Cintanya Gadis Nakal

Cintanya Gadis Nakal
20


__ADS_3

" sebenarnya tadi aku mengungkapkan perasaanku sama gebetanku" ucap Hari.


"trus?" tanya Rizky penasaran.


"ya,,, kami sama-sama suka tapi ada hal yang membuatnya harus mempertimbangkan apakah jadi pacarku atau tidak" ucap Hari.


"lah kok gitu bang?" tanya Rizky.


"ya,,, seperti yang kamu ketahui kalau abangmu ini memiliki kekurangan, abang rasa karna kekurangan abang ini yang membuatnya berfikir terlebih dahulu" ucap Hari bohong.


Tidak mungkin Hari memberi tahu alasan sebenarnya, itu sama saja membuka aibnya dan mempermalukan orang yang dia sayang di depan keluarganya.


"gini bang,,, kalau tu cewek tulus sama abang dan emang suka dengan abang, pasti dia akan terima abang apa adanya kok,,, tapi kalau gak tulus pasti ya abang tau lah kan,,, " ucap Rizky.


"ia Ky,,,, sebenarnya abang juga ngerasa terlalu cepat abang ngungkapin perasaan abang ke dia, padahal abang sama dia baru beberapa kali ketemu dan meskipun sering chat dan sleep call an" ucap Hari.


"itu Iky rasa gak salah kok bang, selama yang abang ungkapin itu benar-benar dari hati dan emang benar-benar mencitai itu cewek ya gak salah kalau abang langsung ungkapin perasaan abang sma dia" ucap Rizky.

__ADS_1


" hufff,, gak tau lah Ky,,, sekarang ini aja aku bingung, apa aku harus kasih kabar ke dia atau gak?" ucap Hari yang bingung.


"kenapa abang bingung, lebih baik abang kasih kabar aja lah dianya,,, katanya abang sayang dan tulus ama tu cewek, ya perlihatkan kalau abang tu gak main-main dengan perasaan" ucap Rizky.


"hummm,,, ia ya Ky,,, ya udah abang kasih kabar dia deh,,,, kamu silahkan pulang" ucap Hari.


"yeeee,,, ketimbang ada masalah aja nyari kita kalau dah senang lupa lah tu sama kita" ucap Rizky kesal.


"bukan kek gitu Ky, tapi kamu masih kecil jadi di larang mendengar pembicaraan orang dewasa" ucap Hari.


"ya ampun bang,,,,,, aku dah gede umurku udah 21 tahun ya, bilang aja abang takut aku nguping pembicaraan abang" ucap Rizky.


Rizky yang tadinya berniat mengajak Hari untuk main ML malah disuruh pulang karna Hari ingin menghubungi calon kakak iparnya.


Disisi lain, Tasya masih setia menunggu kabar dari Hari.


Seharusnya kan dia nyampe dari tadi, kok gak ada chat aku sih? apa kenapa-kenapa di jalan? atau,,,, aaaa gak boleh berfikir butuh Tasya.

__ADS_1


gumam Tasya yang hawatir tidak ada kabar dari Hari.


"kenapa gak di chat duluan aja sih Ca" ucap Amel paham isi pikiran temannya itu.


" masa aku chat duluan sih" ucap Tasya.


"ya,,, apa salahnya? " ucap Amel.


"jatuh lah harga diri aku Mel, masa chat cowok duluan seharusnya cowok chat cewek duluan Mel" ucap Tasya.


" gengsimu terlalu tinggi Ca, padahal di dalam hati hawatir,,,, kenapa si babang belum ngechat kan" ucap Amel yang tepat sasaran.


"apaan sih Mel, gak ada aku hawatir kok" ucap Tasya menutupi kekhawatiran nya terhadap Hari.


"kalau gak hawatir ngapain lu online padahal gak ada yang ngechat, grup kuliah juga gak ada yang berisik" ucap Amel.


"au ah,,, males debat sama kamu Mel, mending aku ke tempat Kiki" ucap Tasya mulai beranjak dari tempat tidurnya.

__ADS_1


Sesampainya di depan pintu, betapa terkejutnya Tasya.


__ADS_2