Crash Wedding On You

Crash Wedding On You
BAB 39. Belok Kanan Jalan Terus


__ADS_3

"Jadi, sekarang mau gimana? Mau dikejar kesana?" tanya Reno yang membuat semuanya berpikir sejenak.


Aris membuka ponselnya dan mengecek jadwal penerbangan dibandara yang ada di kota ini, disaat semuanya diam, Aris mendapatkan sebuah info yang akurat.


"Penerbangan terdekat sekitar lima belas menit lagi, kalau dikejar ke bandara kemungkinan masih sempet, tapi jalur lagi macet, mau di terobos aja?" ujar Aris menjelaskan yang membuat keempatnya tercengang.


"Terobos gimana? Kita terbang?" jawab Reno duduk di bumper depan mobil.


"Tuh!" Aris melirik tiga buah motor yang ada di parkiran milik tetangga perumahan disini. "Kita pinjem aja."


"Emangnya bakalan dikasih, jangan ngadi-ngadi lu!" jawab Reno kembali.


Aris tidak menjawab, dia hanya berjalan kesana dan berusaha meminjam ketiga motor tersebut yang membuat keempat sahabatnya tidak habis pikir dan hebatnya Aris berhasil kembali dengan membawa tiga kunci motor.


"Kok bisa sih?"


"Gue jadiin Hp, Dompet, KTP, sama Kunci Mobil sebagai jaminan, toh kalau naik motor bisa nerobos macet," jawab Aris membagikan kunci motor. "Reza nanti bonceng Gilsha yah, Gue boncengan sama Reno, dan Lo Sela, bawa sendiri soalnya kita kan mau jemput calon suami, Lo!"

__ADS_1


Semuanya mengangguk kemudian berjalan ke motor yang di maksud, tak butuh waktu lama mereka mulai mengendarai motor masing-masing dengan kecepatan yang lumayan cepat melewati jalanan kota.


"Mas, pelan-pelan aja yah, kamu kan masih sakit?" ujar Gilsha memeluk erat perut Reza yang sedang mengendarai motor.


"Iya sayang, jangan khawatir yah, kalau lambat nanti kak Glen-nya berangkat duluan, kamu pegangan aja," jawab Reza fokus mengendarai motornya.


Mereka akhirnya tiba di jalanan kota dimana memang sedang macet-macetnya, Aris melirik sekitar dan menghentikan motor yang dia kendarai.


"Ini mah bukan macet elah, tapi berhenti total, nanti kita belok kanan jalan terus yah!" ujar Aris mengomando yang lain.


"Ini jalannya kemana lagi?" teriak Sela yang merasakan bahwa mereka sudah benar-benar salah arah.


"JALAN TERUS AJA!" teriak Aris balik sementara itu Gilsha dan Reza sendiri sibuk dengan keromantisan di situasi dan kondisi yang tidak tepat ini. "Nanti Belok kanan lagi jalan terus!"


"Nyasar, gue gampar yah lu!" jawab Sela yang mulai ragu pada Aris walaupun sejauh ini Aris lah yang paling tidak pernah salah di circle mereka.


"Nurut aja, Napa sih," jawab Aris fokus mengendarai motornya, sekitar dua belas menit mereka berada di jalan tersebut, sampai akhirnya kembali mendapati titik dengan beberapa gedung yang menandakan bahwa bandara sudah tidak jauh lagi. "Noh, di depan udah bandara."

__ADS_1


Sela menghela napas lega saat melihat itu, mereka kemudian menambah kecepatan motor mereka sampai akhirnya mereka tiba di bandara.


Hiruk pikuk para penumpang pesawat yang akan segera take off menambah suasana yang ada, Sela sendiri langsung mematikan motor tanpa memarkirkannya dengan benar sakit buru-burunya.


"Santai dong! Motor orang ini!" protes Aris membereskan motor yang dikendarai Sela yang di biarkan begitu saja.


Sela mengabaikan ucapan Aris, matanya kini celingukan mencari keberadaan Glen, dan tidak butuh waktu lama, dia sudah menemukan Glen sendiri duduk di titik tunggu dengan keadaan menunduk.


"Kak Glen?" panggil Sela yang membuat Glen mengangkat kepalanya.





Assalamualaikum

__ADS_1


__ADS_2