
Glen kini berada di rumah, dia tampak duduk di depan meja yang sedang dia tatap dalam, di tangannya ada sebuah pulpen dan kertas, dia akan menuliskan sebuah surat perpisahan.
Rencananya dia akan kembali ke London besok lusa tapi, rasanya Glen ingin memajukannya menjadi malam ini, Glen melipat surat yang sudah dia tulis kemudian memasukkan ke dalam sebuah amplop.
Ada dua buah surat yang dia tulis, jelas satu surat untuk Gilsha dan satu lagi Glen tujukan untuk seseorang.
Ting!
Suara Bel membuat Glen keluar dari rumah, ia berjalan dengan membawa surat itu, setelah membuka pintu, tampak seorang kurir makanan berdiri di depan pintu.
"Siang Pak, saya dari siLambat Expeess, Ingin mengambil pesanan suruhan Pak Glen," ujar kurir tersebut.
"Dengan saya sendiri, siko yah bang, tunggu dulu saya ambil di dalam," ujar Glen masuk ke dalam rumah kemudian mengambil dua kotak makanan yang dia sisipi surat tadi. "Kirim Makanan ini ke Rumah Sakit xxx, pastikan surat ini sampai yah, khusus surat yang satunya jangan sampai salah orang yah, Mas!"
Kurir tersebut mengangguk, dia kemudian beranjak pergi setelah berpamitan dengan Glen, ditinggal sendirian, Glen hanya bisa menghela napas panjang, dia harus mengemasi barangnya karena sekarang sudah jam dua siang, pesawatnya akan berangkat jam tujuh malam.
"Maafin Kakak Gilsha, Kakak malu rasanya kalau harus berpamitan secara langsung," jawab Glen dalam hatinya, ia menutup pintu rumah dan beranjak mengemasi barang-barangnya.
Sebelum itu Glen meraih ponselnya dan menelepon managernya bahwa dia akan pulang ke London malam ini.
[Halo, Frey, saya akan berangkat malam ini, bilang ke produser besok kita bisa syuting]
__ADS_1
Glen mematikan ponselnya setelah mengatakan itu yang membuat Glen kembali melanjutkan kegiatan beberesnya.
•
•
•
"Kak Glen, mana yah Mas, kok gak keliatan," ujar Gilsha yang membuat Reza menggeleng.
Reza tampak harus dipasangi infus oleh Reno dan Aris, yah setidaknya Reza mendapat asupan cairan selama dia tidak ingin masuk ke rawat inap dengan alasan tidak ingin berpisah dari Gilsha.
"Mas, gak tahu sayang, kamu mau makan dulu gak?" jawab Reza yang kali ini membuat Gilsha yang menggeleng.
"Ini jangan banyak gerak yah, nanti sore kita check up yah, soalnya gue takut ada apa-apa sama kondisi ginjal Lo," ujar Reno menghela napas panjang.
"Makasih yah Bro, kalian berdua sudah banyak banget bantu akan dan Gilsha beberapa hari ini," ujar Reza yang membuat Reno dan Aris mengangkat jempol. "Eh kalian liat Kak Glen, Ndak?"
"Gak! Gue tidur aja, tanya Sela tuh dia ada di ruangannya, eh btw gue sama Reno pulang dulu yah, belum mandi ini, mana sempet hujan-hujanan semalam," ujar Reno melirik Aris.
Disaat mereka semua sedang mengobrol, seorang kurir suruhan Glen tadi datang dan membuat Aris menerima makanan tersebut.
__ADS_1
"Dari siapa, Mas?" tanya Aris yang membuat Kurir itu diam sejenak. "Mas?"
"Hm, rahasia Mas, baca aja deh ada suratnya itu, kalau begitu saya permisi yah," ujar kurir tersebut berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.
Aris berjalan masuk membawa makanan beserta surat yang ditujukan untuk Gilsha dan Reza.
"Nih ada kiriman, gaada nama pengirimnya, Kurirnya gamau jawab, tuh ada suratnya coba deh Lo baca," Aris menyerahkan kiriman itu kepada Gilsha.
Gilsha membuka isinya dan memang ada sebuah makanan dalam kotak berwarna putih beserta surat bersampul merah muda.
"Ini dari Kak Glen," ujar Gilsha yang membuat semuanya antusias.
Gilsha langsung membaca surat itu, awalnya dia bingung tapi lama kelamaan ekspresi wajahnya berubah sudah mendapati isi surat itu.
[Gilsha, Maafkan Kakak, Kakak sudah banyak merepotkan dan menyulitkan kamu, kakak akhirnya sadar bahwa bukan keputusan kakak untuk menghalangi hubungan kamu dengan Reza, kakak hanya ingin kamu bahagia, kakak cuma pengen kamu seneng, dan Reza, maafkan kak Glen, gak seharusnya kakak bersikap keras kepada kalian berdua, kakak izin pergi yah, semoga nanti kita ketemu lagi, kamu sudah bahagia]
Air mata Gilsha, jatuh sudah.
•
•
__ADS_1
•
TBC