Cupu Fake 2

Cupu Fake 2
15,Peresmian Restoran Gardenia


__ADS_3

sementara itu bastian sudah sampai di rumah marisa, ia kini tengah mengecek suhu tubuh marisa, ia juga mengecek ke adaan marisa,


rupanya suhu tubuh dan kondisi marisa stabil pada hari ini,


"sayang kamu makan yuk, ouh iya bastian kamu nanti temenin marisa ke rumah temen tante yah, soalnya anak temen tante lagi ada acara pembukaan restoran barunya, " ucap mamah nya marisa yang tiba-tiba masuk ke kamar marisa,


bastian mengangguk pasalnya menolak pun tak bisa, bastian segera meninggalkan kamar marisa ia pergi ke ruang tamu menunggu marisa makan dan juga bersiap siap,


sementara itu marisa kini tengah bersama ibunya di meja makan,


"sayang mamah dan papah kamu akan melakukan apapun demi kamu sayang, " ucap Mutia ibunya marisa sambil tersenyum melihat anaknya begitu bahagia ketika di dekat bastian,


"mamah janjikan bakal lakuin apa aja, termasuk mendapatkan dia?, " ucap marisa sambil mengunyah makanannya,


matia tersenyum licik pasalnya ia akan melakukan apapun demi kebahagian anak satu-satunya itu, apalagi sekarang marisa terkena penyakit kanker,


setelah selesai makan marisa pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke restoran teman orang tuanya itu,


setelah bersiap-siap ia turun dari kamarnya dengan menggunakan dress pendek berwarna biru langit dan tas selempang berwarna yang senada dengan baju yang ia pakai,


saat marisa turun dari kamarnya ia berharap bastian menatapnya kagum, namun yang ia dapat hanya tatapan datar dari bastian, membuat mood dia mendadak hancur,


"berangkat yuk udah siang, " ajak marisa sedikit kesal,


bastian menatapnya sekilas sebelum akhirnya ikut berdiri dan berjalan berdampingan bersama marisa ke luar,


di dalam mobil marisa terus-terusan menatap wajah bastian, sedangkan bastian hanya terfokus pada jalan,


"bas, kamu kok diem aja, ngomong kek, " ucap marisa,


"ngomong apa?, " balas bastian datar,


"ya apa ajalah yang penting gak diem, " ucap marisa,


"oh, " singkat bastian,


"kamu tuh kaya yang gak suka banget sih nemenin aku ke sana, " kesal marisa ia berbalik menatap ke arah depan, ia kesal di cuekin bastian dari tadi,


"kamu tau aku ini kerja sama kamu, gak lebih dari itu, " tegas bastian tanpa menatap ke arah marisa,


"tapikan bukan aku yang minta, mamah aku yang minta, " balas marisa,


"terserah, " balas bastian dingin,


beberapa menit berlalu sampailah bastian dan marisa di restoran tersebut, bastian turun lebih dulu, marisa berharap akan di bukakan pintunya oleh bastian,


namun bastian malah meninggalkan marisa membuat nya terpaksa keluar dari mobilnya, dan mengejar bastian,


"kamu tuh tungguin napa, " kesal marisa,


sementara itu bastian hanya menatapnya sekilas sebelum menatap ke arah depan lagi,

__ADS_1


mereka masuk ke restoran yang cukup besar dan mewah, marisa mengambil kesempatan ia menggandeng tangan bastian,


bastian kaget, saat tangannya di pengan oleh marisa, bastian menatap heran pada marisa,


"bas aku ini gak punya pasangan, sedangkan mereka yang berada di sini semuanya punya pasangan, sehari aja yah, aku janji hari ini aja, " pinta marisa,


bastian menatapnya dan bernafas kasar, bastian membiarkan tangannya di genggam oleh marisa, pasalnya ia tidak bisa berbuat apa-apa,


sementara itu dinda, Della, sherly dan angela kini tengah bersama anjar, angela sedari tadi tebar pesona saja,


"kamu hebat banget yah, " kagum angela, sambil terus menatap anjar tak henti-hentinya,


