
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 3 sore yang berarti Hari akan sampai sebentar lagi di kos Tasya. Tasya yang sudah bersiap-siap dari tadi juga sudah siap dengan dandanannya.
"mau kemana? " tanya Amel yang baru saja memasuki kamarnya.
"mau pergi jalan-jalan sama ayang" ucap Tasya girang.
"oooo,,,, mentang-mentang udah ayang ya,,,, tiap hari keluar terus ni anak" ucap Amel.
"hummm,,,, sekalian mengenal kota ini juga Mel, dah lah aku pergi dulu ya" ucap Tasya berpamitan kepada Amel.
"ok,,, Hati-hati di jalan, jangan malam kali pulangnya" ucap Amel.
"siap besti" ucap Tasya lalu pergi meninggalkan Amel.
Didepan kos Tasya, Hari sudah menunggu.
"sudah dari tadi? " tanya Tasya.
"gak kok, yuk berangkat" ucap Hari.
"Ayuk" ucap Tasya.
Di jalan Tasya menceritakan kekesalan dirinya terhadap salah satu temannya itu kepada Hari. Hari cuma bisa menyarankan Tasya untuk tetap bersabar dan jangan emosi dalam menanggapi temannya itu.
"oh iya, kita mau kemana? " tanya Tasya.
"bagaimana jika kita ke lapangan kantin, mau? " tanya Hari.
"mau,,, kita naik sepeda listrik itu ya? " Tanya Tasya.
__ADS_1
"iya sayang" ucap Hari menuruti permintaan Tasya.
...****************...
Dilapangan kantin orang-orang melakukan aktivasi joging, bermain dan makan di makanan kaki lima.
"kamu mau yang sepeda warna apa? " tanya Hari kepada Tasya.
"Biru aja yang" ucap Tasya.
Tasya dan Hari mengelilingi lapangan kantin dengan sepeda listrik yang mereka rental, di jalan mereka tertawa lepas. Banyak juga orang-orang di sana menatap ke arah Tasya dan Hari.
"mau di depan gak? " tanya Hari.
"mauuuuuuuu,,, " ucap Tasya semangat.
"pelan-pelan aja sayang" ucap Hari menasehati Tasya yang mulai ugal-ugalan"
" ok deh" ucap Tasya.
Tasya paham kenapa Hari mengatakan hal itu sedangkan mereka tertawa di saat Tasya ugal-ugalan. Maksud Hari menasehati nya seperti itu karna banyaknya orang-orang yang membawa anak namun si anak tidak di perhatikan. Takutnya kalau tiba-tiba si anak melakukan sesuatu yang bisa membuat Tasya menabrak si anak.
Meskipun begitu bukan berarti Tasya tidak bisa kebut-kebutan. Tasya memasuki area bermain anak-anak yang menggunakan motor kros kecil. Hal itu membuat hari terperanga atas kelakuan Tasya yang membuatnya seperti anak-anak yang sedang asik bermain dan tak mau di tegur jika lagi bermain.
"kenapa ketengah sayang? " tanya Hari.
"biar aman aja yang, yuk balapan cil" ucap Tasya pada anak kecil yang lewat di sampingnya menggunakan motor kros mininya.
"hahahaha,,,, bocil pula di ajaknya balapan" ucap Hari tertawa.
__ADS_1
"Ayuk kak" ucap si bocil.
"he? gak boleh" ucap Hari melarang.
...****************...
"gimana? " tanya Hari.
"gimana apanya? " jawab Tasya bingung.
"Gimana balapannya? siapa yang menang? " tanya Hari.
"au lah,,,,gak usah di bahas lagi" ucap Tasya kesal.
"lah kok langsung kesal sih yang? " ucap Hari bingung dengan perubahan mood Tasya yang tiba-tiba.
**Flashback
" yang,,,, boleh ya? " ucap Tasya mencoba meluluhkan Hari agar dirinya bisa untuk ikut balapan dengan bocil tadi.
"gak sayang aku" ucap Hari.
"hummmm" ucap Tasya sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"aaaaaa,,,, ia boleh, tapi cuma kali ini ya? " ucap Hari tak tahan jika Tasya sudah bersikap manja seperti itu.
" yessss,,, ia cuma sekali ini aja kok yang" ucap Tasya.
*flashback of*
__ADS_1