Cupu Fake 2

Cupu Fake 2
11,Ke bandara


__ADS_3

dinda berjalan menuju kamarnya, saat ia masuk ke dalam kamar ia melihat bastian tengah membaringkan badannya dengan ke adaan setengah telanjang,


ia hanya menggunakan kolor tanpa menggunakan baju, dinda langsung menutup kembali kamarnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,


setelah beberapa menit dalam kamar mandi dinda kini sudah selesai ia keluar hanya dengan menggunakan handuk berwarna putih,


ia berjalan menuju ke lemari pakaian, ia menggunakan pakaian tidurnya, setelah selesai memakai baju tidur ia langsung saja pergi tidur di dada bindang milik bastian,


bastian yang masih bangun pun memeluknya,


dinda merubah posisinya menjadi berada di samping bastian dengan wajah yang saling berhadapan,


"aku sayang kamu, " ucap dinda manis sambil mencium bibir bastian,


bastian pun membalas ciuman itu, kini bastian sudah mulai terpancing oleh dinda bastian bahkan tidak memberikan jeda hanya untuk dinda bernafas,


bastian mengganti posisi menjadi berada di atas dinda, ia memegang kedua tangan dinda sementara dinda ******* telinga bastian,


setelah selesai dengan bibir bastian turun ke arah leher, dengan tangan yang kini sudah ada di paha dinda, dinda sudah mulai menikmati itu semua terdengar suara desahan yang keluar dari mulut mereka berdua,


setelah waktu yang lama kini mereka sudah tertidur dengan dinda yang memeluk bastian, mereka tidur dengan ke adaan tidak memakai baju,


setelah beberapa jam berlalu kini matahari sudah terbit, bahkan cahaya matahari sudah masuk melewati cela-cela kecil jendela kamar dinda dan bastian,


dinda yang menyadari ini sudah pagi pun membuka matanya dan berjalan menuju kamar mandi,


setelah keluar dari kamar mandi dengan ke adaan rambut yang basah karena habis keramas, ia langsung berjalan menuju bastian yang masih tertidur di kasurnya,


dinda duduk di samping bastian ia menatap wajah damai bastian sambil tersenyum dan kini dinda mengecup keningnya, lalu membangunkan bastian,


"yang bangun, udah pagi kamu harus kerja, " dinda menggoyang tubuh bastian dengan lembut,


bastian terbangun dari tidurnya, dan langsung duduk sambil menatap datar pada dinda,


"cepetan mandi, " titah dinda, saat dinda akan pergi mengganti pakaian bastian malah menariknya membuat dinda menjadi duduk di pangkuan bastian,


"yang lepasin ah, aku mau ganti baju kamu juga harus mandi, " ucap dinda sambil memberontak,


namun bastian malah mempererat pelukannya, "bentar kasih aku energi dulu, " ucap bastian dengan nada khas bangun tidur nya,


"udah ah yang, " ucap dinda, bastian kini melepaskan pelukannya, dinda kini mulai berjalan ke arah lemari pakainya,

__ADS_1


setelah selesai mengganti pakaian dinda turun ke meja makan untuk menyiapkan makanan,


setelah berada di meja makan seperti biasa dinda menyiapkan makanan untuk bastian, setelah selesai menyiapkan sarapan bastian, bastian pun datang dengan pakaian ciri khas dokter nya, dan tak lupa dengan tas yang berwarna hitam yang sering juga ia bawa,


bastian langsung duduk di samping dinda dan memakan sarapannya, setelah selesai sarapan seperti biasa Daniel, lintang dan bastian pergi kerja,


sherly, Della, dan dinda pun kini tengah membereskan rumah mulai dari nyapu, ngepel dan masih banyak lagi,


"ah capek, ni rumah gak bisa gue perkecil dulu napa yah, " keluh Della yang sedang nyapu, ia menyenderkan tubuhnya terlebih dahulu di tembok,


"ya kalau lu punya doraemon sih bisa, lu tinggal pinjem senter pengecil terus lu kecilin dulu deh ni rumah, " balas sherly yang tengah membersihkan kaca,


