Cupu Fake 2

Cupu Fake 2
34,Kegembiraan


__ADS_3

Setelah satu hari pulang dari rumah sakit, ini juga adalah hari dimana dinda akan berpamitan pada kakaknya dan juga ibunya yang hari ini akan ke rumahnya,


dinda dan bastian sedang berada di kamar sehabis sarapan mereka tidak ke mana-mana, mereka memilih berdiam diri di kamar, sambil sesekali menonton drama Korea kegemaran dinda,


"sayang, " panggil dinda pada bastian yang tengah berada di meja kerjanya, ia tengah berkutit dengan leptop nya,


"apa sayang, " balas bastian dengan mata yang masih fokus menatap layar leptop nya


"sini napa, nonton bareng, " ajak dinda ia mulai bosan menonton sendirian,


"bentar, bentar lagi selesai, " ujar bastian,


setelah beberapa menit menunggu bastian akhirnya ia selesai juga dengan pekerjaan nya, baru saja ia akan duduk di samping dinda, pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang,


"din, nyokap lu tuh datang, " ucap seseorang di ambang pintu yang seperti nya itu adalah suara angela,


"iya, gue bentar lagi turun, " girang dinda,


"yang turun yuk mamah ku datang, " ajak dinda, sambil memegang tangan bastian,


"baru aja aku mau tidur, " umpat bastian,


"oh kamu gak seneng ketemu mamah aku?, " tanya dinda sambil berkacak pinggang di depan bastian,


"apaan sih lebay, yuk ah, jangan marah napa, serem tau kalau kamu marah, mengalahkan raja singa, " goda bastian sambil merangkul dinda untuk pergi menghampiri ibunya dinda,


dinda hanya terseyum saat bastian merangkulnya dan membawanya keruang tamu,


"hay mah, aku tuh udah kangen banget sama mamah, " sapa dinda saat sudah melihat ibunya, ia langsung memeluk ibunya,


"sayang kamu udah besar, mamah turut prihatin yah sama kejadian kamu kemarin, " balas Adisty ibunya dinda sambil mengecup keningnya dinda,


"mah, " bastian menyalami Adisty,


"duduk yuk mah, " ajak dinda ia menyuruh mamahnya untuk duduk di sofa, di sana juga sudah ada Daniel, lintang, sherly, Della dan angela,


"ah mamah suka senang kalau liat kalian kumpul kayak gini, sayang yah si papah gak ada di sini, " ucap Adisty menyayangkan ke-tidak hadiran suaminya,


"iya mah, si papah mah sibuk mulu, aku tuh ada yang mau di bicarain sama kalian sebenar, " ucap dinda yang duduk tepat di sambung mamahnya, sambil terus menyenderkan kepalanya ke pundak Adisty.


seperti nya dinda kangen berat pada mamahnya.

__ADS_1


"mau ngomong apa?, " tanya lintang penasaran.


baru saja bastian akan angkat bicara seseorang mengetuk pintu rumah, "siapa?, " tanya Daniel.


"oh, itu anjar, bentar yah aku bukain pintu dulu, " girang angela, sambi pergi membukakan pintu,


"kenapa tu anak girang banget, " heran sherly,


"kayaknya ada bau-bau yang udah jadian tuh, " ledek dinda sambil tersenyum, ia tidak tau sebesar apa perasaan anjar padanya.


kini angela kembali lagi dengan menggandeng anjar, dan mempersilahka anjar duduk di sebelahnya, " gak papa kan gue ajak dia, sekalian ada yang mau gue omongin " ucap angela,


"gak papa kok, diakan udah jadi keluarga besar kita juga, " balas dinda sambil membalas senyuman dan tatapan anjar,


"oh iya, tadi lu mau ngomong apa din?, " tanya lintang rupanya ia masih penasaran dengan omongan dinda yang terpotong tadi,


"biar bastian aja yang jelasin, " balas dinda,


"ih ribet deh lu, " kesal lintang,


"jadi gini mah, aku sama dinda berniat untuk pindah ke korea Selatan-, " belum saja bastian menyelesaikan ucapannya, lintang malah memotongnya,


"lu beneran, " tanya lintang meyakinkan kembali,


semua yang berada di sana pun ikut kaget dengan keputusan mereka, " kapan kalian pindahnya, " tanya Daniel.


