Cintanya Gadis Nakal

Cintanya Gadis Nakal
18


__ADS_3

"apa boleh aku pikir-pikir dulu?" tanya Tasya.


"boleh kok" ucap Hari.


Setelah mengungkapkan perasaannya Hari mulai tenang, namun berbeda dengan Tasya yang pikirannya bimbang apakah akan menerima lali-laki yang baru ia kenal ini atau tidak.


Menyadari Tasya masih memikirkan hal yang di ucapkan olehnya, Hari langsung mengajak Tasya pulang agar Tasya bisa berfikir dengan tenang.


"Ca,,,, pulang yuk" ucap Hari.


"udah mau pulang ya,,,,, ya udah ayuk" ucap Tasya dengan raut wajah yang agak kecewa karna Hari terlalu cepat mengajaknya untuk pulang.


"ia ayuk" ucap Hari.


Setelah membayar makanan, mereka kini sedang dalam perjalanan hendak pulang, terlebih dahulu Hari akan mengantarkan Tasya ke kosnya baru ia pulang kerumahnya.


Diperjalanan cuma suara kenalpot motor yang ada, tak ada canda di antara mereka. Suasana seketika berubah setelah mengetahui hal yang sebenarnya. Kecanggungan yang di landa oleh dua insan yang sebenarnya saling mencintai. Namun terkendala akan masalalu masing-masing.

__ADS_1


Tak ada yang dapat disalahkan dalam hal ini, apa lagi semuanya sudah berlalu. Namun hal yang telah berlalu di jadikan pelajaran bagi setiap insan agar tidak mengulanginya lagi.


Sesampainya di kos, Tasya tak kunjung turun dari motor. Ia masih saja memikirkan perkataan Hari.


"Caaa,,, kita dah sampe" ucap Hari yang membuka suara.


"o-ooh ia,,, makasih ya untuk hari ini" ucap Tasya.


"ia sama-sama, aku pulang dulu,,,,, by" ucap Hari lalu pergi meninggalkan Tasya yang masih berdiri di pagar kos.


Apa aku sudah mempermainkan perasaanya? sampai-sampai dia berubah seperti itu kepadaku? atau dia kecewa dengan ku yang tak menjawab pertanyaan nya tadi,,, tapi jujur aku takut hal yang sudah berlalu terjadi lagi.


Tasya yang masih berdiri di depan pagar kosnya, membuat Amel merasa aneh dengan temannya satu ini.


"Ca" panggil Amel namun tak di respon oleh Tasya.


"Tasyaaaaaaaaa" ucap Amel sambil berteriak.

__ADS_1


"ya ampun Mel, bisa gak jangan teriak-teriak sakit ni kuping" ucap Tasya kesal akan tingkah Amel.


"Aku gak akan teriak kalau panggilan ku yang awal kamu dengar, jadi aku aku harus teriak deh biar kamu engeh" ucap Amel.


"ha? kamu sudah manggil dari tadi? tapi aku gak dengar Mel" ucap Tasya.


"gimana mau dengar kalau pikiranmu ntah dimana-mana sedangkan badannya di sini,,,, lagian kamu ngapain di luar lama-lama udah mau hujan ni" ucap Amel.


"ha?" ucap Tasya kaget mendengar ucapan Amel sudah mau hujan.


Tasya khawatir kalau Hari nanti pulang harus hujan-hujan, karna tadi waktu mengisi bensin di pom bensin Tasya melihat jok motor Hari tidak ada jas hujan.


"ha hu ha,,, ayok masuk, mau cari penyakit kali ni anak ya? " ucap Amel langsung menarik tangan Tasya untuk masuk kedalam kos.


"Mel,,,, sakittt tau,,, " ucap Tasya yang merasa sakit karna tangannya langsung di tarik oleh Amel untuk masuk.


"mending sakit di lengan yang sifatnya sementara dan gak perlu obat dari pada demam sakitnya lama dan butuh obat Tasya" ucap Amel mulai kesal dengan temannya yang sedari pulang bermain dengan cowok kenalannya itu selalu melamun tidak jelas.

__ADS_1


"hummm,,, ia Mel" ucap Tasya tak mau berdebat.


Tasya langsung saja merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya. Ia masih saja memikirkan tentang peristiwa yang baru saja terjadi. Amel yang melihat tingkah Tasya langsung saja meninggalkan Tasya dari kamar, ia tahu kalau temannya itu membutuhkan waktu untuk berfikir sejenak. Meskipun Amel belum tahu apa yang dipikirkan oleh Tasya, tapi dia yakin nanti Tasya akan mencari dirinya untuk bercerita.


__ADS_2