
"akhirnya selesai juga, " ucap dinda lega saat bolu nya sudah selesai ia hias dengan sedemikian rupa,
"siapa bilang selesai, beresin bekas bikin kuenya berantakan tau gak, " timpa angela yang tiba-tiba datang ke dapur,
dinda menghela nafas kasar saat sadar kalau dapurnya kini sudah tidak beraturan, ternyata pekerjaannya belum selesai, bahkan lebih berat dari yang tadi,
dinda menatap ke arah angela yang sedang minum dengan tatapan memelas, angela yang tengah minum pun tersendat karena tatapan dinda yang mampu membuatnya tidak tega,
"bantuin beresin napa!, " pinta dinda sambil memohon di depan angela,
"gak, " balas angela,
dinda tiba-tiba berteriak ia menangis, " tolongin napa, gue itu udah cape buat bolu masa gak mau di tolongin sih, " rengek dinda, ia mulai berderama,
"ah, berisik ia gue bantuin, " pasrah angela yang tidak tahan dengan teriakan dinda, dan juga binar mata dinda,
"ah emang yang terbaik deh, " ucap dinda kegirangan sambil memeluk erat angela, dan kini mereka mulai membersekan dapurnya,
sekitar setengah jam berlalu kini mereka sudah selesai membereskan dapur itu, dinda tengah mandi sedangkan angela kini tengah berenang di kolam renang dengan hanya menggunakan bikini saja,
"Della, dimana sih tu anak, " teriak sherly dari depan kamarnya, ia mencari Della yang sudah ia panggil dari tadi namun tidak ada,
sherly berjalan menuju kamarnya Della namun saat ia mengetuk pintunya tak ada jawaban darinya, ia mencari lagi dan ternyata Della tengah tidur di sofa yang berada di ruangan olahraga,
saat sherly membuka pintu kaca yang berada di ruangan olahraga ia berdecak, ternyata makhluk yang ia cari ada di sana, ia berjalan menghampiri Della da duduk di samping nya,
"del bangun, " ucap sherly sambil memegang badan Della,
Della membuka matanya perlahan dan mendapati sherly tengah menatapnya, ia langsung duduk sambil mengucek matanya,
"ada apa sih, gangguin gue lagi tidur aja lu, " kesal Della yang merasa tidur nya di ganggu oleh sherly,
"suami lu telpon gue, katanya lu di hubungi gak di angkat terus, dan suruh lu telpon balik dia, " ucap sherly menyampaikan apa yang tadi kontang sampaikan pada nya,
__ADS_1
"oh, ya udah ah gue ke bawah dulu, hpnya di sana, tadi gue kecapean jadinya gue ketiduran di sini, " ucap Della,
"gak nanya, " datar sherly sambil pergi meninggalkan tempat itu,
"dasar, " umpat Della, Della juga kini ikut ke bawah karena kamarnya ada di lantai bawah,
sherly berjalan ke kolam renang ia ingin menikmati pemandangan sore di sana, sambil mau melihat angela berenang karena katanya angela sangat mahir dalam berenang,
saat sudah sampai di sana ia juga mengambil minuman dulu tadi dari kulkas, ia langsung duduk di kursi panjang yang berada di sana dengan kaki yang ia selinjorkan ke depan,
ia juga menyimpan minumannya di samping nya, di meja yang tidak terlalu besar, "gak berenang ly?, " tanya angela dari pinggir kolam renang,
"gak ah, males gue maunya liatin lu berenang aja, " balas sherly,
sementara itu di tempat lain bastian tengah duduk di restoran yang sangat mewah, orang tau marisa sengaja mengajak bastian makan, sambil merayakan ulang tahun bastian,
tentu saja bastian tidak bisa menolaknya, ia kini duduk dengan hati yang sangat tidak tenang, ia duduk di samping marisa,
mereka memesan berbagai makanan dan tak lupa mereka juga memesan bolu ulamg tahun untuk bastian,
kue yang sederhana namun tetap terlihat mewah, bastian menunduk dan memohon semoga semua ini cepat selesai,
