Crash Wedding On You

Crash Wedding On You
BAB 07. More Important


__ADS_3

"Maksud kamu apa Mas! Kalau bukan anak kamu, lantas anak siapa!" teriak Gilsha yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.


Selama ini, dia selalu bersikap tenang dan tidak pernah marah, namun kali ini, Gilsha benar-benar sudah tidak memendam emosinya yang sangat membakar hatinya.


Jika dia saja yang di hina tidak mengapa, tapi ini perkara anak yang belum punya dosa, anak dalam kandungan Gilsha yang tidak tahu apa-apa.


"Aku gatau! Yang jelas aku gamau ngakuin anak itu," jawab Reza yang membuat Gilsha menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Reza yang terkenal ramah, baik walaupun dingin dan membencinya tega mengatakan hal ini kepadanya, sakit hati Gilsha, dia tidak tahu harus mengatakan apalagi sekarang.


"ISTIGFAR KAMU MAS! JANGAN MENGATAKAN HAL YANG MUNGKIN KAMU SESALI!" teriak Gilsha terpancing emosi.


"AKU KAN UDAH BILANG, AKU GAK MAU NGAKUIN ANAK ITU, DIA BUKAN ANAK AKU, NGERTI GAK!?"


Reza sama emosinya, kini keduanya benar-benar di rundung rasa emosi, Gilsha berusaha mengontrol dirinya walaupun air matanya sudah sangat jatuh, belum lahir saja, anaknya sudah di fitnah begini oleh ayahnya sendiri.


"Waktu malam itu, aku pakai pengaman yah, jadi gak mungkin banget kamu hamil! Kamu jujur aja ini anak siapa!" lanjut Reza yang membuat kedua mata mereka bersinggungan saling menatap.

__ADS_1


Gilsha menghela napas panjang, entah bagaimana lagi dia harus menghadapi Reza. "Kamu itu dokter loh Mas, kamu gak mikir apa ada kemungkinan pengaman yang bocor atau apa, ucapan kami ini seolah-olah aku melakukan ini dengan pria lain."


"Aku memang bukan istri yang diharapkan Mas, tapi adalah istri yang memiliki martabat, sekarang terserah, aku rasanya sudah benar-benar menyerah Mas, Mas mau akui anak ini terserah, Mas mau akui anak silakan, aku rasanya aku udah benar-benar mati rasa."


Reza terdiam mendengar ucapan Gilsha, Gilsha kemudian mengambil pulpen dan menandatangani surat gugatan perpisahan yang diberikan oleh Reza kepadanya.


Setelah menandatanganinya, Gilsha mengembalikannya kepada Reza dan cara menempelkannya ke dada Reza.


"Aku harap tidak ada penyesalan di kemudian hari, karena mulai hari ini aku tidak akan menolerir lagi segala bentuk penyesalan, karena aku sudah mati rasa," jawab Gilsha masuk ke dalam rumah meninggalkan Reza yang berdiri disana.


"Reza mana! Jangan bilang kalau dia gamau tanggung jawab?" tanya Sela yang membuat Gilsha mengangguk.


Sela benar-benar emosi sekarang, ingin rasanya dia melabrak Reza namun Gilsha menahannya, Gilsha benar-benar ingin memutuskan hubungan dengan Reza, biarlah yang terjadi menjadi pengalaman bagi Gilsha sendiri.


"La, aku boleh minta tolong gak?" tanya Gilsha yang membuat Sela menatap Gilsha.


"Apa?" tanya Sela yang membuat Gilsha memegang tangannya.

__ADS_1


Gilsha mengatur napas sebelum mengungkapkan keinginannya. "Aku pengen pinjem uang kamu, aku pengen sewa rumah yang lumayan jauh dari sini, aku tahu nanti setelah bercerai, mertuaku bakal nyari aku, aku gamau lagi ada akses dengan Mas Reza, apalagi aku lagi hamil."


Sela terdiam, Gilsha masih menatap Sela, masih berharap jawaban dari Sela.


"Kamu yakin?" Gilsha mengangguk serius atas pertanyaan Sela. "Aku ada uang, kamu boleh pake dulu, semoga kamu bisa bahagia, Sha."


Sela memeluk Gilsha, kali ini Gilsha benar-benar harus memulai hidupnya dengan hal yang baru dan tanpa Reza lagi.





TBC


Assalamualaikum

__ADS_1


__ADS_2