Cupu Fake 2

Cupu Fake 2
36,Keberangkatan(END)


__ADS_3

setelah paking barang, kini dinda dan bastian rupanya sudah siap untuk pindahan, bastian juga sudah mengurus beberapa surat untuk kepindahannya ke Korea Selatan, namun ada juga beberapa suratnya yang belum lengkap.


bilangnya sih itu bisa sambil di Korea Selatan buat surat-surat kewarganegaraan.


mereka tengah kumpul di rumah tamu, "mah aku pergi dulu yah, kalau rindu mamah tinggal pergi ke Korea Selatan, " pamit dinda sambil memeluk ibunya, adisty bilangnya tidak mau ikut ke bandara jadi ia pamitan bersama dinda dan bastian nya di rumah aja.


"jaga diri kamu baik-baik yah di sana, " balas adisty sambil menjatuhkan air matanya.


"mah jangan nangis dong, dinda kan jadi ikut mau nangis, " ujar dinda sambil melepaskan pelukannya dan menghapus air mata adisty,


"mamah sayang sama kalian, " balas adisty ia juga bergantian memeluk bastian,


"jagain dinda yah, " pesan adisty sambil melepas pelukan nya.


"saya pasti jagain dinda, saya kan sayang sekali sama dinda, " balas bastian, sambil membalas tatapan adisty,


"ya sudah kita berangkat yah mah, takut ketinggalan pesawat, " ucap dinda, ia kembali memeluk ibunya.


dinda bastian, angela, anjar, Della, Daniel, sherly, lintang, kini mereka sudah berada di perjalanan ke bandara, mereka menggunakan dua mobil pergi ke sana, mobil Daniel dan juga mobil anjar.


dinda dan bastian berada di mobil Daniel bersama sherly, " kak jangan sakitin sherly yah, kasian kak, " ucap dinda.


"ngapain gue sakiti istri sendiri gak ada kerjaan amat hidup gue, " balas Daniel sambil tetap fokus menyetir mobilnya.


"siapa tau aja, kakak mau jahatin dia, awas yah Kak kalau kakak sampai selingkuh aku akan datang dari Korea buat ngehajar kakak, " ancam dinda sambil tersenyum.


"iya, kalau sampai kamu macam-macam aku akan laporin kamu sama adik kamu, " setuju sherly.


"iya, laporin aja sama aku sherly, nanti aku bejek-bejek dia, " balas dinda.


"emang berani?, " tanya Daniel dingin.


"enggak sih, " balas dinda sambil cengengesan, ia sadar kalau sebenarnya ia juga takut dengan kakaknya yang satu ini, karena sikapnya itu loh yang mengerikan kalau udah marah, singa aja kabur kalau liat dia marah.


"ya aku gak berani sih, tapi kan ada papah, dia bakal berani sama kakak, " ucap dinda tak mau kalah.


"alah ngeles aja ke bajay lu, " balas Daniel sinis.


"kakak, kakak mah gak ada sedih-sedihnya aku mau pindah, ini mah malah marahin aku mulu, " kesal dinda sambil merengek,

__ADS_1


"abisnya lunya nyebelin, " balas Daniel.


"ah aku bilangin papah nih, " ancam dinda.


"ia sayang adik ku tercinta aku takut sama kamu, " ledek Daniel, ia akan kalah kalau berurusan sama papahnya.


"nah gitu dong, " senang dinda.


setelah beberapa menit dalam mobil kini akhirnya mereka sudah sampai di bandara, bastian dan juga yang lainnya menurunkan koper dinda dan bastian, mereka membawa tiga koper besar.


itu belum semuanya kebawa, rencananya sih barang-barang yang hari ini gak kebawa akan di antarkan nanti oleh Daniel, karena ia nanti akan ada kerjaan di Korea Selatan, ya sekalian aja.


kini mereka berjalan memasuki bandara itu, dan memilih untuk duduk di kursi tunggu, karena penerbangannya beberapa menit lagi.


"jangan lupa main yah, " ucap dinda,


"pasti dong kita pasti main ke sana, aku yakin itu akan sangat seru, " yakin Della.


"jaga diri baik-baik yah, " ujar Daniel.


"ah ternyata kakak ku yang ini tetap masih perhatian, aku janji kak aku akan jaga diri di sana, " janji dinda pada Daniel.


"sini deh din, gue ada pesan buat lu, " lintang menyuruh dinda untuk pindah tempat duduk menjadi di dekatnya.


