Crash Wedding On You

Crash Wedding On You
BAB 24. Cerita Tanpa Pemeran Utama


__ADS_3

"Jadi yang nabrak Ayah aku itu, Mas Reza?"


Gilsha mencoba bertanya-tanya kepada hatinya sendiri, setelah dia sadari hatinya tidak pernah berbohong, hati Gilsha selalu berkata bahwa Reza tidak pernah jahat dan sekarang sudah terbukti.


Namun fakta yang Gilsha terima sekarang, ibarat kata bagai pisau bermata dua, rasanya Gilsha tidak bisa berkomentar apa-apa lagi.


Gilsha menangis dalam keadaan menbekap mulutnya sendiri, dia bingung harus mengekpresikan perasaannya dalam bentuk apalagi, selain diam seribu bahasa.


"Kita tahu, ini berat buat lo Sha, tapi ada sebuah penjelasan yang mungkin bisa lo tahu," ujar Aris berjalan ke arah Gilsha, bersama Reno dan Sela.


"Jadi, kalian udah tahu!?" tanya Gilsha yang membuat Aris, Reno dan Sela saling melempar tatapan. "Tapi kenapa?"


"Gue dan Reno sudah tahu lebih dulu, karena kami berdua ada pada saat kecelakaan itu, sedangkan Sela, dia baru tahu semalam, gue gak maksa lo buat bersikap bagaimana kedepannya, tapi please, lo harus denger penjelasan gue yang gak bisa dijelasin Reza, ini semua bukan pure kesalahan Reza," jawab Aris yang membuat Gilsha menatapnya.


"A-apa?"


Aris menghela napas panjang, memang diantara persahabatan mereka berlima, Aris adalah yang paling bisa bersikap dewasa walaupun dari segi usia, Arislah yang paling muda diantara Gilsha, Reno, Sela dan Reza.


Aris kemudian mulai menceritakan kejadian malam itu, kejadian dimana Aris, Reno dan Reza pulang dan Reza tidak sengaja menabrak ayah Gilsha karena tidak ingin dibegal, Tentang Reza yang berusaha bertanggung jawab tapi takut bertindak sehingga dia meninggalkan ayah Gilsha di rumah sakit dan menitipkan sejumlah uang.


Mendengar cerita itu membuat Gilsha tidak bisa berkomentar lebih, karena memang ini hanyalah masalah tanggung jawab, andai saja Reza waktu itu tidak lari begitu saja walaupun dia sudah membawa ayah Gilsha ke rumah sakit, mungkin tidak akan begini, tapi disatu sisi Reza hanyalah orang yang ingin melindungi dirinya sendiri dari ayah Gilsha yang ingin merampok mereka.


Di saat obrolan mereka terhenti ditengah keheningan, seorang dokter keluar dari ruangan ICU dan mengabari Aris, Reno, Gilsha dan Sela.


"Dok, Dokter Reza sudah siuman, dia sudah melalui masa kritisnya, tapi masih ada observasi lebih lanjut lagi kedepannya," jelas Dokter itu yang membuat keempatnya tersenyum lega. "Kalau ingin melihat silakan, tapi hanya boleh dua orang dulu yah."

__ADS_1


Aris, Reno, Gilsha dan Sela mengangguk yang membuat dokter itu pergi, kini tersisa mereka berempat lagi di koridor itu.


"Sha, lo sama Reno atau Sela aja yang masuk, gue harus ke ruangan jaga gue dulu, soalnya hari ini gue ada tugas jaga," ujar Aris yang berniat pamit dari ketiganya karena memang Aris daripagi sudah mengurus Reza.


"Gapapa Ris, Makasih yah," jawab Gilsha. "Aku masuk sendiri aja, gapapa kan, aku mau ngobrol sesuatu sama Mas Reza."


"Gapapa, gue sama Sela disini aja jaga, kami berdua gaada nugas hari ini," jawab Reno yang membuat Sela mengangguk.


Gilsha masuk ke dalam ruangan itu membuka pintu ruangan dan mendapati sebuah ranjang panjang dengan Reza di atasnya.


[Krit]


"Mas Reza?"


Reza tidak bergeming, selang oksigen terpasang di hidungnya sedang selang infus di punggung tangannya membuat Gilsha melangkahkan kakinya kesana.


Belum habis Reza berbicara Gilsha sudah memeluk dada Reza yang membuat Reza terdiam sedang Gilsha menangis di sana.


"Kenapa kamu gak cerita dari dulu Mas, kenapa kamu harus menyimpan sebuah cerita sebesar ini dari aku?" tanya Gilsha yang membuat Reza terdiam. "Aku bahkan gabisa tidur karena mimpi tentang kamu, aku rasa anak kita rindu sama ayahnya."


"A-ayah?" tanya Reza. "Apakah aku masih pantas disebut ayah?"


"Kamu tidak mengakuinya itu dari mulut kamu Mas, bukan dari hati kamu, jadi ada alasan apa lagi untukmu tidak pantas?"


"T-Tapi, aku yang sudah membuat kamu kehilangan ayah-"

__ADS_1


"Aku sudah tahu semuanya, aku memang tidak membenarkan perbuatan kamu Mas, tapi aku tidak bisa menghakimi kamu," jawab Gilsha memotong.


Reza menatap dalam Gilsha walaupun anggota badannya karena masih lemas. "Kamu sudah menghukumku dengan kepergian kamu, lantas hal apalagi yang kamu mau ambil dariku?"


"Cinta kamu," jawab Gilsha yang membuat Reza kembali menatap Gilsha, Gilsha meletakkan tangannya di dada Reza. "Masih tersimpan disini."


"Aku kembali untuk mencabut hukuman itu kan Mas, bagaimana bisa aku menghukum seorang pria yang sudah jauh mengisi hatiku, bahkan aku gak pernah expect akan terjadi seperti ini setelah kita berpisah," lanjut Gilsha.


"Tapi kenapa?"


"Bagaimana bisa aku meninggalkan seorang suami yang rela kembali ke rumah saat jam kerja, hanya untuk memakan sarapan buatan istrinya secara diam-diam?"


"K-kamu tahu?"


"Aku tahu, bahkan aku tahu kalau kamu punya cinta yang lebih dari aku ekspestasikan."


Air mata Reza jatuh, dia menarik Gilsha ke dalam pelukannya dan mencium keningnya. "Maafin Mas, Sha, Maafin Mas."


"Kamu gak pernah salah Mas," jawab Gilsha membalas pelukan Reza.




__ADS_1


TBC


Momen apa ini :)


__ADS_2