
Glen kini tengah berada di rumah tempat dia menginap selama di Indonesia, Glen memang memiliki rumah pribadi di Indonesia kalau sewaktu-waktu dia kembali seperti sekarang, jadi dia tidak perlu repot mengurus hotel dan penginapan.
Glen harus mempersiapkan diri untuk pulang besok, dia juga bingung harus bagaimana menghadapi hubungan Gilsha dan Reza, haruskah dia menghalangi atau memberikan mereka restu?
Glen rasanya tidak ingin berlangsung terlalu dalam terhadap dirinya dan Gilshs, semua harus ada kejelasan, Glen berjalan keluar dari rumah, sayup-sayup suara azan dhuhur terdengar di telinganya, hidup di kota London dengan minoritas muslim jarang sekali Glen mendengar azan, ditambah lagi Glen semakin jauh dari Allah, mungkinkah ini yang menjadi penyebab adanya ketidakikhlasan dalam hati Glen.
"Apa aku sudah terlalu jauh dari Tuhanku, sampai aku sendiri tidak bisa berdamai dengan keadaan?" batin Glen yang berkecamuk, Glen memilih masuk ke dalam mobilnya, ia mengendarai mobilnya menuju masjid terdekat.
Sesampainya di masjid tersebut, Glen langsung keluar dari mobilnya, Glen menuju tempat wudhu dan mengambil wudhu disana, setelah semua dirasa selesai, Glen masuk ke dalam masjid dan waktunya memang sudah habis waktu diantara sesudah azan sampai Iqamah, Iqamah terdengar seiring langkah Glen masuk ke masjid itu.
Setelah Iqamah berakhir, sholat pun di laksanakan, belum pernah Glen merasakan hatinya setenang ini, hatinya selegowo ini hatinya sedamai ini, rasanya Glen semuanya sudah lepas.
Setelah selesai sholat, Glen menghabiskan waktu merenung bahkan ketika beberapa jamaah lain sudah keluar dari masjid, diam merenung, imam sholat langsung menghampiri Glen.
__ADS_1
"Assalamualaikum, Tampaknya ada sesuatu yang di pikirkan ini, sampai muhasabahnya ke Allah, lama betul," ujar Imam beranjak duduk di samping Glen.
"Eh Ustad, Waalakumsalam, ah tidak Ustad, saya hanya merasa, saya tidak pernah setenang ini ustad, saya merasakan bahwa saya menemukan ketenangan saat saya kembi melaksanakan sholat, bahkan hampir dua tahun full saya tidak sholat semenjak tinggal di negeri orang," jawab Glen tersenyum malu.
Imam tersebut mengusap dagunya, kemudian menepuk pundak Glen. "Begitulah Allah memberikan jalannya untuk kembali, sejauh apapun hambanya tersesat, selalu ada jalan untuk kembali, dan tempat pulang dan mengadu terbaik tetaplah kepada Allah, kalau boleh ane tahu, ada apa gerangan nih, akhi, sampai terpikirkan kembali untuk sholat?"
Glen bingung harus memulai cerita darimana, rasanya dia malu, Tapi Glen rasa, Imam ini tahu banyak hal yang mungkin, bisa membantu Glen.
"Saya ada kasus tidak bisa berdamai dengan diri saya Ustad, saya pernah mengalami patah hati yang teramat dalam, sampai saya tidak bisa berdamai dengan keadaan," ujar Glen yang membuat Ustad tersebut tersenyum.
Glen mengangkat alisnya, dia bingung mengartikan ucapan Ustad tersebut.
"Mungkin Allah cemburu, baiklah seorang mukmin mencintai manusia tidak lebih dari cintanya kepada Allah, mungkin dulu ente cintanya gede ke manusia, sampai-sampai Allah cemburu, dan memberi ente peringatan dengan patah hati, biar ente bisa kembali pulang untuk mengadu lagi ke Allah," jelas Imam itu.
__ADS_1
Glen terdiam, pernyataan yang begitu simple dan mudah di pahami tetapi kenapa Glen sampai tertampar begitu dahsyatnya, apakah semua ini peringatan.
"Ente bilang kenapa Ente gabisa berdamai dengan diri sendiri, nah balik lagi, kenapa ente gabisa berdamai, karena ente lupa kalau ente punya Allah, tempat curhat terbaik, selama Ente gak lupa sama Allah, jangan bersamai dengan diri sendiri, dengan keadaan, berdamai dengan malaikat pencatat amal buruk pun jadi, toh malaikat pencatat amal baik full senyum kalau ente Deket sama Allah, jadi gimana sekarang, udah ngerti kagak? Atau mau ana ulangin?"
Glen tersenyum, dia langsung memeluk imam tersebut yang benar-benar sudah menamparnya dengan kata-kata, memperjelas bahwa Glen adalah bagian dari segelintir manusia, yang jauh dari penciptanya.
"Terimakasih, Ustad."
•
•
•
__ADS_1
TBC
Assalamualaikum