
"Eh, ini ada apa kok Sela ditarik-tarik gitu sih?" Gilsha mengajukan pertanyaan pertama saat dia melihat Sela sedang ditarik oleh Aris dan Reno ke dalam ruangan rawat.
"Kenapa Ris, udah ceritain dulu, kalian kenapa?" tanya Reza yang ikut menanyakan hal yang sama.
"Tanya tuh sama sahabat Lo, apa yang udah dia tutupin dari sahabatnya sendiri!" ujar Aris melipat kedua tangannya, Reno sendiri langsung memberikan surat dan cincin pemberian Glen kepada Sela.
Reza dan Gilsha membaca itu dan sekarang sudah paham alurnya, Gilsha menarik tangan Sela kemudian memeluk sahabatnya itu. "Kamu gak harus takut buat cerita, kita semua sahabat kamu, gak perlu ada yang kamu tutupin, percaya sama aku."
Sela menatap keempat sahabatnya kemudian langsung bercerita tentang bagaimana dia mencintai Reza, kedatangan Glen sampai kandasnya hubungan mereka dimana Sela disini sangat antagonis dalam flashback cerita itu, Gilsha, Reza, Reno dan Aris tidak bisa bercerita dan berkomentar banyak toh kejadian ini sudah beberapa tahun yang lalu dimana menurut Sela sendiri itu sudah masa lalu.
"Gue gak bakal menghakimi keantagonisan Lo dulu, tapi gue tanya, sekarang Lo ada perasaan gak sama Kak Glen?" tanya Aris.
Sela sontak terdiam, dia sendiri rasanya tidak dapat memproses perasaannya sendiri, bagaimana dia mencintai Glen dan bagaimana dia menjelaskan prospek yang ada di dalam hatinya.
"Aku takut-"
"Takut kenapa?"
__ADS_1
"Kalian tahu kan, aku udah gak suci lagi secara seorang wanita, aku takut kak Glen tidak bisa menerima hal itu."
Rasanya pecah, mereka berempat teringat bahwa Sela pernah menjadi seorang korban pemerkosa4n oleh oknum dosen dulu, kejadian itu sudah sangat lama bahkan jika tidak ada Gilsha, Reno, Reza dan Aris yang selalu ada bersama Sela mungkin Sela akan terpuruk dan bunuh diri.
Perhatian dari Reza selama masa pemulihan mentallah yang membuat Sela dulu jatuh cinta ke Reza dan kehadiran Glen menambah konflik perasaannya.
"Sela, ketika seseorang sudah mencintai kamu dengan tulus, yakinlah, seburuk apapun titik terendahmu dia akan tetap ada dan selalu berkata kamu bisa," jelas Gilsha berusaha memberikan energi positif ke sahabatnya itu. "Ketika dua orang manusia ditakdirkan berjodoh, dari sudut manapun mereka berasal, pasti akan dipertemukan."
Sela terdiam, dia menatap keempat sahabatnya itu kemudian menghela napas panjang. "Aku, aku ragu."
"Mau, kagak? Gamau yaudah," ujar Aris kali ini.
Melihat semangat keempat sahabatnya membuat Sela mengangguk, Gilsha pun setuju karena dia tidak ingin Glen kembali ke London sekarang.
Dengan menaiki mobil Reno yang di kendarai oleh Aris, mereka berlima bertolak dari rumah sakit menuju kediaman Glen yang berada di Indonesia dengan harapan bisa menghentikan kepergian Glen malam ini, tidak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai disana tapi kondisi rumah itu sudah kosong.
"Kok kosong?" tanya Reno saat mengecek ke dalam, disaat mereka semua bingung tampak satpam penjaga disana menghampiri mereka berlima.
__ADS_1
"Maaf, Mbak dan Mas ini nyari siapa yah?" tanya satpam tersebut.
"Saya nyari kakak saya Mas, Glen, ini dimana yah orangnya?" tanya Gilsha yang membuat satpam itu mengangguk.
"Pak Glen-nya sudah pergi Mbak tadi bawa koper dia nitip rumahnya, katanya dia mau kembali ke luar negri, soalnya pesawat dia dimajukan keberangkatannya," ujar satpam tersebut yang sontak saja membuat mereka berlima kembali terkejut.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
update lagi sore yah~
__ADS_1