
"hay Tasya" ucap orang itu.
"ya" ucap Tasya cuek.
"aku Yulia" ucap Yulia yang memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.
"Ooo, aku Tasya" ucap Tasya.
"ya udah sekarang kita ke kantin yuk, laper ni" ucap Fitri.
"ia ayuk" ucap Wafiq, Tasya dan Yulia serempak.
Di kantin, Tasya memesan ayam balado pedas, Wafiq memesan ayam balado bawang, Fitri memesan mie pedas dan Yulia memesan mie ayam. Sedangkan untuk minuman mereka kompak mau minum nutrisari dingin.
Selama menunggu pesanan mereka datang, Mereka asik berfoto-foto. Ada juga yang fotonya terciduk ada juga yang buram dan ada juga yang bagus di lihat. Selama berfoto-foto tak henti-hentinya orang melihat ke arah mereka, seolah sadar kalau ada yang memperhatikan Tasya memberi tahu temannya untuk mengakhiri kegilaan mereka itu.
Disisi lain di bagian pojok kantin, ada seorang laki-laki yanga tersenyum melihat kelakuan perempuan yang duduknya tak jauh dari dirinya.
__ADS_1
"Galang,,,, lu liatin apa sih?" ucap temannya yang merasa aneh melihat temannya ini tersenyum ke arah segerombolan perempuan yang berisik tadi.
"apa kau lihat itu,,,, mereka ber empat lucu sekali tapi yang paling lucu itu yang memakai baju hitam" ucap Galang kepada temannya yaitu Tara.
"lah apa yang lucu dari cewek yang baju hitam? " ucap Tara bingung, jarang-jarang temannya ini memuji cewek yang berada di kampus.
"dia itu perempuan tapi dandanannya bak laki-laki dan sikapnya juga seperti laki-laki" ucap Gilang yang masih menatap ke arah meja yang diduduki Tasya dan teman-temannya itu.
"hoi,,, itu kan udah biasa, banyak cewek yang kayak gitu" ucap Tara.
"emang banyak cewek yang seperti itu, tapi tak ada yang semanis dia,,, aku lihat dia punya lesung pipi dan gingsul, itu semua mempermanis dirinya yang cantik" puji Gilang.
"gak tau,,, menurut lu kalau gue memuji dan mengaguminya apa gue termasuk menyukainya? " ucap Galang.
" ya mana gue tau,,, itu kan hati lu" ucap Tara.
Fitri yang menyadari kalau ada laki-laki yang menatap ke arah Tasya dengan tatapan yang aneh.
__ADS_1
"Ca,,, keknya ada yang lagi memperhatikan kamu deh" ucap Fitri.
"mana?" tanya Tasya langsung mencari orang yang di maksud.
Seketika pandangan Tasya tertuju ke arah meja yang diduduki oleh Gilang dan Tara. Gilang yang tahu kalau perempuan yang sedari tadi ia tatap menatap ke arahnya, Gilang cuma bisa senyum dan syukurnya di balas senyum juga dengan Tasya.
"iihhh,,, Ca kok kamu malah balasin senyum laki-laki itu?" tanya Fitri?
"kenapa sih Fit,,, kan senyum ibadah" ucap Wafiq akan suara.
"e--bukan gitu, tapi kan gak etis aja orang yang sedari tadi memperhatiin kamu malah kamu senyumin balik, aku takut kalau dia ada niat jahat sama kamu" ucap Fitri
"udah ah Fit,, mending kita makan makanan kita soalnya itu mau di antar ke sini kek nya" ucap Tasya menyudahi pertikaian antara dirinya dan Fitri.
"permisi kak,,, ini pesanannya" ucap pelayan yang bekerja di kantin.
"makasih kak" ucap Tasya.
__ADS_1
Tidak tau kenapa Gilang merasa dirinya sangat senang ketika senyumannya di balas oleh Tasya. Gilang melihat senyuman Tasya langsung saja memerah pipinya tapi langsung di tutupinya dengan buku agar temannya tidak menyadari perubahan pada wajahnya