
Momen sedih diguyur air hujan itu membuat siapapun yang melihatnya secara langsung jelas merasakan sakit hati yang di rasakan oleh pasangan ini.
Glen yang sudah muak dengan semua ini, turun dari mobilnya dan hendak mengajak Gilsha untuk pergi, namun belum Glen sampai disana, Aris, Sela dan Reno sudah keluar dari mobil dan membentuk barikade di hadapan Glen.
"Kalian mau apa! Minggir!" ujar Glen yang membuat ketiga sahabat Reza dan Gilsha ini menolak pergi.
"Gilsha itu sahabat kami! Reza juga sahabat kami! Jelas kami tidak ingin kalau mereka sedih! Kalau kak Glen mau misahin mereka, lewati kami dulu!" ujar Sela yang membuat Glen benar-benar muak. "Kami gak akan membiarkan, Kak Glen ngebawa Gilsha pergi, kak Glen siapa, udah gak pernah ada untuk Gilsha, sekarang datang-datang sok berkuasa, minimal punya urat malulah!"
"Eh Bocah! Diam kamu, tahu apa kamu!" jawab Glen pada Sela. "Minggir kalian!"
"Dibilang gak mau, batu banget sih, situ siapa ngatur-ngatur!" teriak Sela balik, Glen merasa bahwa Sela ini menarik, jiwa bandel tidak ingin kalah darinya membuat Glen merasa wanita seperti Sela jelas berbeda.
"Saya gak mau berlaku kasar yah, sama kalian, sekarang minggir dan kalian gak bakal kenapa-napa," ujar Glen menyugar rambutnya yang basah.
Hujan masih terus berlanjut menemani sesi perdebatan, Aris, Reno dan Sela melawan Glen yang tetap bersikukuh untuk mengambil Gilsha.
"Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Kak Glen, menurut saya, kak Glen gak harus melakukan ini, Kakak mana yang tega merebut kebahagiaan adiknya!" ujar Reno kali ini.
"Kalian itu, sok tahu yah! Ini demi kebaikan bersama, demi kebaikan saya dan Gilsha juga!" ujar Glen keras kepala.
__ADS_1
Aris mendelik kemudian menjawab. "Maaf kak, tidak ada kebahagiaan bersama yang melukai satu pihak, yang ada hanya kepentingan diri sendiri, kebaikan bersama harusnya memberikan kebaikan kepada dua pihak sekaligus, saya rasa kakak harus merevisi kalimat kakak lagi."
"Kalau kak Glen gak bisa menghargai orang, seenggaknya punya hati nurani, kalau kak Glen udah gak punya nurani, itu jelas yang akan menjadi tanda tanya diantara kita semua!" jelas Sela kali ini.
Barikade ini benar-benar membuat Glen sudah muak, dia langsung memberontak dan ingin menerobos tapi kekuatan barikade ketiganya membuat Glen kesulitan.
Glen muak. "Kalian gak memberikan saya pilihan, dasar kalian keras kepala!"
Glen bersiap masuk ke mobil dan ingin mengancam mereka dengan akan menabrak mereka, namun belum selesai Glen masuk, suara teriakan Reza menghalanginya.
"Gilsha! Sha!" Reza berteriak memeluk Gilsha, Gilsha rupanya jatuh pingsan di dalam pelukan Reza yang membuat Reza panik.
"Dia kenapa?" tanya Aris yang membuat Reza menggeleng.
"Aku gak tahu! Ayo ke rumah sakit, aku takut kandungannya kenapa-napa," jawab Reza yang membuat mereka semua mengangguk.
Mereka membawa Gilsha ke mobil Aris, sedangkan Aris langsung menjalankan mobilnya menuju rumah sakit, sedangkan Glen yang ikut khawatir langsung menyusul mobil mereka ke rumah sakit.
Tak butuh waktu lama, karena jarak rumah sakit yang memang dekat, membuat mereka sudah tiba di rumah sakit, mereka semua langsung membawa Gilsha masuk ke ruangan periksa yang ada di poli kandungan.
__ADS_1
Jam malam begini, sudah tidak ada dokter kandungan yang berjaga, untungnya Sela adalah seorang Dokter Kandungan yang membuatnya langsung memeriksa kondisi Gilsha sedangkan para lelaki berdiri disamping ranjang.
Setelah memeriksa, Sela kemudian menghampiri Reza dan menghela napas panjang. "Gilsha gak kenapa-napa, dia cuma kecapekan, kondisi kandungannya memang agak rawan, mungkin masih muda yah, jadi harus hati-hati lagi."
Reza terdiam mendengar penjelasan Sela sampai akhirnya Glen masuk ke dalam ruangan itu.
"Jadi, Gilsha hamil? Ck! Dasar pria sialan!" ujar Glen merasa kesal.
•
•
•
TBC
Mau ngapain lagi si Glen?
Mampir di Novel Mamak Author yah~ Biasa Novel Ortu~
__ADS_1