
Setelah berbicara dengan Adnan tadi membuat pikiran Gilsha sedikit terbuka tentang apa yang terjadi padanya, Gilsha berjalan ke koridor rumah sakit, dia tidak tahu harus apa, ingin makan dia seperti tidak ada selera makan saja.
"Sha! Gilsha!"
Gilsha membalikkan badannya mendengar suara teriakan itu, entah darimana asalnya, yang jelas kini di hadapan Gilsha sudah ada Sela dan Reno dihadapannya.
"Sela? Reno?" Gilsha terdiam saat Sela dan Reno berlari ke arahnya.
Sela langsung memeluk Gilsha yang membuat Gilsha terdiam, bagaimana bisa kedua sahabatnya ini menemukan keberadaannya saat ini.
"Lo kemana aja sih? Gue bingung tahu nyariin lo, lo gapapa kan?" tanya Sela yang membuat Gilsha mengangguk.
"Sha! Alhamdulillah lo gapapa, gue gamau tahu alasan lo apa tapi seharusnya lo cerita sama kita, jangan pergi gitu aja," ujar Reno menimpali.
Gilsha terdiam, dia menundukkan kepalanya, tidak berani menatap mata kedua sahabatnya itu.
"Maaf, aku gak bermaksud untuk itu sama kalian, aku cuma gak mau ngerepotin kalian," jawab Gilsha mengajak keduanya duduk di bangku yang ada di tepi koridor.
Sela mengusap pundak Gilsha dan menatapnya dalam. "Kok lo masih ada pikiran kayak gini sih, kita berlima tuh, gue, Reno, Aris, lo bahkan Reza sekalipun itu udah kayak keluarga banget."
"Sela bener Sha, kita udah sahabatan berlima lama banget bahkan dari jaman kita kuliah, semenjak lo pergi, gue rasa Circle Lost Hospital itu gak kayak dulu lagi, Reza jadi aneh, bahkan gue, Sela dan Aris merasa kehilangan banget tentang persahabatan kita yang dulu," lanjut Reno yang membuat Gilsha terdiam.
__ADS_1
Gilsha sadar tindakannya pergi juga berakibat lain untuk persahabatannya dengan Reno, Aris dan Sela, dan sebagai sahabat mereka seharusnya tidak boleh saling menutupi apa yang terjadi.
"Maaf, makasih yah, aku gak salah punya sahabat kayak kalian, Aris mana?" tanya Gilsha yang membuat Sela dan Reno saling melempar pandangan.
"Aris lagi dirumah Reza, Reza sakit gatau kenapa, tapi dia deman tinggi," jawab Sela yang membuat feeling buruk Gilsha dari semalam semakin menemui titik terangnya.
"Tujuan kita kesini tuh, mau ngajak lo nemuin Reza, soalnya Reza tuh manggil lo terus," Reno langsung menimpali Sela.
Gilsha merasa tertawa mendengarnya, bagaimana bisa Reza manggil nama Gilsha sedangkan Reza malah menganggap Gilsha adalah sebuah Noda Hitam dihadapan Reno dan Aris.
"Sha, ada sesuatu yang mau kita omongin juga sama lo," ujar Sela yang membuat Gilsha menatapnya. "Yang nab-"
"Bentar, gue angkat dulu yah, Aris nelpon," jawab Reno yang membuat Reno berdiri dan mengangkat telepon dari Aris.
[Kalian dimana?]
[Assalamualaikum, Aris, Lo kenapa]
[Astagfirullah, lupa salam, Waalakumsalam, sorry-sorry gue sekarang lagi di rumah sakit ini, kondisi Reza memburuk, kayaknya ini bukan sakit biasa deh]
[Maksud Lo?]
__ADS_1
[Kalian dah ketemu Gilsha kan?]
[Udah]
[Cepetan kesini, gue bakal jelasin disini]
Aris mematikan sambungan telepon itu yang membuat guratan wajah dari Reno berubah drastis, melihat itu membuat Gilsha dan Sela berdiri kemudian berjalan ke arah Aris yang masih panik.
"Lo kenapa?" tanya Sela yang membuat Aris bingung harus menjelaskan darimana masalah ini.
"Re-Reza, dia masuk rumah sakit," jawab Aris yang membuat Sela dan Gilsha terdiam seketika.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum.
__ADS_1