
"ni anak, enaknya di gantung deh di monas" ucap Amel kesal.
"heheheh,,,, jadi waktu pas mau bayar tadi, ternyata udah di bayarin sama itu cowok" ucap Tasya.
"hhhmmm,,, mungkin dia kenal kamu kali" ucap Amel berprasangka baik.
"mungkin, tapi aku gak kenal dia" ucap Tasya.
"hey,,,, jangan lupa kamu itu orangnya pelupa sama orang Ca" ucap Amel mengingatkan sifat Tasya yang suka lupa..
"ia kali ya" ucap Tasya.
"mungkin,,, atau dia suka sama kamu? " ucap Amel.
"ngapain dia suka sama aku? " ucap Tasya.
"ya ampun Ca,,,, sadar napa? lu itu cantik dan manis, laki-laki mana yang gak akan suka sama kamu Ca" ucap Amel.
"gak ah, aku rasa aku biasa-biasa saja,,, malahan yang cantik itu kamu Mut" ucap Tasya.
"is,,,, gak percaya ni anak ya" ucap Amel.
"udah ah, mending aku mandi soalnya nanti mau keluar" ucap Tasya sembari beranjak dari tempat tidurnya.
"mau kemana? " tanya Amel.
__ADS_1
"mau kasih jawaban sama cowok yang kemaren" ucap Tasya, lalu pergi memasuki kamar mandi.
Disisi lain Galang di dalam kamar masih membayang-bayangkan berapa manis dan cantiknya gadis yang tadinya ia lihat di kantin. Gilang membayangkan kalau Tasya akan menjadi kekasihnya betapa bahagianya dirinya.
Aku ingin sekali berkenalan dengan dia, tapi aku enggan dengan temannya itu. Aku cari tau dia dari mana ya? soalnya sebanyak ini mahasiswi mana mudah mencari satu mahasiswi. Ditambah aku tidak tahu dia jurusan apa? apa mungkin satu jurusan dengan dia??.
Gumam Galang yang mengingat di antara tiga dari teman gadisnya itu ada salah seorang perempuan yang dulunya ia cintai namun harus berakhir dengan penghianatan yang di lakukan oleh nya.
Jam sudah menunjukkan pukul 16.00. Tasya sudah siap dengan pakaian yang modis tapi tetap sopan. Sedangkan Hari sudah menunggu Tasya di luar kosnya.
"lama nunggunya? " tanya Tasya yang baru keluar dari kosnya.
"gak kok, yuk berangkat" ucap Hari.
"ok" ucap Hari.
...----------------...
Ditaman
"Yuk cari tempat duduk" ucap Tasya.
"kita duduk di bawah pohon itu saja" ucap Hari yang melihat tempat duduk yang kosong di bawah pohon yang ada di taman.
"ayuk" ucap Tasya.
__ADS_1
"kamu duluan ke sana, aku mau beli air dulu" ucap Hari.
"ok" ucap Tasya lalu jalan duluan ke tempat duduk.
Hari sebenarnya hanya menunda waktu Tasya akan memberikan jawaban kepadanya dengan alasan membeli minum, sunggu ia belum siap kalau-kalau Tasya menolak cintanya.
"ni minumnya" ucap Hari yang menghampiri Tasya sambil membawa sebotol minuman.
"oh iya, makasih,,, " ucap Tasya langsung mengambil botol minuman itu dari tangan Hari.
"sama-sama" ucap Hari yang ikut duduk di samping Tasya.
"oh ya soal jawaban itu apa boleh aku jawab sekarang? " ucap Tasya.
"b-boleh" ucap Hari gugup.
"setelah aku pikir-pikir aku rasa aku mau jadi pacar kamu" ucap Tasya.
Seketika Hari langsung terdiam. Syok itu mungkin gambaran dari raut wajah Hari saat ini.
"y-yang benar? " ucap Hari.
"ia benar,,,, aku juga sayang kamu sayangnya aku" ucap Tasya yang memanggil Hari dengan sayang.
"sa-sayang? jadi ki-kita udah jadian ni? " Tanya Hari memastikan.
__ADS_1