"rencananya sih besok atau besoknya lagi, " jawab dinda santai,


"ah, kalian kok gitu, padahal hari Kamis aku sama anjar tunangan, " ujar angela tiba-tiba,


kini semua mata tertuju padanya, mereka kembali di kagetkan dengan pernyataan yang lebih kaget, apalagi bastian, ia tau kalau anjar sukanya pada dinda kenapa ia malah akan bertunangan dengan angela, bukan nya apa-apa sesuatu yang di paksa itu suka tidak benar akhirnya,


"lu yakin?," tanya bastian sambil menatap anjar,


"gue yakin, " balas anjar sambil membalas tatapan bastian,


"ah, kenapa gak bilang sih, " kesal dinda, ia ingin sekali menyaksikan pertunangan mereka,


"oh kita undur, kita ke Korea Selatan nya hari sabtu gimana, " ucap bastian,


"ah kamu mah, pengertian banget sih yang, aku setuju banget, " ucap dinda sambil memegang tangan bastian dan berganti ia jadi menyenderkan tubuhnya di bahu bastian,

__ADS_1


"gue boleh ngomong sama anjar dulu gak?, " ucap bastian sambil menatap ke arah dinda,


"boleh kenapa enggak, " dinda mengijinkannya, lagi pula ia tidak punya alasan untuk melarangnya,


"bisa ikut gue bentar, " titah bastian,


tanpa menjawab anjar langsung berjalan mengikuti bastian ke arah kolam renang.


"ada apa sih, " penasaran angela.


"mana gue tau, " acuh dinda, ia tidak punya waktu untuk memikirkan hal itu,


"biarin lah sesama adik kakak, mungkin ada hal yang mau bastian sampaikan, atau mungkin bastian akan memberikan tata-cara membuat pasangan nya cinta mati, liat aja tuh si dinda cinta mati banget sama si bastian, " canda lintang,


"eh,mamah kak lintang jahat sama aku, massa aku di bilangin kayak gitu " dinda mengadu pada ibunya,


"lintang, jangan goda adik kamu kasian tau, " bela Adisty sambil memeluk dinda,


"bercanda mah, apaan sih lebay lu, " ucap lintang sambil membating dinda menggunakan bantal yang berada di sofa tersebut,


"ah, mah kak lintang banting aku tuh, " dinda kembali merajuk pada Adisty, sudah seperti anak kecil yang tidak di kasih hanya saja.


"lintang, " geram Adisty sambil melempar lintang menggunakan bantal yang ia lempar ke dinda,


"ah, sakit mah, aku tadi lempar nya pelan loh, kok di balasnya keras banget, " ucap lintang sambil memegang kepalanya yang terkena bantal itu,


"sukurin, " ucap dinda sambil memeletkan lidahnya,


"udah ah yang, kek anak kecil aja, " ucap Della sambil menarik tangan lintang, untuk tidak melempar dinda menggunakan bantal lagi, bisa-bisa bukan dinda nya yang marah tapi Adisty nya yang marah,


"iya ke anak kecil, " ucap Daniel datar,


"kak Daniel, kayak gak pernah kecil aja, " ucap dinda,


di tempat lain bastian tengah bersama anjar di samping kolam renang, " lu yakin sama keputusan lu?, " tanya bastian,


"gue yakin kak, mungkin aku harus buka hatiku untuk orang lain, " balas anjar yakin,


"gue ngajak lu ke sini cuman mau yakinin lu, gue gak mau lu lakuin ini dengan terpaksa, lu taukan angela cinta banget sama lu, " ucap bastian,


"iya kak, gue tau, karena itu juga gue mau nikah sama dia, gue yakin kalau dengan cinta angela sama gue yang segitu banyak, dia bakal mampu buat gue jatuh cinta sama dia, " balas anjar sepenuh hati.

__ADS_1


"gue bangga sama lu, " ucap bastian sambil memeluk adiknya itu,


__ADS_2