"ya udah sekarang kamu tiup yah, " ucap marisa sambil tersenyum,
bastian pun meniup lilin itu dengan wajah yang datar dan tatapan yang sangat dingin, mamahnya marisa dan papahnya pun bertepuk tangan saat lilinya bastian tiup,
marisa menyimpan kuenya di meja lalu memotongnya, dan menyuapi bastian, bastian memakan kue yang di berikan marisa walau dengan hati yang sebenarnya tak mau,
yang ia pikirkan saat ini ia hanya, marisa harus ia tolong karena ia sedang sekarat,
"ya sudah kalian makan yah, " titah mamahnya marisa,
suara nyanyian dari penyanyi yang di sediakan di restoran itu membuat suasana di sana menjadi romantis, suasana itu sangat romantis bagi marisa namun tidak menurut bastian,
__ADS_1
"kalian dansa sanah, liat orang lain juga dansa, " titah papahnya marisa,
bastian yang tengah makan pun tersendat saat mendengar permintaan ayahnya, masa ia ia harus dansa dengan marisa, itu adalah hal yang tidak pernah ia mau,
bahkan memimpikan nya saja ia tidak sudi, " ah ide bagus tu pah, " ini memang hal yang paling marisa inginkan namun ia tidak mau memintanya secara langsung, jadi tadi marisa meminta ayahnya untuk meminta bastian agar mau berdansa dengannya,
karena kalau ia yang bilang bastian tidak akan mau, tapi kalau orang tuannya bastian pasti tidak bisa menolaknya,
"bas, dansa yuk, " ajak marisa sambil menatap kearah bastian dan memohon padanya, mimik wajahnya ia buat memelas,
"dansa?," kaget bastian sambil membulatkan matanya,
"aku tidak menyuruh mu untuk melotot tapi dansa, " ucap marisa
"bas, mau yah tolong, " mohon mamahnya marisa,
bastian terpaksa menuruti permintaan marisa, ia tidak sadar kalau ini sudah malam, ia tidak tau apa dinda sudah menyiapkan segalanya untuknya, ya walaupun tidak semewah yang marisa berikan padanya, namun itu akan lebih berarti dari pada ini,
di rumah dinda kini sudah siap dengan dress yang baru ia beli kemari, dress berwarna biru muda warna yang bastian suka, ia juga sudah menyiapkan makanan dan minuman ringan di kursi ruang tamu,
ia juga sedikit membuat dekorasi ia menghiasi ruangan keluarga itu dengan balon dan juga yang lainnya, ia juga berniat memberitahu kehamilannya pada bastian,
menurutnya ini adalah waktu yang tepat untuk bastian mengetahui kehamilannya, itu akan menjadi kado untuk bastian, ia menyimpan foto USG kandung nya dalam kotak kecil yang akan ia berikan nanti pada bastian, tak lupa ia juga membelikan kado lain untuk bastian,
ia membelikan jam tangan yang cukup mahal untuk bastian,
di tempat lain lintang menyuruh orang rumah untuk tidak masak, karena hari ini ia akan membelikan makanan untuk makan malam, perusahaan untung besar kali ini, ia juga ingin membagi sedikit makanan ke tetangganya,
kalau masak ia tidak mau membuat Della dan yang lainnya sakit, ia berhenti di sebuah restoran yang terlihat mewah dari luar, restoran yang memasang tema eropa,
ia masuk dengan tangan yang ia masukan ke celananya, dan pergi untuk memesan makanan, namun saat di jalan ia melihat seorang lelaki yang sangat ia kenal, ia tengah bersama dengan wanita lain, ia sedang berdansa dengan wanita lain, padahal dia sudah menikah dengan adiknya,
wajahnya terlihat marah, tatapan nya berubah menjadi tajam, tadinya ia akan menghampiri orang itu saat ini juga namun ia berpikir ini bukan tempat yang pas,
__ADS_1
lintang berjanji ia akan membuatkan dia pelajaran jika ia bertemu dengannnya nanti, ia mencoba menari nafasnya dalam-dalam untuk menenangkan emosinya ia kembali berjalan,