
"ia lu kan tinggi setinggi tiang listrik, dan lu juga gemuk segemuk gajah, dan lu juga putih seputih mayat" ucap Tasya santai.
"maksud lu apa ngomong kek gitu ke gua? " ucap Yulia tak terima atas ucapan Tasya.
"punya otak kan? jadi mikir aja deh" ucap Tasya lalu pergi meninggalkan ke tiga temannya itu.
Wafiq dan Fitri juga ikut bangun dari duduk mereka.
"kalian mau kemana? " tanya Yulia.
"kami mau nyusul Tasya" ucap Fitri.
"buat apa kalian nyusul dia, cewek jelek pendek kek dia itu pantas untuk tidak mempunyai teman" ucap Yulia hendak menahan Wafiq dan Fitri.
"Yul,,, lebih baik lu introspeksi diri deh" ucap Fitri.
"introspeksi diri? buat apa? gue kan ngomong sesuai fakta bukan" ucap Yulia.
"lu punya otak buat berfikir Yul, kalau otak lu gak di gunain mending lu sumbangin ke orang lain deh" ucap Wafiq geram dengan sikap Yulia.
"loh kok kalian malah bela Tasya itu sih? kan kita kenal dan dekat lebih lama dari pada kalian dekat dengan Tasya itu" ucap Yulia.
"kita emang sudah lama kenal sama kamu Yulia dan kita juga memang baru kenal dengan Tasya, namun dalam dunia pertemanan,,,, gue dan Wafiq lebih nyaman dengan Tasya yang tidak sombong dan angkuh seperti lu" ucap Fitri yang mulai kesal dengan sikap Yulia.
"udah Fit, mending kita susul Tasya aja yuk" ucap Wafiq.
"ayuk" ucap Fitri.
__ADS_1
Yulia cuma bisa diam melihat kedua temannya yang sudah di kenal mengenal dirinya lebih dulu dari pada Tasya malah memilih untuk berteman dengan Tasya. Hal itu membuat rasa benci dan kesal Yulia semakin besar terhadap Tasya.
Awas saja kamu Tasya,,, aku akan bikin kamu menyesal karna sudah mengambil hal yang seharusnya menjadi milikku
Gumam Yulia.
...****************...
"lu ngapa senyum-senyum?" tanya Tara kepada Gilang.
Saat ini mereka sedang duduk di kantin yang mana ada Tasya dan teman-temannya sedang bercengkrama namun salah satu dari teman Tasya tampak mengejek fisik Tasya. Namun Tasya membalas ejekan tersebut dengan elegan.
"gue suka liat tu cewek Tar, dia sepertinya bukan orang yang gampang di tindas" ucap Gilang memuji Tasya atas sikapnya terhadap Yulia.
"ooouuu,,, gue kira karna apa" ucap Tara.
...****************...
^^^Tasya^^^
^^^Hari ini aku sangat kesal, karna ada temanku mengejek fisik ku*,,,^^^
^^^Aku tau dia tak suka aku, tapi dia tidak ada hak untuk mengejek hasil ciptaan Tuhan,,^^^
Hari
Ia sayang,,,
__ADS_1
Yang sabar ya sayang, mungkin orang yang bully kamu, iri kali sama kamu sayang.
Udah,,, gak usah kesal-kesal lagi ya,,,,
Kan sayangnya aku ini pintar nah,,,
^^^Tasya^^^
^^^Siap sayang,,,,,^^^
Hari
Ya sudah, ayang gak ada lagi kuliah siap ini kan?
Kalau gak ada, nanti abang jemput ke kos ya,,, kita jalan-jalan
^^^Tasya^^^
^^^Gak ada lagi kok sayang,,,,,^^^
^^^Ok deh yang,,,,, aku siap-siap dulu ya^^^
Hari
Yaudah sana siap-siap,,,, abang otw sana
Itulah pesan singkat antara Tasya dan Hari. Tasya merasa bersyukur memiliki kekasih yang mau mendengarkan semua keluh kesahnya dan tetap bersabar di saat dia menjadi objek kekesalan Tasya yang moodnya yang tak bagus.
__ADS_1
Hari juga bersyukur memiliki pacar secantik Tasya dan sebaik Tasya, karna rasa trauma nya dalam menjalin hubungan itu pelan-pelan hilang karna kehadiran Tasya di hatinya