Crash Wedding On You

Crash Wedding On You
BAB 06. Based On Sad Story


__ADS_3

"Udah dong Sha, jangan sedih terus, gue ada kok," Sela berusaha menghibur sahabatnya itu yang tengah bersedih.


Sudah dua hari Gilsha dalam kondisi terburuknya ini, Gilsha hanya bisa mengurung diri di apartemen yang membuat Sela merasa khawatir akan kondisi kesehatan sahabatnya.


"La, aku mau ngomongin sesuatu," jawab Gilsha menatap dalam Sela.


Sela yang ditatap begitu oleh Gilsha hanya menatap balik sahabatnya sembari menanti apa yang akan dikatakan oleh Gilsha kepadanya.


"Ngomong aja, gue siap kok jadi tempat curhat lo, kita udah sahabatan hampir sepuluh tahun, lo gausah ragu kalau lo pengen lebih terbuka ke gue," jawab Sela yang membuat Gilsha menarik napas panjang.


"A-aku, Hamil," jawab Gilsha yang membuat Sela terdiam seketika.


Sela berusaha mencerna kalimat Gilsha, barangkali ia salah dengar tentang apa yang di ucapkan Gilsha kepadanya. "H-Hamil?"


"Aku Hamil, aku gatau, aku baru ngecek kondisi aku setelah talak itu, aku gatau kalau aku hamil," jelas Gilsha yang membuat Sela terdiam kembali.


Sela berdiri kemudian menarik tangan Gilsha untuk berdiri. "Ikut gue, kita harus ketemu sama Reza, lo hamil dan dia malah talak lo, ini tuh, ah, Reza harus tahu tentang ini."


Gilsha sedikit ragu yang membuat Gilsha hanya diam sejenak. "Apa Mas Reza mau mengakui anak ini?"

__ADS_1


"Jelas harus maulah! Kalau dia gak mau itu jadi tanda tanya, kan dia bapaknya, tenang ada gue," jawab Sela berjalan bersama Gilsha keluar dari kamar.


Rencananya mereka akan langsung bertemu dengan Reza dirumahnya, namun baru mereka membuka pintu rumah, Reza sudah ada di hadapan mereka.


"Gilsha, Sela, kalian mau kemana, aku datang kesini mau bicara empat mata dengan Gilsha," jelas Reza saat mereka saling berhadapan.


Sela hampir saja ingin memaki Reza kalau saja Gilsha tidak menahan tangan Sela, Gilsha kemudian mengode Sela karena dia ingin berbicara empat mata saja dengan Reza.


Sela akhirnya menyerah dan masuk ke dalam rumah menyisakan Reza dan Gilsha yang ada di teras rumah.


"Mama dan Papa gabisa datang hari ini, kemungkinan mereka datang besok, kamu belum cerita apapun kan tentang perceraian kita? Aku kesini mau nganter surat dari pengadilan agama," ujar Reza mengeluarkan sesuatu dari tasnya berupa map yang dia berikan kepada Gilsha.


Gilsha menerima map itu kemudian membacanya, entah kenapa hatinya kembali sakit membaca ini, dada Gilsha bergemuruh dia menatap dalam Reza.


Deg.


Mendengar itu membuat Reza tertawa pelan, mungkin bagi Reza perkataan Gilsha adalah sebuah lelucon.


"Anak, siapa itu?" tanya Reza yang membuat Gilsha menatap Reza dalam kondisi tidak percaya.

__ADS_1


"Anak siapa? Anak kamu Mas!" jawab Gilsha yang membuat Reza menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Dari raut wajah Reza, dia sama sekali tidak percaya dengan ucapan Gilsha, Gilsha kemudian masuk ke dalam rumah dan mengambil surat hasil pemeriksaannya dan memberikannya kepada Reza.


Reza membaca surat itu kemudian mendelik dalam kondisi benar-benar sulit dijelaskan. "Bagaimana bisa kamu hamil?"


"Kamu lupa Mas!? Kita pernah ngelakuin itu beberapa Minggu yang lalu," jawab Gilsha yang membuat Reza menundukkan kepalanya.


Memang Reza melakukan itu dulu sebagai bagian dari kebutuhan biologisnya tapi dia masih ingin menyangkal tentang anak itu.


"Gak! Dia bukan anak aku," jawab Reza.


Gilsha semakin membeku, entah terbuat dari apa hati Reza sehingga melakukan hal seperti ini kepada Gilsha.




__ADS_1


TBC


Assalamualaikum


__ADS_2