Cintanya Gadis Nakal

Cintanya Gadis Nakal
33


__ADS_3

"kenapa sayang? " tanya Hari masih membututi Tasya yang sedang kesal.


"aku tu kalah, jadi jangan di tanya lagi" ucap Tasya.


"humm,,, gini ya sayang aku,,, kalah menang dalam permainan itu biasanya lagian dari segi kendaraan, kendaraan ayang itu gak pas buat balapan tapi pas nya untuk kek kita tadi mutar-mutar gitu" ucap Hari memberikan pengertian agar Tasya bete lagi.


"ia ya, kok aku lupa" ucap Tasya sadar atas aksi balapan yang tak adil itu.


"ya udah sekarang mau main apa? " tanya Hari.


"Mau mewarnai lukisan itu yang" ucap Tasya.


" ya udah ayuk,,, " ucap Hari mengabulkan keinginan Tasya yang bisa di bilang seperti keinginan bocil.


"bang, sayang juga mau ikut mewarnai juga bang" ucap Hari memberi tahu kepada si pemilik.


"mau gambar yang mana bang? " tanya pemilik permainan itu.


"mau yang mana sayang? " tanya Hari.


"yang Tayo itu aja bang" ucap Tasya sambil menunjuk ke arah lukisan yang bergambarkan Tayo.

__ADS_1


"ya udah,,, tunggu sebentar ya kak" ucap si pemilik.


Lima menit kemudian pemilik mainan mengantarkan cat dan kuas untuk mewarnai gambar yang di minta Tasya.


"yang,,, kek ini moment pertama aku main ini yang" ucap Tasya yang mulai memberikan warna kepada gambar yang ia pilih tadi.


" sebelumnya ayang belum pernah main ini? " tanya Hari.


"belum yang,,, ini yang pertama" ucap Tasya.


Hari tak menyangka gadis yang se humoris Tasya belum pernah mencoba permainan yang ada di lapangan kantin. Jika Hari tak mengajaknya untuk bermain pasti Tasya tidak akan mengetahui rasa dari permainan yang umumnya anak kecil sudah biasa memainkan itu.


Hati yang fokus memperhatikan wajah Tasya yang terlihat serius untuk mewarnai gambar Tayo tersebut.


"agak susah yang,, di tambah aku gak mau keluar garis dan warnanya warna dasar semuanya" ucap Tasya.


" ya udah coba abang perbaiki ya" ucap Hari yang mengambil kuas beserta cat yang ada di tangan Tasya.


Tasya cuma bisa memperhatikan Hari yang sedang serius mewarnai gambar Tayo itu. Dan tak lupa juga Tasya mengabadikan moment di saat Hari mewarnai gambar Tayo miliknya.


Tak lama kemudian Hari pun siap dengan memberikan warna kepada lukisan tersebut. Setelah puas dengan hasilnya Hari dan Tasya memutuskan untuk mengganti permainan selanjutnya.

__ADS_1


"yang,,, makan dulu yuk,,, laper" ucap Tasya.


"hehehehehe,,, pacar aku masih ingat makan rupanya" ucap Hari gemes melihat Tasya.


"aku kan manusia yang, kita dari tadi main dan permainan barusan juga membutuhkan tenaga yang besar dan begitu juga untuk permainan selanjutnya" ucap Tasya.


"kan tadi cuma duduk aja sayang" ucap Hari.


"ia sayang, tapi otak kita juga bekerja keras untuk mewarnai Tayo tu nah,,, otak bekerja juga menguras tenaga yang besar sayang,,, jadi sekarang perutku juga sudah mergemuruh mau di kasih makan ayang" ucap Tasya.


"ayang mau makan apa? " tanya Hari.


"mau makan mie ayam aja yang" ucap Tasya.


Tasya dan Hari sepakat memakan mie ayam. Untungnya ada penjual kaki lima yang menjual salah satu menu yang di kehendaki Tasya itu.


"Yang" panggil Tasya.


" ia apa sayang? " ucap Hari.


"makasih ya untuk sore ini" ucap Tasya serius.

__ADS_1


" buat apa makasih sayang? " ucap Hari bingung.


__ADS_2