Cupu Fake 2

Cupu Fake 2
23,Pagi Seperti biasa


__ADS_3

matahari sudah terbit di sebelah barat, dinda juga sudah bangun sedari tadi ia sudah menyiapkan pakaian dan juga tas bastian, ia duduk di samping bastian mengecup keningnya seperti biasa ketika ia akan membangunkan bastian,


dinda menggoyang kan tubuh bastian perlahan, " yang, bangun kamu kan harus kerja, " ucap dinda pelan tepat di telinga bastian,


bastian bangun ia membuka matanya perlahan, dinda pun menjauhkan wajahnya dari wajah bastian, " bangun mandi sana, " titah dinda sambil akan pergi dari sana,


namun tiba-tiba tangan dinda di tarik oleh bastian membuat dinda terjatuh ke tubuh bastian, kini bastian mendekap tubuh mungil dinda,


"yang udah siang cepetan ih, kamu mah malah peluk aku, " ucap dinda, yang kini berada dalam pelukan bastian,


"aku sayang kamu, " ucap bastian sambil melepaskan pelukannya, dan duduk,


"aku tau, udah ah pagi-pagi jangan gombal, cepetan mandi, " ucap dinda sAmbil tersenyum kecil dan menyuruh bastian untuk segera mandi,


"siap bos ku, " balas bastian semangat sambil mengambil posisi hormat pada dinda,


dinda terkekeh pelan melihat kelakukan bastian, sampai pada akhirnya ia ke luar dari kamarnya untuk menyiapkan bastian sarapan,


setelah selesai sarapan bastian berpamitan pada dinda, untuk bekerja dinda mengantar bastian sampai ke depan pintu keluar,


Adinda POV


kini aku menatapnya pergi melangkah meninggalkan ku, aku tau mungkin keputusan ku membiarkan ini semua terjadi sangat lah beresiko,


kita tidak tau hati manusia seperti apa, mungkin saja karena terus bersama marisa, bastian akan mulai merasa nyaman, namun apalah dayaku aku tidak bisa membiarkan orang lain memohon padaku,


aku manusia biasa, aku tidak bisa melihat orang menderita, sekarang yang ada di pikiran ku hanya satu jika aku diposisi marisa, aku juga sama akan sangat membutuhkan kehadiran bastian di sisiku,


"woy, " seseorang mengagetkan ku, ia juga membuyarkan lamunan ku, aku baru sadar ternyata bastian sudah tak ada di depan ku lagi,


"ngelamun aja sih, " ucap Della yang barusan mengagetkan aku,


tanpa menjawab ucapan nya, aku langsung masuk saja ke rumah, ada banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan,


setelah pekerjaan ku selesai aku berniat untuk pergi ke rumah mamah kinar, aku ingin bertemu dengannya, dia memang baru ku kenal namun rasanya dia sudah seperti mamah ku sendiri,


sebentar lagi bastian ulang tahun, aku ingin memberinya sedikit kejutan pada hari itu, dan aku mau mamah kinar membantu ku,


Author POV


dinda pergi ke kamarnya untuk membereskan tempat tidurnya, karena tadi ia belum sempat membereskannya, setelah selesai membereskan tempat tidur dinda langsung membawa cuciannya ke kamar mandi yang ada di lantai bawah,

__ADS_1


karena di sana ada mesin cuci, ia malah kalau harus mencucinya tanpa mesin cuci, ia memasukkan bajunya ke mesin cuci lalu ia masukkan air dan juga deterjen,


setelah menyalakan mesin cuci ia pergi ke dapur untuk membuat cemilan, ia merasa lapar, sambil menunggu cuciannya di mesin cuci ia mau makan dulu,


ia memasak pisang goreng yang ia beri keju dan coklat, kini dinda tengah menggoreng pisang itu, ia juga menggunakan earphone,


setelah selesai menggoreng ia menyajikan pisang itu di piring, lalu ia menaburi coklat panas yang baru saja ia lelehkan dan ia juga menaburi coklat,


setelah selesai ia mengangkat piring itu sambil mencium aroma nya, ia tersenyum, lalu ia pergi ke meja makan untuk memakan pisang nya,


setelah sampai di meja makan ia langsung mencicipi pisang goreng itu, "manis, " gumamnya saat sudah memakan pisang itu sedikit,


Daniel datang dari arah belakang dinda, ia duduk di samping dinda dan juga langsung memakan makanan dinda,