"andai doraemon ada di yah, gue beli deh seberapa pun, " timpa dinda yang tengah mengepel,


setelah beberapa menit mereka membersihkan rumah akhirnya tugas itu selesai juga, kini mereka tengah merentangkan badannya di lantai ruang santai,


"ampun gimana kalau gue jadi pembantu yah, baru beresin rumah sekali aja ni badan udah sakit-sakit banget, " keluh Della sambil menatap ke arah langit-langit rumah,


"iya bener ni tulang udah mau remuk tau gak, " lebay sherly,


"lebay lu pada, " balas dinda,


"emang lu gak capek apa?, " sewot Della sambil menatap ke arah dinda,


"iya juga sih, " ucap Della,


"udah ah gue mau siap-siap dulu kan hari ini si angela ke sini, gue mau ke bandara, kalian mau ikut kaga?, " tanya dinda,


"gak ah, gue hari ini ada acara, " tolak Della,


"iya gue juga tau lu mah pasti mau belanja kan, " balas dinda,


"yeh lu mah tau aja kalau gue mau belanja, " ucap Della sambil cengengesan,


"kalau gue mah males ah, gue mau main aja ama temen gue, " sherly pun menolak ajakan dinda,


"ya udah deh kalau kalian gak mau pada ngikut mah, " ucap dinda sambil berdiri dan akan melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua,


"lu mau sama siapa ke sana?, " tanya Della,


"mau sama si anjar," balas dinda tanpa menatap ke arah mereka, dinda terus saja melanjutkan langkahnya,

__ADS_1


"emang dia gak kerja?, " lanjut Della,


"mana gue tau, tapi kan si angela mau gue kenalin sama si anjar yah dia harus ikutlah, " kekeh dinda yang menghentikan terlebih dahulu langkahnya, dan berbalik melihat ke arah mereka,


"pemaksaan luh, " ucap sherly,


"ya biarin, biar gue ada temennya juga kan masa ia gue nunggu si angela sendirian sih, " balas dinda sambil kembali melanjutkan langkahnya nya,


kini dinda sudah berada di kamarnya ia mengambil ponsel nya yang berada di meja rias, ia langsung menghubungi anjar, menanyakan ia kerja tidak hari ini,


Adinda:"hallo"


"jar hari ini lu kerja gak? "


kini dinda mengganti pakaian sambil menunggu pesan balasan dari anjar, setelah ia berganti pakaian ternyata anjar sudah mengirim balasannya,


Anjar:"enggak dong kan udah janji sama kamu, buat jemput sodara kamu, "


Adinda:" ya udah nanti aku ke rumah kamu yah, "


Anjar:"gak usah masa cewek ke rumah cowok sih, biar aku aja yang ke rumah kamu, aku kebetulan udah di jalan, bentar lagi nyampe "


dinda hanya melihat pesan terakhir dari anjar, ia langsung turun saja untuk menunggu anjar, saat dinda turun ternyata kedua sahabatnya juga sudah siap untuk pergi,


dinda berjalan menghampiri mereka yang tengah berada di depan pintu,


"jangan lupa belanjanya yang banyak, abisin aja saldo ATM nya, " ucap dinda yang baru datang,


"ya elah kalau gue abisin kita nanti makan apa?, " balas Della sambil menatap ke arah dinda,


"makan aja belanjaan yang klian makan, pasti gitu nanti jawaban dari kakak ku, " balas dinda sambil tertawa kecil,


"ya mati dong gue, " ucap Della,


"ya udah gue pergi dulu yah ama si sherly, jangan lupa kunci pintu, " ucap Della sambil berjalan bersama sherly ke arah mobil nya,


sementara dinda masih menunggu di depan rumah, ia duduk di kursi yang mereka sediakan di depan rumah itu,


tak perlu waktu lama menunggu anjar kini sudah datang, dinda yang sudah melihat mobil anjar sudah datang pun langsung mengunci pintu dan berjalan ke arah mobil anjar, dan masuk,


"kita langsung ke bandara aja?, " tanya anjar sebelum menyalakan mobilnya,

__ADS_1


"langsung aja lah," balas dinda,


__ADS_2