Crash Wedding On You

Crash Wedding On You
BAB 14. Preeklampsia


__ADS_3

"Harusnya kamu mempertimbangkan hal ini sebelum kamu hamil, apalagi kamu adalah Dokter Kandungan juga," jelas Umi Syafa saat memeriksa kondisi Gilsha yang tiba-tiba pingsan di rumah sakit. "Tapi mau bagaimanapun, anak itu sudah anugerah dari Allah, tidak ada yang bisa menyalahinya."


"E-Emang, Gilsha sakit apa Umi?" tanya Gilsha yang membuat Umi Syafa ragu untuk menjawab. "Kenapa, Umi?"


Umi Syafa terdiam sejenak, sebelum akhirnya seorang dokter yang khusus menangani penyakit ini datang masuk ke ruang mereka.


"Biar Dokter Adnan saja yang menjelaskan kepada Nak Gilsha, kalau begitu Umi keluar dulu," jawab Umi berdiri dan meninggalkan Gilsha bersama Adnan.


Adnan sendiri adalah seorang dokter muda, usianya tidak jauh beda dari Gilsha atau bisa dibilang mereka sepantaran dan Adnan lah yang mengurusi kasus penyakit yang di hadapi Gilsha sekarang.


Adnan tersenyum kemudian mengambil posisi duduk di kursi bekas duduk Umi Syafa, ia mengeluarkan sebuah kertas yang membuat Gilsha semakin penasaran.


"Maaf sebelumnya Mbak Gilsha, apakah Mbak sekarang hidup dengan satu Ginjal?" tanya Adnan.


Jelas Gilsha terdiam, sebuah tebakan yang bahkan tidak pernah ada di ekspestasi Gilsha bahwa Adnan akan menanyakan hal tersebut.


"Benar Mas," jawab Gilsha mengiyakan apa yang dikatakan Adnan kepada Gilsha.

__ADS_1


Adnan menganggukkan kepalanya sejenak kemudian mulai membacakan hasil lab mereka. "Jadi begini Mbak Gilsha, Mbak Gilsha kemungkinan akan kesulitan mengandung dalam kondisi hanya memiliki satu Ginjal, ini menjadi sebuah resiko yang sangat berbahaya."


"M-Maksudnya?"


"Jadi begini Mbak, dikarenakan kondisi Mbak yang sedang hidup dengan satu Ginjal, efek hamil ini mengakibatkan Mbak Gilsha mengidap Preeklampsia, sebuah penyakit yang biasanya terjadi kepada pendonor Ginjak saat sedang hamil, mengakibatkan tekanan darah tinggi secara mendadak, seperti tadi saat Mbak Gilsha, pingsan," jelas Adnan berhati-hati karena dia tidak ingin menyakiti hati Gilsha.


Gilsha terdiam, ia mengusap perutnya kemudian kembali menatap Adnan yang masih betah menatapnya juga.


"Apakah aku masih bisa tetap mengandung anak ini, Mas?" tanya Gilsha merasa ragu dengan keadaannya.


Gilsha kembali menghela napas panjang kemudian menatap Adnan sekali lagi untuk memastikan isi hatinya. "Kemungkinan terburuknya apa, Mas?"


Adnan tampak ragu memberitahu Gilsha, dia takut Gilsha akan menjadikan ini beban pikiran jika dia mengatakannya, tapi Adnan tidak mungkin menutupi fakta ini.


"Jelaskan saja Mas, aku gak masalah kok, kemungkinan terburuknya apa?" tanya Gilsha yang membuat Adnan terhenyak dari lamunannya atas kondisi Gilsha.


"Kemungkinan terburuknya adalah ketidakstabilan darah bisa menyebabkan kanker darah dan kandungan Mbak Gilsha mengalami komplikasi dan delapan puluh persen anaknya akan lahir dalam kondisi cacat fisik," jelas Adnan.

__ADS_1


Pernyataan itu jelas membuat batin Gilsha terguncang, tapi Gilsha tidak menunjukkan ekspresi itu sekarang di hadapan Adnan, takut membuat Adnan merasa bersalah karena sudah menjelaskan ini kepadanya.


Gilsha berdiri dari duduknya kemudian pamit kepada Adnan, Gilsha kini ingin ke toilet, dia benar-benar harus menenangkan dirinya yang benar-benar terguncang luar biasa.


Segala kemungkinan demi kemungkinan atas kandungannya jelas membuat Gilsha terpukul, tapi haruskan dua menyalahkan masa lalu terhadap dirinya yang mendonorkannya ginjalnya dulu?


"Mama, Gilsha bingung sekarang, kenapa nasib Gilsha harus begini?" batin Gilsha meringkuk didalam toilet dengan air mata membanjiri seluruh wajahnya.


Betapa beratnya cobaan bagi Gilsha, seolah tidak ada peluang untuk Gilsha bernapa lega sedetik saja akibat cobaan ini.





TBC

__ADS_1


__ADS_2