
Tasya langsung menelfon Hari takut nanti itu hawatir terhadapnya, meskipun Tasya rasa itu tak akan terjadi.
...****************...
Selesai menelfon Tasya duduk tidak lagi di halte melainkan di mini market yang berada di dekat halte. Waktu bertelfonan tadi, Hari memutuskan untuk menjemput Tasya. Karna ia merasa tidak tenang membiarkan Tasya naik bus padahal Tasya sendiri belum pernah naik bus sendiri.
Disisi Hari
Hari hawatir jika Tasya akan di usik oleh laki-laki hidung belang. Maka dari itu Hari memutuskan untuk menjemputnya saja meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama di perjalanan se tidaknya perempuan yang ia taksir itu aman.
Ia sendiri tak menyangka bahwa orang tua Tasya membiarkan Tasya naik bus sendiri padahal mereka tau Tasya belum pernah menaiki bus sendiri. Hari tidak mau Tasya terluka apalagi sekarang sedang marak-maraknya kasus pelecehan seksul, yang membuat pikiran Hari tak tenang membayangkan Tasya sendiri menaiki bus.
1 jam kemudian.
Hari telah sampai di halte tampat Tasya menunggu bus.
Chat Hari dan Tasya.
^^^Hari^^^
^^^Aku sudah sampai di halte kamu dimana?.^^^
Tasya
Oh ya tunggu sebentar aku kesana, aku lagi di mini market dekat halte, kamu mau sesuatu?.
^^^Hari^^^
^^^Boleh aku titip air minum, aku sedikit haus.^^^
__ADS_1
Tasya
Baiklah, tunggu sebentar.
5 menit kemudian.
Tasya keluar dari mini market dan melihat ada laki-laki yang berhenti di halte. Tasya takut kalau itu bukan Hari jadi karna itu ia me nelfon laki-laki itu.
*Menelfon
Tasya
Apa kamu yang berhenti di halte itu?.
Hari
Ia, kamu yang mana? di sini sangat banyak orang.
Tasya
Seketika Hari langsung membalikkan bandannya melihat apakah benar itu Tasya.
Deg,,,, manis.
Hari terpana dengan wajah manis Tasya. Sedangkan Tasya cuma bisa malu di tatap seperti itu oleh Hari.
Ini pertama kali Hari dan Tasya bertemu. Tasya menatap Hari dengan malu-malu, bagaimana tidak laki-laki yang dihadapannya ini, adalah laki-laki yang selama ini menghiburnya di kala sedih.
Sedangkan Hari masih terlena dengan wajah manis Tasya. Tanpa ia sadari Tasya kini sudah berada di hadapannya.
__ADS_1
"hay..." ucap Tasya menyapa Hari.
Orang yang disapa malah tidak membalas sapaan Tasya, ia malah asik melihat wajah Tasya yang manis.
"huummmm" ucap Tasya memecah lamunan Hari.
"oh iya,,, maaf" ucap Hari kikuk.
" kenapa?" tanya Tasya heran.
" tidak apa-apa,,,kamu lebih manis aslinya" ucap Hari terus terang.
Ucapan Hari berhasil membuat pipi Tasya memerah. Tasya yang merasa pipinya panas langsung mengalihkan wajahnya.
" hehehe,,, kamu kenapa?" tanya Hari.
" is, sudah jangan menggodaku lagi" ucap Tasya malu.
" ia tidak,,, mana barang- barangmu?" ucap Hari.
" oh ini barang ku, aku tinggal di sini tadi" ucap Tasya.
Sebelum ke mini market Tasya menitipkan barang bawaannya sama ibuk-ibuk yang jualan di sana.
" yuk naikin barangnya" ucap Hari.
Hari menaikkan barang bawaan Tasya ke atas motor meticnya itu, meskipun tidak banyak ia memutuskan untuk meletakkan barang yang berat di depan dan yang ringan bisa Tasya pegang di belakang.
Setelah menyusun mereka pun langsung berangkat menuju kos Tasya yang berada dekat dengan kampusnya.
__ADS_1
30 menit kemudian.
Tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua, mereka sibuk dengan pikiran mereka yang saling mengagumi.