"ah aku terharu kak, " dinda memeluk kakaknya ini sambil menangis, ia juga merasakan berat jika harus benar-benar perpisahan dengan mereka.


"din kita akan selalu merindukan lu, " ujar Della,


kini lintang melepas pelukan nya lalu dinda pindah duduk ke samping Daniel, ia tau kalau kakaknya yang ini pasti punya pesan untuknya namun Daniel harus ia pancing terlebih dahulu.


"kak, " panggil dinda sambil menarik baju Daniel.


"apa, " saut Daniel.


"gak ada pesan gitu buat aku?, " tanya dinda sambil memaksa Daniel agar menatap ke arahnya, sedari tadi Daniel selalu berusaha menghindari tatapan dinda.


"jaga diri baik-baik, jangan berprilaku kayak bocah, gak sadar umur apa kamu udah gede tau gak, " bukannya memberikan pesan Daniel malah memarahinya.


"iya aku tau aku udah gede, lagian siapa yang bilang aku masih bayi kan gak ada, " balas dinda sedikit kesal.

__ADS_1


"pelukan dulu napa, " lanjut dinda, Daniel langsung memeluk dinda dan berbisik padanya.


"kakak sayang sama kamu, kalau si bastian berani ngapa-ngapain kamu laporin aja sama kakak, kakak sedia 24 jam buat kamu, " bisik Daniel tepat di telinga dinda.


kini Daniel melepas pelukannya karena dinda dan bastian akan segera berangkat, kini semua bangkit dari duduknya.


"jaga diri baik-baik yah, " ucap dinda pada sherly, sambil memeluknya.


"lu sahabat terbaik gue, " balas sherly sambil meneteskan air matanya, dan kini dinda melepas pelukannya, ia kembali memeluk Della,


"jagain kakak gue yah, " pinta dinda, sambil menangis.


"iya, " balas Della singkat, kini dinda berganti pada angela saudara nya,


"del, udah yah jangan ganti pasangan lagi, anjar tuh orang yang baik, " ucap dinda, saat berada di depan angela.


"makasih udah kenalin gue sama anjar, kalau bukan karena lu gue mungkin gak bakal ketemu dia, " balas angela.


kini dinda menghadap ke arah anjar, "makasih udah mau tolongin gue selama ini, dan maaf gue gak bisa ganti itu semua, " ucap dinda sambil memeluk anjar,


rasanya tetap sama bahkan setelah anjar bertunangan dengan angela, anjar masih merasakan debaran hebat di jantung nya saat dinda memeluknya.


kini dinda melepaskan pelukan nya karena ia sudah tidak punya waktu lama.


"kak jangan berantem sama kak lintang terus yah, kan akunya udah jauh jadi gak bisa misahin kalian, " pesan dinda pada Daniel.


"kak lintang, jangan usilin kak Daniel terus yah, nanti aku malah ingin pulang kalau denger curhatan kak Daniel isinya ke usilan kakak, " itu pesan yang di berikan dinda pada lintang.


"untuk kalian Terimakasih yah, " hanya kata itu yang mampu bastian ucapkan pada mereka,


Adinda POV


kini hatiku rasanya campur aduk di sisi lain aku bahagian namun di sisi lain aku merasa sedih, aku sekarang harus benar-benar pergi jauh dari kakak-kakak ku dan juga sahabat ku.


kakak ku yang selalu mengisi hariku dulu kini aku hanya bisa melihat nya di ponsel, yah walau aku akan bertemu lagi dengan mereka namun kan itu tidak setiap hari, rasanya akan sangat berbeda sekali bagiku.


kini aku dan bastian sudah berada di pesawat, aku menyenderkan kepala ku ke bahunya bastian. aku berharap dengan pindahan ini mampu membuat aku dan bastian lebih menghargai arti kebersamaan.


dengan ini kita mampu membuka lembaran baru dalam hidup kita, masalalu hadir sejatinya bukan untuk di lupakan namun di jadikan pelajar.

__ADS_1


mulai hari ini aku akan lebih menghargai apapun kebersamaan kecil bersama bastian, aku sayang menyayangi dia, aku cinta sama dia, dan aku akan tetap menjadi belahan jiwanya sampai kapan pun.


dan aku berharap semoga aku dan bastian segera di beri titipan anak kembali oleh Tuhan.


__ADS_2