
Setelah bertanding Tara dan Gilang merebahkan badan mereka di atas sofa yang ada di kamar Tara.
"lu kenapa Lang? " tanya Tara.
"gue gak papa" ucap Gilang.
"kalau lu gak papa lu gak akan semarah ini dan ini pertama kali gue terasain bersaing dengan musuh bukan dengan kawan seperti biasanya" ucap Tara yang menyadari merapat ganasnya Gilang untuk menghajar dirinya.
"gue cemburu, gue baru kali ini menyukai perempuan duluan tapi dia malah menerima cowok lain untuk menjadi pasangannya" ucap Gilang yang mengingat Tasya menerima laki-laki itu.
"Ha? tu cewek matanya rusak kali Lang" ucap Tara.
"Bapak kau rusak, enak saja kau bilang matanya rusak,,,,, jelas-jelas matanya sehat cuma ya itu cowok itu lebih dulu ngungkapin perasaanya" ucap Gilang yang juga tau kalau dirinya juga lambat untuk merebut hati Tasya.
"kalau tu orang masih pacaran kenapa gak lu rebut aja? cukup ajak tu cewek keluar udah pasti dia yang ngejar-ngejar lu" ucap Tara.
"lu ngajarin gue untuk jadi perusak hubungan orang? " ucap Gilang yang tidak suka merebut pasangan orang lain.
"cuma dengan cara itu Lang,,,, tu cewek mau sama lu, lagian sebanyak ini cewek kenapa lu malah suka sama satu cewek yang udah punya hubungan sih? " ucap Tara.
__ADS_1
" gue gak tau, dia itu seperti punya daya tarik yang berbeda dari cewek-cewek yang gue kenal Tara,,,, di tambah postur tubuhnya yang mungil, membuatnya seperti anak kecil" ucap Gilang.
"ia sih,,, dia punya daya tarik yang berbeda dan comel juga" ucap Tara seraya mengingat sosok Tasya yang baru ia lihat di kampus.
"he,,,, lu gak usah membayangkan cewek gue" ucap Gilang yang tak senang kalau ada yang membayangkan mahasiswi cantiknya.
"heeee,,,, gue ralat omongan lu ye,,, dia itu cewek orang bukan cewek lu" ucap Tara yang menyadarkan Gilang.
"bangsat,,, babi ngepet lu,,, gue udah hampir lupa tapi lu malah ngingetin lagi kalau dia udah punya pacar" ucap Gilang.
Setelah selesai bercerita dengan Tara, Gilang langsung pulang ke kosannya.
...****************...
" Mel, kamu punya masker gak? " tanya Tasya.
"buat apa Ca?" ucap Amel bingung dengan temannya yang tiba-tiba ingin menggunakan masker ke kampus.
" buat aku pake lah, soalnya kemaren ada yang memperhatikan aku, aku gak suka di perhatikan Mel" ucap Tasya.
__ADS_1
Tasya tau jika Gilang memperhatikannya secara diam-diam tapi sikap Gilang yang seperti itu membuatnya tidak nyaman dan enggan untuk bertemu. Sebenarnya Tasya sudah tau nama laki-laki yang diam-diam memperhatikannya itu.
"ni" ucap Amel seraya memberikan satu masker.
"ok,,, makasih yuk berangkat" ucap Tasya yang sudah siap untuk ke kampus.
"Ca apa kamu gak mau pake tas yang kaya cewek-cewek pada umumnya ca? " ucap Amel yang aneh melihat temannya itu.
Tasya menggunakan tas sandang punggung yang biasanya di gunakan oleh kalangan laki-laki, sedangkan Tasya sendiri adalah perempuan.
"gak,,,, aku udh nyaman pake ini" ucap Tasya.
"tapi apa gak mau pake coba tas kek aku gini? " ucap Amel sambil memperlihatkan Tas miliknya.
"Gak tertarik Mel" ucap Tasya.
" hummm ya sudah" ucap Amel pasrah.
...****************...
__ADS_1
Di dalam kelas Tasya selalu duduk di bagian pojok. Tak lama juga teman-teman Tasya juga ikut duduk di sampingnya.
"Ca?" tanya Fitri.