Cintanya Gadis Nakal

Cintanya Gadis Nakal
35


__ADS_3

"benar begitu nona?" tanya petugas lagi.


"benar itu pak" ucap para saksi lainnya.


Petugas yang mendengar ucapan para saksi langsung menarik Tasya keluar dari lingkungan lapangan kantin.


"pak saya gak salah pak, yang salah tadi itu perempuan itu pak" ucap Yulia.


"selanjutnya kalau mau jadi pelakor jangan di sini, jangan bikin rusuh disini,,, mending kamu pulang sana" ucap petugas mengusir Tasya.


...****************...


"Gilang lu mau kemana?" tanya Tara melihat Gilang dengan stelan baju yang rapi.


"gue ada acara keluarga, jadi dalam dua hari ini lu izinin gue ya" ucap Gilang.


"ook,," ucap Tara tak banyak tanya.


Maaf Tar,,, gue mau tenangin pikiran gue, gue takut kalau lu tau kalau gue ngapain lu malah jadi musuh dalam selimut bagi gue Tar gumam Gilang.


Saat ini gilang sedang melajukan mobilnya ke sebuah tempat untuk melepas rasa stres akan tugas dan stres akan cinta. Cinta baru saja tumbuh tapi malah cinta yang mematikan dirinya sendiri.


"ada masalah apa?" tanya teman Gilang yang saat ini sedang duduk berdampingan dengan Gilang di sebuah tempat hiburan malam.


"biasa" ucap Gilang.

__ADS_1


"ooo,,, mau yang modelan mana nih?" tanya teman Gilang lagi.


"lu kek nya udah tau aja kalau gue kesini ngapain" ucap Gilang.


"lu pelanggan VVIP gue " ucap temannya yang merupan pemilik dari tempat hiburan malam tersebut.


"hahahahaha,,,, ya udah gue tunggu di kamar yang biasa ok" ucap Gilang seraya meninggalkan temannya tadi.


Teman Gilang langsung menyiapkan kamar yang di maksud Gilang dan tidak lupa obat dari stres Gilang yaitu sebuah bir dan seorang wanita.


Tok,,tok,,,


"masuk" ucap Gilang yang sudah menunggu di dalam kamar.


"hum,,,, apa kamu tidak merasa pakaian mu itu membuat dadamu sesak?" ucap Gilang yang melihat pakaian dari perempuannya malam ini terlihat sangat ketat sehingga mencatak lekuk tebuh perempuan itu.


"ia sih bang," ucap perempuan itu malu-malu.


"sini biar aku buka kan" ucap Gilang yang langsung menarik tangan perempuan itu sehingga perempuan itu duduk di atas pangkuan Gilang.


"Siapa namamu?" tanya Gilang sambil membuka kancing baju perempuan itu.


"Sisil bang" ucap Sisil.


"oh Sisil,bodymu bagus sekali" puji Gilang.

__ADS_1


"ah masa sih bang? Aku rasa biasa-biasa aja" ucap Sisil.


"ia,,, di tambah gunungmu yang besarnya sesuai dengan ukuran tanganku, membuat ku tidak tahan untuk memakan mu" bisik Gilang di telinga Sisil.


Sisil yang mendengar ucapan Gilang merasa seperti tersengat aliran listri.


Saat ini Sisil sudah full tampa busana di tubuhnya, hal itu membuat Gilang merasa senang.


"aku mau mi***, apa boleh aku mimik denganmu Sisil?" ucap Gilang sambil meremas su** milik Sisil.


"ah,,, ia bang,,, silahkan" ucap Sisil yang juga terpancing.


Saat ini dua insan sedang menikmati indahnya yang sangat panjang berdua.


...****************...


Tasya dan Hari yang sudah selesai makan malamnya, Tasya yang merasa malam sudah semakin dingin di tambah lagi ia lupa untuk memakai jeket.


"yang,,, pulang yuk" ucap Tasya kepada Hari.


"kamu kedinginan? " tanya Hari yang melihat Tasya terus menerus mengusap badannya.


"ia, aku juga lupa bawa jeket tadi" ucap Tasya.


" ya udah kamu pakai jeket aku aja" ucap Hari.

__ADS_1


__ADS_2