"ya ini juga berkat dorongan dari orang tua, mereka berperan penting atas semua kesuksesan ku, " balas anjar bijak,


angela mendengar kata-kata anjar semakin terpesona,


"udah ganteng, pinter, sayang orang tua lagi, " bisik angela pada Della,


"gak usah centil deh, lu tau gak anjar itu sukanya sama orang yang anggun tau gak, " balas Della tepat di kuping angela


"oh iya kapan gunting pita nya jar?, " tanya dinda,


"bentar yah nunggu temennya mamah ku, " balas anjar,


"siapa? " penasaran sherly,


"nanti juga kalian tau dia siapa, " balas anjar sambil tersenyum,


"apaan sih luh, berisik tau gak, " risih Della,


"gak asik lu ah, " kesal angela,


"kalian tu kenapa sih dari tadi ribut mulu?, " heran dinda, pasalnya sedari tadi angela dan Della berbisik-bisik mulu, di tambah ribut juga,


"kalian tunggu aja yah bentar lagi kayaknya datang deh, " ucap anjar,


"oh iya bastian, lintang ama Daniel kerja?, " sambung anjar,


"iya mereka kerja, " balas dinda,


"ya sudah kalian tunggu dulu aja yah di sini, nanti aku cari dulu anak temen orang tua ku nanti aku kenalin ke kalian, " ucap anjar sambil pergi mencari seseorang,


"ahhh ganteng banget deh, " histeris angela saat melihat anjar pergi dari sana,


"lebay amat si luh, " kesal Della,


"iya ke gak pernah liat yang ganteng aja, " timpa dinda,


"lu emang sodara terbaik gue din, gue mah gak bakalan nolak kalau mau di comblangin sama dia mah, " ucap angela sambil menggoyangkan tubuh dinda,


"ah lepasin, lu mah gak tau gue aja, gue kan paling jago kalau cari cogan mah, " sombong dinda,

__ADS_1


"mulai ni anak sombong nya, " ucap sherly sambil menatap kecut pada dinda,


"dih biarin gue mah sombong juga, kan gue mah anak Sultan, sultan kan bebas, " ucap dinda saat ia di tatap kecut oleh sherly,


"ya anak Sultan, serah lu deh, " balas sherly,


dinda tersenyum kemenangan, dinda Della, sherly dan angela tengah menunggu di tempat duduk yang berada di paling pojok kanan,


"eh emang keluarga anjar tuh terpandang banget yah, banyak amat yang datangnya, " ucap Della sambil melihat para tamu,


"ia juga yah, " balas sherly,


sementara itu marisa dan bastian kini mereka sudah masuk ke restoran itu, marisa mengajak bastian mencari teman orang tuanya itu,


"kamu duluan aja aku mau cari minum dulu, " ucap bastian datar,


marisa mengangguk dan pergi sendiri mencari teman orang tua nya itu, sampai matanya bertemu dengan sosok yang ia cari, ia berjalan menghampiri sosok itu,


"hay, " sapa marisa,


lelaki itu menoleh ke asal suara,


"ya ampun aku tungguin, orang tua kamu mana?, " tanya lelaki itu,


"orang tua gak ikut lagi sibuk, " bohong marisa, orang tua marisa tidak sibuk mereka hanya membiarkan marisa pergi berdua dengan bastian,


pasalnya marisa dan keluarga nya tidak tahu kalau bastian sudah menikah,


"ya sudah aku kenalin kamu sama temen aku yuk, bentar lagi acaranya akan kita mulai, " ucap anjar,


marisa berjalan mengikuti anjar sampai lah mereka di meja dinda dan yang lainnya,


"hay kenalin ini temen orang tua aku, " ucap anjar,


"marisa, " salam kenal marisa pada yang lainnya,


"gue dinda, "


"gue Della, "


"gue angela"


"gue sherly, "


"ya udah kita mulai acaranya yah, " ucap anjar


"bentar, tunggu dulu aku tadi gak sendiri ke sini, tadi katanya dia lagi mau cari minum dulu, tunggu bentar gak papa kan, " pinta marisa sedikit ragu,


"baiklah gak papa, "


"aku SMS dia dulu yah kalau aku di sini, " marisa memberitahu bastian untuk pergi ke tempatnya sekarang berada,

__ADS_1


__ADS_2