
"Kamu jelek kalau nangis, Mas, nanti muka tampan kamu hilang," ujar Gilsha sembari terus mengusap rambut Reza. "Nanti rambutnya di potong yah."
"Kamu sempet-sempetnya bercanda, di saat begini," Reza bangkit dan mengangkat kepalanya yang sedari tadi di usap oleh Gilsha. "Kamu mau makan, kamu kan habis gak sadarkan diri, tapi ini udah jam dua, kamu mau apa, biar Mas keluar nyari."
Reza berdiri dan hendak meraih jaketnya untuk dia pakai karena dia berpikir akan keluar mencari makan, namun Gilsha menghentikannya dengan meraih tangan Reza.
"Gausah, Mas, besok aja, kondisi kamu juga lagi gak baik, kamu harus menjalani perawatan dengan kondisi ginjal kamu," ujar Gilsha yang membuat Reza kini duduk di ranjang bersama Gilsha. "Aku sama kamu aja, kayaknya anak kita rindu, sama Ayahnya."
Reza tersenyum, dia mengusap rambut Gilsha dan perut Gilsha sejenak, dia mempererat pelukannya sebelum dia mengingat sesuatu, Reza melepas pelukannya dan meraih jaketnya, dia ingin mengambil sesuatu dari saku jaketnya.
Sebuah cincin, Gilsha menatap cincin itu, itu adalah cincin nikah mereka yang Gilsha jual tempo hari, dan dibeli oleh orang suruhan Reza.
"Kok bisa ada, sama kamu, Mas?" tanya Gilsha yang membuat Reza tersenyum. "Aku udah jual dulu, buat kebutuhan aku."
"Maafin Mas yah, kamu sampai harus jual cincin ini, Mas tahu kamu jual ini dari orang suruhan Mas, jadi Mas beli lagi, Mas minta kamu jangan lepas cincin ini lagi yah," ujar Reza meraih tangan Gilsha dan memasangkan cincin itu. "Kamu harus menjaga cincin ini seperti menjaga cinta kita."
Gilsha tersenyum, dia menyandarkan kepalanya di bahu Reza sementara Reza hanya memeluknya sangat erat.
__ADS_1
•
•
•
Glen berjalan di koridor rumah sakit, entah kenapa perasaannya pagi ini lumayan baik-baik saja tidak se-emosional kemarin, dia rencananya akan menjemput paksa Gilsha hari ini.
Tidak ada tanda-tanda keberadaan, Sela, Reni maupun Aris yang bisa menghalanginya, tapi ternyata Glen salah, ketiganya berada di kursi yang ada di luar ruangan rawat Gilsha, Glen salut dengan persahabatan mereka berlima, Sela, Reno, Aris bahkan rela menginap di rumah sakit karena mereka tahu kondisi kesehatan dari Reza maupun Gilsha sedang tidak baik-baik saja.
Ketiganya tengah tertidur, jadi Glen tidak terlalu ambil pusing, saat Glen membuka pintu langkah Glen terhenti melihat, bahwa Reza dan Gilsha tertidur, dengan posisi Reza menyandarkan badannya di tembok dan duduk di ranjang, sedangkan Gilsha mendekap Reza dan tidur di bagian paha Reza.
Disaat Glen tengah diam merenungkan ini semua, ponsel Glen berdering yang membuat Glen keluar dan langsung mengangkatnya.
[Halo]
Raut wajah Glen tampak serius sekali saat ini, dia tampak berbicara serius dibalik penelelon itu.
__ADS_1
[Iya, Tahu, saya akan kembali ke London lusa, urusan saya akan segera selesai kok! Kamu gak usah nelponon saya gitu terus dong]
Tampak kekesalan dari Glen, yang tengah berbicara dengan managernya yang menanyakan keberadaan Glen, karena Glen harus membintangi beberapa series yang sedang On-Going saat ini.
[Saya ada urusan dengan adik saya disini! Saya akan kembali secepat mungkin!]
Glen mematikan sambungan telepon itu dan menghela napas panjang, saat dia membalikkan badannya sudah ada Sela yang berdiri di hadapannya.
"Kak Glen, mau kembali ke London?"
Mendengar pertanyaan Sela membuat Glen tidak peduli, apa peduli Sela terhadapnya.
"Bukan urusan kamu!" jawab Glen berlalu darisana.
•
•
__ADS_1
•
Ada yang mulai luluh tuh