Crash Wedding On You

Crash Wedding On You
BAB 31. Dua Cincin


__ADS_3

"Kamu masih ingat kan? Kamu tahu sekarang alasannya kan, Reza itu adalah perusak segalanya, dari awal dia menikah dengan Gilsha, aku sudah tidak setuju!" jelas Glen yang membuat Sela menatap kembali Glen dengan pelan.


"Tapi gak gini, caranya, Kak," jawab Sela yang membuat Glen menyugar rambutnya sendiri.


Dia menghela napas panjang, seolah ada sesuatu di dalam hatinya yang mengganjal untuk mengatakan hal lain dalam kehidupannya.


"Satu hal lagi! Kamu tahu kan, Gilsha itu yang ngedonorin ginjal untuk Reza?" ujar Glen yang membuat Sela mendelik.


"Donor?" Sela yang tidak tahu apa-apa langsung antusias dengan hal ini.


"Mungkin Gilsha tidak pernah cerita semuanya, tapi Pendonor misterius itu adalah Gilsha, dan kamu tahu resikonya? Resikonya adalah Gilsha tidak akan bisa bertahan dalam satu ginjal, ditambah dia tengah mengandung, sebagai dokter kandungan kami pasti tahu jika suatu saat dia melahirkan, hanya ada empat puluh persen kemungkinan dia masih hidup, dan kamu tahu apa artinya, akan ada yang kembali terluka! Daripada mereka terluka nanti, lebih baik mereka berpisah sekarang!" jelas Glen. "Saya tidak dendam kepada Reza, saya memang tidak suka dengan dia, tapi saya tidak ingin kalau suatu saat hubungan Reza dan Gilsha semakin dalam, dan ini terjadi, Reza akan terluka dan-"


"Dan, kenapa?" tanya Sela pada Glen.


"Dan dia butuh waktu, yang sangat lama untuk menyembuhkan lukanya, seperti saya yang butuh bertahun-tahun lamanya untuk bisa melupakan seseorang yang meninggalkan saya dihari saya ingin melamarnya!" ujar Glen dengan nada penuh kekecewaan.

__ADS_1


Sela terdiam, apakah orang yang dimaksud Glen adalah dirinya, setidaknya itulah itu isi hati Sela saat itu.


Kali ini Glen yang pergi dari sana, meninggalkan Sela yang berdiri di koridor itu, Glen sendiri berjalan melewati koridor yang sepi untuk keluar dari rumah sakit, sunyi dan tidak ada lagi yang bisa dia lewatkan.


Sebuah bangku di taman rumah sakit, membuat Glen menghampirinya, dia memilih duduk disana, betapa salahnya dia harus mengatakan ini kepada Sela.


Membuka kembali luka lama yang sudah Glen kubur, dalam-dalam, jelas Glen akan terluka lagi, Glen merogoh dompetnya dan membuka dompet itu, dia masih menyimpan foto Sela yang terselip disana.


Dia meraih foto itu kemudian merobeknya jadi dua, yah kali ini dia harus mengubur semuanya benar-benar dalam, sangat dalam sampai-sampai Glen sendiri harus melupakan semuanya.


Rupanya Sela, menyusulnya kesini, Sela sendiri yang sudah ketahuan, hanya bisa berjalan ke arah Glen pelan.


"Aku tidak bermaksud, apa-apa kak, lagipula menurutku kenapa kita tidak mencoba untuk membiarkan Gilsha dan Reza bersatu saja, biarkan mereka melewati ini bersama," jawab Sela duduk di samping Glen.


"Sampai kapan? Sampai Reza tahu kalau yang mendonorkan ginjal itu Gilsha, dan kalau Gilsha kenapa-napa secara tidak langsung, Reza merasa bahwa dia penyebab semua ini, itu akan memperburuk keadaan," jelas Glen pada Sela.

__ADS_1


"Buka deh pintu hati kakak buat berpikir lebih jernih, keadaan tidak akan buruk, pemikiran kakak yang membuatnya buruk, kita bahkan belum tahu akan ada apa kedepannya, kakak tidak harus berpikir yang belum pasti akan terjadi," Sela meraih tangan Glen tapi Glen menolak.


"Sudah Sela, saya ingin pulang, saya titip Gilsha, saya akan kesini besok pagi," Glen berdiri kemudian berjalan meninggalkan Sela kembali.


Kali ini Sela tidak menyusul, karena ia melihat dompet Glen yang terjatuh, Sela meraihnya dan tidak sengaja membukanya, di dalamnya ada dua buah cincin dan foto Sela yang baru saja di robek.


"Seburuk itukah, hubungan kami dulu?" tegas Sela dalam hatinya. "Dua cincin."





TBC

__ADS_1


Assalamualaikum


__ADS_2