
Sela sedang berada di ruangannya, ia tampak memikirkan kehadiran Glen yang hadir lagi dalam hidupnya, tangannya tampak beberapa kali terketuk di meja yang membuat dia menghela napas panjang sendiri.
"Sela, gausah mikirin kak Glen, dia sudah bukan urusan kamu lagi," ujar Sela membereskan barang-barangnya karena dia akan pulang ke rumah, saat dia hendak keluar dari ruangan seorang kurir makanan datang menghampirinya dan membawakannya sebuah makanan entah darimana.
"Mbak Sela yah?" tanya kurir tersebut, Sela mengangguk, kurir itu mengeluarkan sebuah kotak makanan. "Ada kiriman paket Mbak."
"Paket?" tanya Sela memastikan karena dirinya merasa tidak memesan apapun. "Kalau boleh tahu dari siapa yah?"
"Maaf Mbak, saya kurang tahu, disitu ada suratnya mungkin ada nama pengirimnya, ini sudah Mbak terima yah, kalau begitu saja permisi dulu, Assalamualaikum."
"Waalakumsalam," jawab Sela masih meneliti kotak makanan tersebut. "Aris atau Reno, mungkin yah?"
Sela yang hendak pulang mengurungkan niatnya dan masuk ke ruangannya kembali, Sela membuka kotak makanan itu didalamnya tidak ada makanan melainkan sebuah kotak cincin.
__ADS_1
"Kak Glen?"
[Hai Sela, saya tidak pernah berekspestasi lebih tentang kamu dalam hidup saya, tapi yang saya tahu, saya cinta sama kamu, dari dulu sampai sekarang, mungkin semuanya sudah berubah dan keadaan tidaklah lagi sama, saya hanya ingin menitipkan cincin ini kepada kamu, saya tidak tahu kapan saya akan kembali, jangan tunggu saya]
Membaca pesan itu membuat air mata Sela jatuh, sebuah kata-kata singkat tapi kenapa begitu menusuk? Karena Sela merasakan sebuah dentuman penyesalan terbesar dalam dirinya, dia sadar dia cukup andil dalam perubahan karakter dari Glen.
Glen tulus mencintai Sela, bahkan menerima kondisi menjadi pelarian Sela dulu, tapi Glen malah di tinggalkan, tidak ada yang kuat berada di posisi Glen, Sela meraih ponselnya kemudian masuk ke dalam toilet yang ada di ruangan itu.
Ia mencoba menelepon nomor Glen, namun tidak ada jawaban, mungkin karena ponsel Glen sedang dalam mode silent, Sementara itu Reno dan Aris yang kebetulan sedang berjalan ke ruangan Sela tidak mendapati Sela disana.
Sela yang tidak berhasil menghubungi Glen, memilih keluar dari toilet dan mendapati Reno dan Aris ada disana.
"Ren, Ris, ngapain?" tanya Sela berjalan ke arah ke dua sahabatnya itu, Sela yang melihat Aris memegang surat berusaha mengambilnya namun di tahan oleh Aris.
__ADS_1
"Lo berhutang penjelasan, sama Gue dan Reno," ujar Aris yang membuat Sela menghela napas panjang, ia kebingungan harus menjelaskan darimana kronologi hubungan diantara mereka.
"Gak, gaada apa-apa, siniin suratnya, Lo berdua Jan kepoan dah, Bae-Bae ntar cepet Tua, sini!" ujar Sela yang tidak ingin menjawab pertanyaan Aris.
"Sela! Kita ini sahabat Lo! Siapa yang bilang gaboleh ada yang ditutupi diantara kita semua, hah? Gue butuh penjelasan dan Lo harus ngejelasin ini," Aris menarik tangan Sela menuju ruangan rawat Gilsha dan Reza berada biar semuanya jelas dan terang disana, Reno sendiri hanya ikut mendampingi dan tidak berkomentar banyak.
Biasanya Reno yang akan berkomentar banyak tapi kali ini dia terlihat diam dan terkejut seribu bahasa.
•
•
•
__ADS_1
TBC