siap abang juga yang gak bisa ketemu dengan cewek itu" ucap Rizky.


"Oh ia,,, hampir saja lupa dengan pekerjaan" ucap Hari dan kembali berkonsentrasi untuk bekerja meskipun kadang terbayang ucapan penolakan yang di lontarkan Tasya kepadanya.


"Mel,, aku mau cerita" ucap Tasya.


"cerita apa Ca? " ucap Amel yang juga penasaran.


"tadi waktu pas di kantin, aku kan sama temen-temen ada yang ngeliatin" ucap Tasya.


"yeeee,,,, wajar lah ada yang ngeliatin kalian, kan kalian manusia kalau makhluk halus baru gak keliatan" ucap Amel.


"isssss,,,, bukan gitu tadi teman aku bilang ada yang memperhatikan aku tapi aku gak tau siapa, waktu aku liat yang ada laki-laki yang lagi tersenyum ke arah aku,,,, dan aku balas senyumannya tapi anehnya teman aku ini malah kesal gitu kalau aku balas senyum orang itu" ucap Tasya.


"Aneh,,, mungkin temanmu suka kali sama tu cowok" ucap Amel.


"mungkin,,,, dan waktu pas mau bayar tadi,,, kamu tau kenapa???? " ucap Tasya.


"kenapa? kenapa?" tanya Amel penasaran.

__ADS_1


"nungguin ya,,,,, hahahahha" tawa Tasya menggema di satu kamar itu


__ADS_2