Cintanya Gadis Nakal

Cintanya Gadis Nakal
14


__ADS_3

" ia nanti aku ganti makanannya" ucap Amel.


" gak usah di ganti Mel, kalau aku mintak ganti pasti beda lagi nanti gantiannya" ucap Tasya yang menurut Amel paham apa maksut dari omongan Tasya.


Bukan karna Tasya mau menyulitkan Amel atau Amel yang tak mau mengganti sesuai dengan apa yang sudah ia makan tadi. Hanya saja Tasya tahu betul bagaimana perekonomian keluarga Amel, Tasya tidak mau gara-gara roti yang bisa Tasya beli sendiri harus membuat amel menahan untuk jajan.


Hubungan Tasya dan Amel sangat dekat itu terjalin dikala mereka sudah se atap atau satu kos. Hubungan keluarga pun juga baik, di tambah orang tua Amel juga mempunyai urusan pekerjaan dengan orang tua Tasya. Tidak hanya Amel dan Tasya yang dekat namun kedua orang tua mereka juga dekat.


Selama di kos Tasya baru mengetahui kalau Amel memiliki sikap yang suka bercanda, hal itu membuat Tasya makin dekat dengam Amel ditambah Tasya yang orangnya suka bercanda.


Tak jarang di atara mereka saling membantu sama lain, terutama masalah uang. Terkadang di saat Amel terkendala dalam hal uang, Tasya siap untuk membatu meskipun itu tak seberapa dan begitu juga dengan Amel, Amel tau kalau Tasya adalah orang yang suka cepat dan tak suka lama-lama. Hal itu membuat Tasya cukup malas untuk memasak karna dari itu ia membantu Tasya untuk memasak. Meskipun di bantu Amel untuk masalah perut bukan berarti Tasya menyerahkan semua pekerjaan memasak kepada amel, Tasya akan ikut membantu untuk menyiapkan bumbu-bumbu untuk amel memasak.

__ADS_1


" oh ya,,,, gimana tadi dikampus?" tanya Amel.


"hum,,, tau lah kek biasa Mel" ucap Tasya.


" ih,,,,, ceritain napa?" ucap Amel kesal dengan jawaban Tasya.


" ia,,,, tadi selama dua mata kuliah aku cuma duduk di kursi belakang, dan gak ada teman untuk mengobrol" ucap Tasya.


"pas mau pulang tadi ada yang manggil, aku cari-cari yang manggil aku tu siapa? Eh ternyata orangnya dah di depan aku" ucap Tasya.


" makannya orang di depan sendiri aja gak tau kalau dah manggil, apa lagi jauh,,,,," ucap Amel.

__ADS_1


"ya aku sebenarnya gak peduli yang manggil, tapi dia manggilnya gak sekali makannya aku cari eh ternyata di depan aku" jelas Tasya.


" ya udah,, lanjut ceritanya" ucap Amel.


"terus aku kan diam aja tu di panggil karna aku gak tau harus manggil dia itu siapa?, aku gak tau namanya yang ku tau dia teman sekelasku. Karna aku nya dia mereka malah nanya, ku jawab karna aku gak tau mau manggil apa,,,, terus mereka memperkenalkan diri mereka dan akhirnya kami pulang bareng deh" ucap Tasya menceritakan kejadian di kampus.


" kok kamu bisa gak kenal atau tau nama teman sekelasmu sih Ca? kan kamu udah satu tahun setengah sekelas bareng mereka" tanya Amel.


" kan kamu tau sendiri Mel, kemaren-kemaren kan kita kuliahnya online dan selama aku online aku kan kerja terus pas kuliah via zoom kan aku selalu of camera Mel dan terakhir aku jarang nimbrung di grup" jelas Tasya.


" lah segitu malasnya kah untuk nimbrung di percakapan teman-teman dikelas sendiri?" tanya Amel lagi.

__ADS_1


" bukan gitu Mel, hanya saja mereka rempong dan brisik sekali di grup kelas,,,, dan kamu tahu, dua orang yang aku kenal tadi t, malah ngira aku itu sombong,,, kan parah banget" ucap Tasya


__ADS_2