
Tak lama kemudian Amel kembali memasuki kamar kosnya, disana sudah ada kakak seniornya yang bernama Ici, juniornya yang bernama Sintia dan Tasya.
"Mel,,, itu teman mu kenapa? " tanya kak Ici.
"gak tau kak, dari pulang main sma cowok tadi dia langsung kek gini" ucap Amel.
"galau toh" ucap kak Ici lagi.
"bisa jadi sih kak, biarin aja dulu biar dia tenang,,, nanti juga cerita sendiri kalau dia mau" ucap Amel.
"kak Tasya galau karna apa?" tanya Sintia langsung kepada Tasya.
Tasya yang di tanya cuma diam, dia masih saja sibuk dengan pikirannya. Amel yang melihat Tasya seperti itu rasa kesalnya pun naik, Amel kesal jika Tasya diam-diam gak jelas lalu tidak memperhatikan sekitarnya.
"Taassssyaaaaaa" teriak Amel di kuping Tasya.
"yaaaa ampunnnnn,,, apa Mel? apa perlu lu teriak-teriak manggil gue, kan bisa dengan lemah lembut mel" ucap Tasya kesal.
"lu kalau gak di teriakin gak akan dengar, tu Sintia nanya sama lu,,,, dengar gak lu? " tanya Amel.
__ADS_1
"ha? aku gak dengar apa-apa Mel" ucap Tasya.
"aku tadi nanya kak, kakak galau karna apa? " ucap Sintia buka suara.
"hummm,,,, sebenarnya kakak tadi tembak sama cowok yang tadi sore yang ajak kakak jalan" ucap Tasya.
"lah seharusnya lu kan kan senang kalau dia nembak lu Ca,,, lagian bukannya lu juga naksir sama tu cowok? " ucap Amel.
"ciiiieeee,,,,,, ada bau-bau di mabuk asmara ni" ucap kak Ici menggoda Tasya.
"iiiiii,,,,, bukan gitu Mel,,, kak Ici jangan goda-goda aku kenapa sih? " ucap Tasya malu digoda oleh kakak seniornya itu.
"hufff,,, bingung aja jawabnya, aku rasa takut di sakiti cowok mel" ucap Tasya berbohong.
" ia kalau kek gitu mending lu pikir-pikir lagi biar lu bisa yakin terima tu cowok atau gak" ucap Amel.
Tasya terpaksa berbohong kepada temannya, soalnya ia tidak siap bercerita soal dirinya yang sebenarnya. Ia takut ucapannya akan jadi boomerang untuk dirinya sendiri di kemudian hari nanti.
Sedangkan disisi lain, Hari telah sampai dirumah, ia tak langsung memberi kabar kepada Tasya. Ia akan memberikan Tasya waktu untuk berfikir tentang perasaannya. Namun disisi lain Hari juga sudah kangen dengan suara Tasya meskipun ia baru saja bertemu.
__ADS_1
" semoga saja di terima" ucap Hari.
"diterima apa bang? " ucap Rizky yang buat Hari kaget.
" ya ampun,,,, Ky,,,, lu kek jelangkung tau gak sih,,,, datang gak di undang, pulang gak di antar" ucap Hari bercanda.
"yeeee, buat apa di undang kan rumah kita hadap-hadapan dan buat apa ngapain di anter-anterin pulang,,,, kan rumah kita dekat bang" jelas Rizky.
"ia deh Ky,,," ucap Hari.
"oh ya,,, yang tadi semoga di terima apa bang?" tanya Rizky.
Hari yang duduk di sofa di rumahnya menatap Rizky dengan tatapan serius, sedangkan orang yang di tatap merasa aneh.
"kenapa bang? " tanya Rizky.
"Ky,,,, menurutmu orang seperti abang ni dapat gak sih di terima sama cewek yang manis dan seorang mahasiswi juga?" tanya Hari.
"lah emang abang ada dekat sama cewek? kalau di tanya pantas-pantas aja bang,,, meskipun abang memiliki kekurangan tapi abang punya hati yang tulus untuk perempuan yang abang suka,,,, emang kenapa sih bang? " tanya Rizky.
__ADS_1
"jadi sebenarnya...... "