"ih kakak mah, bikin kaget aja, " kesal dinda yang melihat kakaknya tiba-tiba muncul,


"kak gak kerja?, " tanya dinda,


"ya enggak lah kalau kakak kerja, kakak gak mungkin ada di sini, " balas Daniel sambil terus memakan pisang goreng dinda,


"iya maksudnya kenapa gak kerja?, " tanya dinda,


"karena kakak kan bosnya, jadi kakak bebas dong, " sombong Daniel, sudah mulai sombong nya nih,


"kakak gak sombong cuman kenyataan nya emang kayak gitu kan, " ucap Daniel,


"kak anterin aku ke rumah mamah kinar yuk " pinta dinda,


"gak, " singkat Daniel yang kini tengah berjalan untuk mengambil minum,


"ah kak, ayok dong, aku males nyetir sendiri, " mohon dinda,


setelah mengambil minum Daniel kembali duduk di samping dinda, dan menatap dinda dengan tatapan yang tidak bisa di artikan,


"ya kak yah, anterin doang nanti pulang nya aku bisa minta anjar yang anterin, " kekeh dinda, sambil menatap Daniel dengan tatapan memelas,


"iya, " balas Daniel datar


"ah kakak ku emang yang terbaik, " ucap dinda sambil memeluknya dan pergi dari sana,


"woy, lu kan lagi nyuci, " teriak Daniel saat melihat dinda pergi ke kamar nya, ia tadi tidak sengaja melihat mesin cuci dan di dalamnya ternyata adalah pakaian bastian dan dinda,

__ADS_1


dinda yang mendengar itu menepuk keningnya sambil tersenyum bodoh, ia kembali turun dan membereskan terlebih dahulu cuciannya,


sebelum akhirnya pergi ke rumah kinar,


Daniel pamit pada sherly untuk mengantar dinda pergi ke rumah kinar, dinda juga sempat mengajak sherly namun sherly menolaknya,


kini mereka sudah berada dalam mobil menuju rumah kinar, dinda terlihat sedang sibuk dengan ponselnya,


saat di perjalanan mobil Daniel melewati sebuah taman bunga yang tidak terlalu besar, membuat dinda yang tengah melihat ponsel mengalihkan pandangannya untuk melihat taman,


sampai mata dinda berhenti, " kak berenti," pinta dinda mendadak, membuat Daniel kaget dan langsung mengerem mendadak, untung saja di belakang mereka tidak ada kendaraan lain,


Daniel menatap tajam pada dinda yang mengagetkan nya, sementara dinda yang di tatap ia hanya cengengesan,


"kau mau mati, " kesal Daniel,


"ya enggak lah, " balas dinda tanpa merasa bersalah,


"kenapa berenti di sini?, " tanya Daniel,


dinda menunjuk ke luar jendela mobil,


Daniel mengikuti arahan dinda, setelah tau apa yang di tunjuk oleh dinda Daniel bernafas kasar, sambil menatap tajam pada dinda,


"kau membuat ku kaget karena ingin es krim, dasar bocah, kau ini sudah menikah masih saja berprilaku seperti anak kecil, " ucap Daniel,


"apaan sih kak, kok kakak malah marahin aku, salah aku apa coba, aku cuman mau es krim, ya udah kalau gak mah mah gak usah, kalau gak niat nganter aku gak usah, lebih baik aku pergi sama abang ojek kalau tau gini mah, " kesal dinda, namun seperti nya dinda hanya bercanda, ia kan ratu drama, dulu aja ia sempat pura-pura cupu kan,


"ah, ya udah sayang ku, kita turun kita beli es krim nya sekalian kita beli sama gerobak nya yah, " ucap Daniel sambil tersenyum, dan turun dari mobil,


kini Daniel dan dinda berjalan berdampingan menuju tukang es krim di sebuah taman, terlihat walau ini bukan hari libur tapi taman itu banyak juga pengunjung nya,


"bang mau es krim rasa coklat sama vanilla, " pinta dinda, pada penjual es krim nya,


"siap neng, " ucap penjual es krim nya,


"kakak mau gak?, " tanya dinda sambil menatap kakaknya,


"mau, rasa coklat, " jawab Daniel,


"bang rasa coklat nya satu yah, "

__ADS_1


"siip, "


setelah membeli es krim yang pasti Daniel yang bayarin, kini mereka memutuskan untuk duduk terlebih dahulu di bangku taman untuk menghabiskan es krim nya,


__ADS_2